Jangan lupa vote dan komen....
.
.
Resha terus berjalan tak tentu arah, wajah nya lagi dan lagi murung. Ia sedang kabur dari rumah. Merasa bosan akibat Ketiga Kakaknya yang terlalu sibuk dan ia tidak mendapat teman mengobrol.
Resha bingung, kemana tujuannya sekarang, pergi ke rumah Gladys temannya tidak mungkin. Karena pasti temannya itu sedang familytime. Ah Dia teringat sesuatu sekarang.
"Gue pergi ke rumah tante aja deh, mayan lagi pula anak-anaknya gaada dirumah ini." gumam Resha dan berjalan dengan cepat mencari taxi.
Namun, sepertinya daerah ini jarang dilewati taxi, dengan langkah semangat Resha berjalan menuju jalan besar yang sepertinya banyak taxi lewat.
Sepanjang perjalanan Resha mulai kelelahan dan tenggorokannya terasa sangat kering. Resha berniat mencari warung untuk membeli minum. Hingga beberapa meter di depan dia melihat adanya warung, dengan cepat dia menuju kesana. Tenggorokannya sudah minta dibasahi air. Semakin dekat jalannya semakin pelan, Resha mulai resah dan bimbang.
Disana, diwarung itu banyak sekali berjajar motor-motor besar, dan segerombolan laki-laki berkumpul. Resha mulai bimbang, kalian para kaum hawa pasti pernah merasakannya.
Ketika kita mau lewat atau pergi ke suatu tempat, dan disana banyak banget gerombolan laki laki, apalagi kalo cogan semua, 90% dari kalian pasti puter arah, balik lagi, gengsi. Iya ngga?
Tapi Resha sudah tidak kuat menahan haus, bodo lah dia mau diapain juga tinggal telepon salah satu abangnya saja.
Saat mulai mendekat ke arah warung, suara siulan sudah mulai terdengar. Sumpah jantung Resha sekarang sudah berdetak tidak karuan, pelipisnya saja langsung basah oleh keringat. Resha mulai menunduk dan semakin dekat.
"Aduh woi, pacar siapa nih?" teriak salah satu lelaki begitu melihat Resha sudah tepat di depan warung.
"Gila ya kalian, udah ada yang punya pacar tapi gak bilang bilang."
"Heh?! Gak ada yang mau ngaku ini pacar siapa? Buat gue aja deh ya?"
Resha mulai berani mengangkat wajahnya. "Ma-maaf gue disini cuma mau beli minum kok."
Semua laki-laki dengan sigap berdiri, kecuali dua orang pria yang sibuk bermain ponsel dan satu lagi tengah tertidur lelap.
"Gem ambilin, cepet!" seru seseorang mendorong temannya.
Teman yang dipanggil Gema mendengus. "Bentar dulu, eh neng lo jomblo gak?"
"Lah anjir nanya nya nanti aja, kasian dia haus."
"Masij sempet-sempet'nya lo nanya begitu Gem anjir."
Yang bernama Gema mendengus lalu membawa air mineral dan memberikannya kepada Resha.
Resha menerimanya. "M-makasih."
"Sama-sama cantik." Oke, ini semua yang jawab.
"Berisik anjing lo pada, gue lagi tidur juga." Pria yang tertidur mulai terbangun, ia mengucek matanya sebentar.
"Ada apa sih? Cantik-cantik segala."
KAMU SEDANG MEMBACA
Braga [Terbit]
Novela Juvenil(Sudah terbit, tersedia di toko buku online.) 2020 Astercyo Series #1 Bragalian Cakra Vegario, Pria yang merupakan ketua dari geng bernama Astercyo. Pria yang meskipun memiliki wajah tampan, namun tak ada seorang pun perempuan yang berani mendekat...
![Braga [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/215460254-64-k153204.jpg)