"Orang kalau sudah terjerat rasa cinta pada manusia, pasti akalnya tidak berjalan sebagaimana mestinya"
Detektif Ramadhan
Warning! Cerita ini menyebabkan anda senyam senyum. Tetapi juga menjatuhkan anda sejatuh jatuhnya. Jadi mohon kuatkan hati hahaha
Vote! Wajib! Hahaha maksa nih?
Kali lah kalian ngehargai tulisan author. 🥺
Awal part ini biasa" saja. Tetapi tengah part ini gila. Akhir part ini kesal. Sip ya!
Bulan puasa bulan yang berkah. Bulan penuh kesucian, bulan penuh keberkahan, bulan di man pintu syurga di buka lebar. Bulan yang sangat di tunggu umat islam.
Namun itu dulu, menahan rindu untuk bertemu ramadhan. Sekarang, ramadhan datang dengan begitu cepat. Orang-orang sebelum masa milenial ini banyak menggunakan waktunya untuk Allah Ta'ala. Mereka yang pedagang berhenti bekerja selama satu bulan penuh untuk beribadah kepada Allah.
Mereka ngaji, dzikir, dan mengagungkan nama Allah.
Banyak juga mereka yang rela nafar atau pasan untuk meningkatkan iman di bulan Ramadhan yang berkah ini. Bulan kemulyaan. Bulan kesucian, keberkahan.
Sekarang semua nampak acuh, generasi milenial ini hanya menjalankan kewajibannya saja. Mereka tidak berlomba-lomba dalam kebaikan. Mereka sekadar berpikir untuk 'puasa' padahal sejatinya makna puasa dalam bulan ramadhan ini adalah menahan nafsu dari segalanya. Bukan sekadar menahan makan dan dahaga.
Mengapa? Di bulan yang suci dan penuh berkah ini mengingatkan kepada kita, untuk lebih dekat dengan penciptannya. Bukan sekadar kewajiban semata.
Menahan nafsu dari segalanya, seperti ghibah, marah, dan hal-hal yang dimulai dari nafsu.
"Di jelaskan dalam kitab al-manius saniah. Kitab ini memang tidak tebal, tetapi isi kitab ini sungguh dalam. Berat. Dalam arti, kitab untuk para wali. Lho pak kenapa kita mempelajari? Belajar itu tidak menuntut apa yang kita inginkan, paham nggih?" kata Pak Haji menerangkan tentang kitab al-manius saniah. Kitab yang sangat berat isinya, mungkin kita tidak sanggup menjalankan. Namun dengan belajar kitab ini, eh sedikit sedikit kita bisa memahami bahkan bisa merubah diri kita.
"Dijelaskan bahwa manusia itu terdiri dari tanah, air, dan api. Disini, kita membahas nafsu yaitu api. Itu lah mengapa manusia itu bisa marah, karena 'awak dewe iki diciptaaken dening gusti Allah kelawan api.' (Karena diri kita diciptakan oleh Allah itu terdiri dari api) itulah mengapa manusia bisa marah, itulah yang dinamakan nafsu."
"Nafsu itu sering kali bergejolak, sering kali meronta-ronta. Terus kepriye nafsu kuwi iso padam? (Bagaimana nafsu itu bisa padam) di dalam kita ini, bahwa saat allah menciptakan nafsu dan Allah menempatkan di neraka yang paling dingin selama seribu tahun. Setelah itu diambil dan ditanya sama Allah. Man ana? Siapa dirimu? Dengan sombong dan angkuh nafsu menjawab man ana? Siapa diriku? Nafsu tidak mau mengakui bahwa Allah telah menciptakannya. Terus kepriye pak yen nafsu kuwi bisa reda? (Bagaimana pak nafsu kuwi bisa mereda?)"
"Vera, kepriye Ra. Nafsu bisa reda?" tunjuk kang Haji kepada santri perempuan yang bernama Vera itu.
Perempuan yang bernama Vera itu terlihat celingak-celinguk---terlihat berbisik dengan santri perempuan yang di sebelah kanan dan kirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Detektif Ramadhan
Spiritual{Follow dulu, supaya gak kesendat-sendat bacanya} Cerita ini menyebabkan anda menerka-nerka. Dan membuat anda semakin penasaran dengan ketiga detekfif ramadhan. Hilangnya sandal saat terawih sudah biasa di kalangan sebelumnya. Namun ini l...
