Sisi Baik Rasya

240 4 3
                                    

"gue tau lo itu baik cuman keadaan yang membuat lo menjadi seperti itu"
"rendra aditama nugraha"

...

Kring.... Kringggg...

"baiklah anak anak pelajaran kita cukupkan sampai disini" setelah mengatakan itu pak hamid selaku guru sejarah pamit dari dalam kelas.

"akhirnya pulang juga udah sakit kuping gue denger tuh guru kultum dari tadi" keluh arman.

"omongan lo" jawab reindra

"oh ya rein gue nebeng lo ya"

"ogah"

"lo mah gitu, masa lo tega sama gue" jawab arman sambil memelas kearah reindra.

Dengan berat hati reindra memberikan tebengan pulang untuk arman, walaupun dalam hatinya malas sebenarnya karna ada sesuatu hal yang penting yang akan ia kerjakan, tapi bagaimana lagi karna sahabat.

Kalian tau definisi sahabat, sahabat yang selalu ada buat kita ketika susah, yang ada saat kita sedih, bahagia dan lainnya, walaupun itu dalam keadaan terpaksa sekalipun.

Setibanya diparkiran tidak sengaja reindra berpapasan dengan rasya dan mata mereka sempat bertemu, namun rasya terlebih dahulu memutuskan pandangan itu dan berlalu pergi meninggalkan parkiran membawa mobil sportnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.

"gila tuh cewek udah bosan hidup kali ya"kata arman dan menggeleng gelengkan kepalanya.

" yakin lo rein suka ama cewek kek begituan"tanya arman

Namun tidak ada jawaban dari reindra membuat arman merasa kesal dengan temannya itu.

"jawab kek kalau orang tuh nanya" kesal arman kepada reindra.

Namun reindra diam sekali lagi seperti malas untuk menanggapi omongan temannya itu.

"lo mau ngomong disitu seterusnya atau mau pulang nebeng sama gue" jawab reindra datar.

"yaa mau pulang lah pak bos" kemudian arman menaiki motor reindra dan kemudian motor melaju meninggalkan perkarangan sekolah"

Beberapa menit kemudian motor reindra sudah sampai didepan rumah arman, sebenarnya rumah arman tidak jauh dari sekolah cuman sekitaran 10 menit untuk jarak rumah arman dari sekolah.

"thanks ya monyet atas tumpangannya" racau arman sambil terkekeh dan kemudian pergi dari hadapan reindra dan menghilang dibalik pagar rumah.

"untung teman" jawab reindra geleng geleng kepala dan kemudian oergi dari rumah arman.

...

Sedangkan ditempat lain.

Rasya tetap mengendarai mobilnya diatas rata rata tanpa melihat keadaan jalanan tanpa rasya sadari ada nenek yang mau menyebrang jalanan membuar rasya mengerem mobilnya secara mendadak.

"nenek awasssssss..."

Ciiittttt... Suara mobil rasya berhenti mendadak yang sedikit lagi hampir menabrak nenek tersebut.

Beku Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang