SWG : Still Krystal

1.1K 77 14
                                        

Aku bangun dari tidur nyenyakku semalaman,menoleh kesamping di mana Amber biasanya berbaring.Naas tempat itu sudah kosong dan terasa dingin.Dia terlebih dulu bangun dari aku bahkan sudah membuka korden hingga cahaya Matahari menebus kedalam.Membuat silau mataku yang masih setengah terpejam.Aku turun dari ranjang,keluar untuk mencari Tuan Hantu tampan itu.Aku menutup mulut,menguap namun,tidak selesai begitu melihat apa yang sedang Amber lakukan.Aku malah ingin tertawa pagi ini.Amber di depan Akuarium sedang menyapa anak  anaknya yaitu Ikan sialan itu yang sudah dapat teman.Tak tanggung tanggung diajak berbicara.Ya Tuhan lama lama aku gila tapi,kenyataannya hatiku berkata lain.Bergemuruh bahagia mendengar suka cita Hantu bodoh itu dengan Ikan ikannya.
Jack Jack menggonggok,berlari kearahku dengan mengibaskan ekornya,berjalan berputar putar di depanku seperti mengingikan sesuatu.

"Kamu diabaikan Tuanmu..."Kuangkat Anjing manis ini sedang Amber menoleh santai kearahnya dan menampakan senyum mautnya.Seakan mengerti Jack jack menatapku memelas kemudian meletakan kepala di lenganku.
"Kasian sekali"kuelus elus bulu lebatnya dan membawa mendekati Amber..memang brengsek hantu ini mengabaikan Anjing kesayangannya sendiri demi Ikan Ikan itu.

"Kasih anakmu itu makan karena sampai kapan pun dia tidak bisa berbicara dan mengerti perkataanmu"ucapku sambil memberikan makanan pada Ikan kecil itu.Tahu juga Amber sering berbicara dengan Ikan.

"Anak kita.."balasnya mengambil Jack jack dariku.Aku terkekeh sambil melihat Ikan yang ditangkap di Danau itu memang benih aku dan Amber🤣🤣.Sekarang Ikan sialan itu sudah mempunyai teman,tidak hanya Satu tapi Tiga "Jadi Tiga Ikan ini anak angkat kita..?? Tanyaku tajam ke Amber sementara dia terbahak.
"Anniy...mana mungkin anak kita Ikan ha.."Dia meletakan kembali Jack Jack ke lantai.Kita tertawa kemudian aku duduk diatas paha Amber.Melihat seksama Ikan ikan itu berenang dan memakan makanan yang aku beri tadi.Aku tersenyum.Memang tidak terlalu buruk,meski agak memalukan bermain Ikan seperti anak kecil.

Aku menatap kembali Amber sambil memeluk lehernya,memainkan rambut  belakangnya dengan lembut "Tidak beri nama untuk mereka..??
Amber nampak berpikir sekilas menatap keempat Ikan itu sambil memeluk pinggangku dengan tangan kanannya.

"Hemm.."Aku tahu dia sedang mencari nama untuk ke Empat Ikan sialan itu "Ah yaaa.Ikan yang kita dapat di Danau kuberi nama Dani,lalu Ketiga yang kamu beli itu namanya Shannon,Tia dan Emily"
Aku terbahak,memegangi perut tak kuat menahan tawa mendengar nama nama yang Amber berikan pada tiga Ikan biadap itu.Benar benar konyol..

"Wae..??

"Lucu.." Tidak hanya aku yang terbahak.Jack Jack pun ikut girang dengan mengibas ekor dan menjilati kakiku bahkan menggonggok seakan ikut menertawakan kebodohan Majikan Hantunya.
Ada senyum merekah dari wajah Amber seraya kembali melihat Ikan dan aku secara bergantian "Terimakasih sudah membeli Ikan itu untukku"Aku mengangguk menangkup kedua pipinya.Sudah kubilang Amber terlalu menggoda untukku dan sayang untuk dilewatkan.Rasanya tak bisa kalau sehari saja bibir kita tidak saling bersentuhan.
Kugerakan bibirku diatas bibirnya,melumat perlahan menyusuri setiap incinya.Amber merespon,membalas ciumanku sambil membuka mulutnya.Mengijinkan aku memasuki  mulut hangatnya.Tangannya bergerak menggerai punggungku ,menekan tengkuk agar berlama lama lidah kita saling beradu.Tangan Amber semakin berani...

"Nakal ya.." Aku melepas tautan bibir kita,berbisik di telingganya sesaat setelah tangan Amber melepas braku yang masih terbungkus piyama.Amber hanya terkekeh menarik lebih dekat tubuhku agar semakin dekat dengannya.Menyatukan kembali bibir ini.Saling melumat dan beradu didalam sana.

"Eumm.."Desahan itu.Tangan Amber makin nakal bergerliya di paha dan payudaraku.

"Aghhh ..."Aku kalah cepat.Tangan Amber sudah meremas buah dadaku sedang aku  terbuai kecupan demi kecupannya "Agh Amb.."bibirku menyusuri tengkuknya kemudian meninggalkan sebuah hadiah di sana.Aku kembali berbisik di telingga Amber jika aku menginginkan lebih "More Babe.."Sambil mengecupi daun telingganya.Tanganku tidak tinggal diam sambil mengusap usap dada dan lengannya.
Amber mengangguk dan aku kembali melumat bibirnya.Kali ini lebih intens nan menuntut.Tanganku cepat menarik kaos tanpa lengan Amber sampai atas...

Sleeping With GhostTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang