Awal Aku Meninggalkan Bunda

64 13 3
                                    

Beberapa hari kemudian ayah mengajakku pulang kerumah bunda. Aku senang, aku langsung bersiap-siap lalu jalan menuju rumah bunda.

Saat sampai di rumah, aku melihat bunda dengan memeluk Taddy boneka kesayanganku. Badan bunda kurus. Aku tak tega. Cepat-cepat aku turun dari mobil.

"Hati-hati Salma" kata ayah

Aku tak menghiraukan ucapan ayah, langsung aku menghampiri bunda. Bunda menangis sejadi-jadinya, memeluk menciumku. Sungguh kasih sayangnya tidak dapat di definisikan dengan apapun. Kak Azra juga memeluk ku, ia mengusap air mataku yang terus-terusan menetes. Ayah hanya diam, wajahnya seperti tidak tega melihat aku dipisahkan oleh mereka.

"Ayah aku tidak ingin kesana lagi, aku ingin disini bersama bunda dan kak Azra" mohon ku kepada ayah.

Ayah masih berdiri diam mematung.
Dengan suara serak bunda mengatakan pada ku "Salma sayang, ikut ayah ya, bunda tidak bisa memberikan apa yang salma mau, kalau kangen main lah kesini pintu rumah ini terbuka luas untuk Salma, bunda akan tetap jadi bunda Salma, dan kak Azra juga akan selalu jadi kakak Salma. Nurut ya nak"

"Salma ingin disini!" ucapku tegas.

Mengapa ayah tidak mengeluarkan suara? Ayah tiba-tiba bisu, aku yakin ayah tidak tega dengan kita.

"Ada apa kau kemari?" tanya bunda kepada ayah

Saya ingin mengajak Azra main rumah, dan memperkenalkan Selly istri baruku."

"Setelah kau rebut Salma kau juga akan merebut Azra? Penjahat macam apa kau ini."

"Saya tidak akan merebut Azra, saya hanya ingin memperkenalkan wanita yang dia juga harus memanggilnya dengan sebutan ibu." kata ayah dengan suara khasnya yang lantang.

Kak Azra bingung apa yang terjadi sebenarnya.

"Salma apa yang terjadi?" tanya kak Azra pada ku.

"Dirumah ayah ada mama dan kak Raihan"

"Siapa dia?" tanya kak Azra sekali lagi.

"Kata ayah mama itu ibu ku, dan kak Raihan itu kakak ku dan mungkin dia juga adik mu" jawab ku dengan polos.

Perdebatan dihalaman rumah, membuat tetangga ikut mendengar. Dan ada salah satu tetangga yang super duper kepo nyelonong masuk pagar.

"Misi bu Mila dan pak Retno ada apa kalian? Saya dengar kalian bertengkar, eh ada Azra juga baru datang ya Azra?" ucap tetangga rese itu.

"Tidak ada apa-apa bu. Silahkan ibu kembali kerumahnya" kata bunda yang sedikit kesal.

"Yasudah saya pamit" lalu tetangga itu pergi.

Tanpa bicara panjang, bunda mengizinkan ayah mengajak kak Azra untuk bertemu mama, dengan syarat kak Azra tidak boleh ikut dengan ku dan ayah.

AkuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang