Selamat membaca!!
Maaf masi tahap revisi semua
Jangan lupa vote and komen♡Saat aku beranjak SMA, aku sempat ingin memutuskan pergi dari penjara ini. Aku ingin bahagia, rasanya kebahagiaan tidak pernah berpihak padaku. Saat itu juga aku kenal pada seorang laki-laki sebaya denganku yang buat rencana pergi dari rumah hilang. Gibran namanya, kita kenal sejak smp namun dia ternyata secret admirer ku. Akhirnya semenjak dia mengatakan semuanya kita berkomitmen untuk saling melengkapi. Aku sempat mempunyai pikiran aku tak cocok berdampingan dengannya, aku berasal dari keluarga hancur sementara dia dari keluarga harmonis.
Saat itu aku bingung, sangat terpuruk dengan keadaan rumah. Ayah jarang pulang, dan sesuatu yang ku lakukan di rumah selalu dianggap salah oleh mama.
21.00
"mah, ayah kemana?" tanya ku yang saat itu ingin memberikan brosur SMA kepada ayah."ya kerjalah mau ngapain situ? Mau ngadu ngadu?"
"ngga" Jawab ku singkat.
"mau ngapain?!" mama membentak seketika.
"ini ada brosur SMA" ucap ku dengan nada sangat rendah.
"coba mana." pintanya judes.
Aku berikan brosur itu dan..
BRAK!!
"Ngapain sekolah swasta? Emang situ punya biaya buat bayar? Gausah so soan belum tentu sekolah disitu bisa langsung sukses." celetuknya.
Aku diam, mulut ku bisu raga ku mati dan hatiku menangis. Mimpi ku juga ikut hancur.
Aku memang murid terpandai disekolah ternama, nilai kelulusan ku 92,85 sangat besar mengalahkan 1046 siswa diangkatan ku. Namun karena ada sistem zonasi tidak butuh murid pintar asal rumah dekat dengan sekolah. Bagaimana nasib anak yang rumahnya jauh? Mengapa aku tidak menggunakan jalur prestasi? Sulit, banyak saingan untuk menempuh jalur prestasi, aku gagal test. Pikiran ku bukan soal sekolah lagi saat itu namun bagaimana untuk hidup kedepan?
****
"Tidak usah cerita, ikuti aja perintah mama mu." Ucap ayah yang seolah olah tau semuanya"Aku ingin pulang, ingin bertemu bunda, ingin bertemu kak Azra. Rumah ini terlalu menyakitkan buat aku tinggal, bunda memang tegas namun ia masih bersikap lembut pada ku." gumamku dalam hati
Malam cepatlah berlalu aku butuh setitik cahaya.
Gibran 22.25
Salma?
iya
Gatau mau kasih kabar aja, ada firasat ga enak, bener ga sal?
Aku ingin punya keluarga
Kamu kenapa? Keluarga yang selama ini dimana?
Aku gpp.
Aku langsung mematikan ponsel dan berusaha menghentikan air mata yang terus jatuh.
Tidak semua anak dilahirkan dengan nasib yang beruntung.

KAMU SEDANG MEMBACA
Aku
Short StoryTentang perjuangan, persahabatan, keluarga, cinta, dan pengalaman. Selalu ada pelangi setelah badai, selalu ada kebahagiaan setelah kesedihan. Selamat terombang ambing~