🔎One

394 42 1
                                    

Lima orang pria berlari tergesa gesa saat sampai di tempat tujuan. Sebuah rumah? Bukan. Itu bukan rumah biasa. Penghuninya baru saja melapor kalau ada kasus bunuh diri di sana.

Begitu sampai di sana, mereka disambut isakan tangis seorang ibu tatkala melihat anak nya sudah tak bernyawa di kamarnya dengan sebilah pisau dan sebuah rekaman suara.

🔎🔎🔎

Lima detektif itu sedang menelusuri TKP. Masih ada sisa darah disana. Mereka baru saja sampai setengah jam lalu. Polisi baru saja membawa jasad korban. Mereka adalah detektif baru yang berada di bawah tanggung jawab 'BIG HIT DETECTIVE OFFICE'. Sebuah tempat dimana para detektif jenius berkumpul.

Detektif yang kali ini menyelesaikan kasus adalah tim detektif 'TOMORROW BY TOGETHER'.

Ketua tim, Choi Soobin mencoba mengintrogasi seorang wanita yang merupakan ibu dari korban.

"Jadi, bisa ibu ceritakan kronologinya?" tanya Soobin hati hati. Ia tak mau melukai hati wanita paruh baya itu yang baru saja ditinggal putranya dengan tragis.

"I... Iya," ibu itu mengusap air matanya dengan punggung tangannya. "Tadi pagi, saya dan anak saya masih berkomunikasi dengan baik. Saya dan dia masih mengobrol dan makan bersama. Dia masuk ke kamarnya setelah menerima telpon dari perusahaannya dan dia dipecat."

"Baik. Lalu?"

"Lalu, anak saya marah. Dia berteriak keras dan masuk ke kamarnya. Lalu seperti yang anda lihat, dia sudah tiada." ibu itu masih mengeluarkan air mata.

Tragis. Itulah yang berada di benak Soobin. Kasihan ibunya. Anak macam apa yang langsung bunuh diri hanya karena dipecat? Sungguh orang yang berpikiran pendek.

Ditempat lain tepatnya di TKP, seorang detektif bernama Choi Yeonjun masih memeriksa bukti yang ada yaitu berupa pisau an perekam suara.

Yeonjun mendengarkan perekam suara itu. Tak jelas. Bahkan tak ada satu patah kata pun yang diucapkan. Hanya ada suara jendela terbuka dan sebuah tusukan. Ouuhh!! Pasti ngilu mendengar suara tusukan pisau ke perut.

Sementara itu, Hueningkai dan Choi Beomgyu sedang memeriksa benda benda lainnya. Seperti tempat tidur, laci, lemari, dll.

Sedangkan satu detektif lagi yaitu Kang Taehyun yang sedang berusaha mencari info dari polisi yang melakukan otopsi pada jasad korban.

"Ukh! Tempat ini benar benar bau amis darah." keluh Beomgyu sambil menutup hidungnya dengan tangan kiri. Hueningkai juga. Maklum, belum dibersihkan. Banyak darah berceceran.

"Hyung! Apa kau tidak terganggu dengan bau amisnya?"

Yang ditanya langsung mengedikkan bahunya.

"Nggak kok. Mungkin emang udah biasa aja." jawab Yeonjun santai. Beomgyu langsung mual.

"Jangan ngeluh Beomgyu-ah. Bukannya ini sudah biasa? Kasus yang kemarin bahkan lebih parah dari ini, kan?"

Beomgyu masih terbayang kasus yang mereka tangani 3 hari lalu.

Dibunuh dengan kejam. Jasadnya dibuang di pinggir sungai dengan kondisi tangan, kaki, dan kepala yang sudah tak menyatu. Bahkan Beomgyu menginjak jari telunjuk jasad yang bertebaran. Hoek! Ingin muntah.

Beomgyu merinding mengingatnya. Hueningkai yang disebelahnya hanya tertawa kikuk. Hyung nya ini memang penakut kalo soal jasad. Sedangkan yang lainnya? Tentu tak tau malu.

"Udah woy udah jangan nge-ghibah! Udah selesai belum?" Yeonjun menghentikan ingatan Beomgyu.

"Udah kok hyung. Ga ada yang mencurigakan." jawab Beomgyu yang dilanjut dengan anggukan kepala Hueningkai. Taehyun juga serupa. 'Mungkin ini hanya kasus bunuh diri biasa.' gumam mereka.

Namun Yeonjun tak setuju. Ia masih tak yakin dengan rekaman itu. Mencurigakan.

Soobin yang selesai mengintrogasi langsung datang ke TKP.

"Jadi gimana? Nemu sesuatu?" pertanyaan Soobin dijawab gelengan kepala dari maknae-line.

Soobin menatap Yeonjun. Raut wajahnya jelas bermaksud yang tidak tidak.

"Yeonjun-hyung! Ada apa?"

Detektif rubah kuning itu menggelengkan kepalanya.

"Kalo begitu, bereskan semua ini. Kita akan lanjutkan di kantor." si pemimpin memberi perintah yang lansung dituruti tim nya.

Begitu pamit dan meninggalkan TKP, Taehyun merasa aneh saat akan menutup pintu kamar korban. Seakan akan ada hawa aneh yang membuat merinding. Tapi Taehyun langsung menepisnya.

"Ah, mungkin hanya angin," gumamnya sembari menutup pintu. Tanpa melihat sosok di dalam kamar tersebut.



🔎🔎🔎

Annyeong guys!

Mian kegajean ini. Kalo suka jangan lupa vote + comment nya ya.

Kamsahamnida!💜💜

GHOST DETECTIVE Ft. TXTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang