Pagi yang cerah,membuat seorang syasya meira Kayla alika, malas untuk ke sekolah, karena Hari senin adalah Hari yang sangat di benci oleh seorang syasya meira Kayla alika.
Setelah merapihkan buku pelajaran, ayya turun ke bawah untuk sarapan dengan keluarga alika.
"PAGIII..... SEMUANYA..... ".teriak ayya, Dari tangga menuju meja makan.dan menarik subuah kursi tepat di hadapan bundanya.
" EKH ANAK TIRI, bisa ga jangan teriak- teriak, pusing tau bubun dengernya". Ucap wanita paruh baya,dengan wajah yang masih terlihat awet muda.
"EKH IBU TIRI!!, SITU JUGA TERIAK TERIAK, GIMANA SIH!!! INTRO DONG!! ". ucap ayya dengan Nada tinggi.
" EKH KAMU YA...GA ADA SOPAN-SOPANNYA SAMA YANG LEBIH TUA!!! ".ucap wanita paruh baya itu, karena nada ucapan ayya yang seharusnya, tidak di gunakan.
" DASAR IBU TIRIIII".
"DASAR ANAK TIRIII". Kedua bola Mata berwarna coklat, milik ibu tirinya dengan kedua bola Mata hitam, milik ayya bertemu, membuat tatapan tajam antara kedua nya bagaikan setajam silet, dengan wajah yang dimajukan, hingga tersisa 8 cm lagi.
Hingga 3 menit berlalu, tapi keduanya masih diposisi tatap mentap. Hingga tidak menghiraukan siapa yang datang, Dan duduk, tepat di tengah ajang tatap menatap.
" EKHM... ".deheman itu membuat keduanya, menoleh ke asal suara.
" Masih Mau berantem? Hmm.. ".ucap pria paruh baya itu, yang masih terlihat awet muda, dengan Nada lembut, Dan sangat di lembut lembut kan.
" Ekh,,,, ".ucap keduanya, Dan langsung duduk di posisi semoga.
" Oh... Ayah kapan dateng? ".ucap ayya, basa basi, sambil menarik piring, yang berisi dua buah roti, dengan selai coklat.
" Ekh kamu ya, so basa basi, tau ga! ". Ucap ibu TIRI itu.
" Ekh apaan dah, situ sirik, hah?! ". Ucap ayya dengan manaikan alisnya.
Dan tatap tatapan tajam kembali dimulai.
Brak
" BISA DIAM TIDAK!! ".ucap pria itu,dengan Nada tinggi, sambil menggebrak meja, Dan membuat keduanya, tersadar Dan kembali ke posisi semula.
" Becanda sayang.., kita kan suka becanda, iya kan anak bubun tercinteh". Ucap wanita paruh baya itu, dengan sangat di lembut lembut kan, sambil mengelus-elus tangan pria itu yang terkepal.
"Iya bener tuh kata bubun, kan bubun mantan artis yah".ucap ayya dengan cengiran yang khas cengir kuda.
" Iya iya, ayah juga tau kok, kalau kalian lagi adu acting, tapi liat kondisi dong". pria Paruh baya itu membulatkan bola Mata malas, mengahadapi sang istri Dan anak, yang suka nya beracanda, Dan beradu acting.
"Iya ayah sayang, maafin kita yaa... ". Ucap ayya, dan mengecup pipi pria itu dengan sangat singkat.
" Iya ayya tersayang". Pria itu mengacak gemas rambut putrinya.
"Udah akh, cemburu nih yang disini". Ucap wanita paruh baya itu mengerucutkan bibirnya.
" Iya sayang, jangan di manyunin gitu dong bibirnya, minta di cium ya... ".ucap pria itu dengan Nada menggoda. Dan terkekeh melihat istrinya yang malu itu, karena salting.
" Ikh ayah apaan sih".ayya menyatukan alisnya, Dan mentap tajam ayahnya. Dan kembali mentap ibu nya. " Kan kasian, bubun nya malu, liat tuh udah merah banget pipi nya".ucap ayya dengan Nada meledek,Dan menaik turun kan alisnya, karena bundanya malu Dan membuang muka, Dan mengusap usap pipi nya yang merah.

KAMU SEDANG MEMBACA
syabie
Teen FictionHolla☺ Jangan lupa follow akun author☺ Syasya Kayla meira alika, wanita yang mempunyai 2 sifat yang berbeda, sifat dihadapan keluarga Dan teman teman. Diamond high school; adalah sekolah ternama sejakarta, sekolah yang memiliki fasilitas Dan kenyam...