Ruang uks Nampak sepi, hanya ada ayya Dan abie. Tak lama kemudian segerombol genk datang dengan tampang yang cemas,dari sepanjang jalan, semua murid memperhatikan nya.
Ceklek
"Ay lo ga Papa kan? ". Tanya adji Dan langsung duduk di masuk samping ayya.
" Gue gapapa ko dji".jawab ayya.
"Siapa yang berani gini in lo ay? ".tanya adji dengan Nada tak suka.
" Gue gapapa ko dji, cuma lemes aja".
Jawab ayya dengan lirih."PERMISI PERMISI MINGGIR DONG AWAS ISH , MINGGIR COBA". Hella datang dengan rusuhnya, menerobos segerombolan itu dengan heboh.
" Buset dah ni anak, ribet bat dah". Ucap gibran merasa risi.
"BERISIK LOE, MINGGIR COBA". bentak hella sembari menyingkirkannya.
" DASAR ASU". ujar hella, irin Dan iliy, yang membuat semua nya menutup telinga.
"Anjir ngajak ribut banget ni anak". Kesal gibran.
" Ay lo gapapakan? Ada yang sakit ga? Siapa yang udah berani sama lo ay? Mau gue bales ay? Dasar jahat banget tu orang, minta ngajak tauran kali". Ucap hella berderet, membuat ayya membulatakan bola matanya malas, memang tingkah sahabat nya yang satu ini membuat nya geram.
"Buset dah ni anak, udah Kaya wartawan aja".celetuk farta membuat hella menajamkan matanya.
" Gue permisi duluan ay". Ucap abie, membuat semua menatapnya, ketika abie hendak pergi tetapi ayya menahan lengannya.
"Kamu Mau ke mana? ". Tanya ayya.
" Gue Mau ke kelas".jawab abie, melepaskan cekalan ayya, Dan pergi meninggalkan mereka.
"Ay ko Ada abie di sini? ". Tanya adji, karena heran dengan keberadaan abie.
" Dia baik dji, dia yang udah bantu gue ke sini". Jawab ayya dengan malas.
"Lo jangan deket - deket sama dia ay". Ucapan adji membuat ayya mengerutkan keningnya, karena heran dengan perkataan yang di lontarkan adji.
Ha! Siapa dia berani sekali mengatur hidup nya?!
" Kenapa? ". Tanya ayya terheran.
" Gue gak suka sama dia ay, dia musuh gue, gue ga suka liat lo deket sama dia, gue benci dia ay". Pubar Dan puren sangat bermusuhan, karena kedudukannya selalu bersaing di sekolah.
"Terus.. Kalo lo benci dia, gue juga harus Benci dia dji? ". Tanya ayya membuat semuanya terkejut.
Ha! Bagaimana mungkin dari dulu semenjak genk di buat, puren Dan pubar selalu bersaing, Dan selalu bermusuhan, ini sudah adat dari dahulu,apakah ayya sehat?!
" Astaga ay, lo ngomong apa? ". Tanya farta terheran.
" Anjir, lo Mau ngehianatin kita ay? ". Tanya arsen dengan kesal, yang sedari tadi hanyalah pendengar.
" Anjrit ". Geram toya.
" Ga nyangka gue". Gibran menggelengkan kepala nya.
"Kita ini keluarga ay, satu orang benci, semuanya harus benci, satu orang dendam semuanya dendam, Kaya lo sekarang ay, lo di sakitin tania, tarisa, sama tita, kita yang bakal bales ay, inget ay solidaritas, kita ini keluarga". Ucap adji pandangan nya semakin menusuk, membuat ayya menahan sesak di tenggorokannya.
" Gue gamau benci sama abie, gue suka sama abie dji, gue pengen ngerasain Kaya dulu dji, lo tau tentang hidup gue dji, gue susah dapet kebahagiaan, gue pengen Kaya orang orang dji, gue iri liat lo, gue iri liat kalian, kalian selalu bahagia, gak Kaya gue yang terpuruk". Ucap ayya memandangi mereka dengan tatapan sendu, jarang sekali mereka melihat ayya seperti ini, bahkan ayya terkenal dengan sifat cuek Dan dinginnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
syabie
Teen FictionHolla☺ Jangan lupa follow akun author☺ Syasya Kayla meira alika, wanita yang mempunyai 2 sifat yang berbeda, sifat dihadapan keluarga Dan teman teman. Diamond high school; adalah sekolah ternama sejakarta, sekolah yang memiliki fasilitas Dan kenyam...