tiupan angin di pagi hari menggoyangkan horden kamar fania, seakan sedang membangunkan empunya itu.
Jam menunjukan pukul 06.00,namun fania masih bergelut dengan selimut serta ranjangnya itu dan enggan untuk bangun.
"fania bangun sayang, katanya mau bantu ibu masak"ucap sofia membangunkan putrinya.
"mhhghhhh ...iya buu"ucap fania sambil mengucek matanya dan membukanya perlahan sedangkan ibunya sudah beranjak keluar kamarnya.
"aaaaa males banget gue hari ini"ucap fania sambil menguap lalu merapihkan tempat tidurnya dan segera beranjak ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit kemudian, fania berjalan menuruni tangga dengan menggunakan kaos putih yang bertulis sobat ambyar , memakai celana hotpants dan dengan rambut yang diikat asal.
"ibu hari ini masak apa"ucap fania sambil berjalan ke arah dapur.
"ibu masak opor kesukaan ayahmu sama capcay sayang,kamu bantuin potong bahan buat capcay sekalian baso sama ayamnya yah"ucap sofia yang sedang sibuk meracik bumbu untuk opor-nya .
"oke bu"ucap fania
Meskipun fania termasuk cewek modis tetapi dia tidak seperti perempuan lain yang kurang handal dalam urusan dapur,karna fania sering membantu ibunya memasak sehingga membuat dia juga pandai dalam urusan dapur.
"bu fania nanti mau jalan² sama temen fania boleh?"kata fania memecah keheningan di dapur.
"temen yang mana,yang kemaren atau yang cowok waktu ituuu"ucap sofia.
"hehe yang cowok waktu ituu buu"ucap fania
"udah ibu duga deh.. Jangan² kalian emang pacaran yah"tanya sofia curiga.
"nggak kok buu.. Beneran.. Fanj cuma temenan"elak fania.
"oh gitu.. Kalo ibu sih boleh² aja asal jangan pulang malam.. Tapi kamu harus izin juga sama ayah"ucap sofia menatap putrinya itu.
"siapp buu"
Setelah beberapa menit kemudian, proses masak memasak untuk sarapan sudah siap disajikan, fani masih membantu ibunya menyiapkan makanan ke meja makan,lalu mereka mulai makan sarapan bersama satu keluarga termasuk ayahnya.
"ayah nanti fania diajak jalan sama kak andi, boleh nggak yah"tanya fania sambil mengunyah makanan-nya.
"cowok yang waktu itu jemput kamu kan"tanya sonia pada putrinya.
"iyaa yah,, boleh nggak fani jalan sama kak andi, fani nggak akan pulang malam kok"ucap fania kembali pd ayahnya.
"iya boleh putrii ayahh"ucap soni sambil mengacak rambut putrinya.
"makasihhhh ay- uhukk uhukk"ucap fania terpekik senang sampai tersedak oleh makanan yang ia kunyah dimulutnya.
"kalo makan jangan sambil bicara makanya"ucap sofia memperingati putrinya.
"seneng banget kayaknya tuh, nyampe kesedek²"ledek soni yang membuat pipi fani memerah.
"ishh ngga ihhh nggak"ucap fania mengelak godaan orangtuanya.
>ANDI STORY<
Jam 07.30 andi sudah siap dengan pakaian-nya, ia terlihat tampak cool dan tampan dengan kemeja hitam yang tidak dikancingkan didalamnya memakai kaos putih, lalu celana panjang yang serasi dengan warna kemejanya.
Andi keluar dari kamarnya dan menuruni tangga dirumahnya,dan mendapati ruang tamu ,meja makan ataupun ruang keluarga yang tanpak sepi, lalu kakinya melangkah menuju dapur dan hanya melihat bi inem pembantu dirumahnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
DELBARA
Teen FictionBACA KALO PENASARAN YAK:) Jangan cuma baca yak, sekalian vote, komen and follow 😂🤗