Eca memarkirkan Sepeda motornya di parkiran belakang sekolah. Lalu ia pergi menuju gerbang depan sekolahnya. Ia melihat Jeno dari arah samping kanannya. Jeno datang menghampiri Eca seraya merangkul lengan gadis itu
"Kuylah bareng"
"He'em" jawab Eca singkat
Jeno ini adalah teman Eca dari SMP. Dia adalah anak tunggal dari keluarga 'Nolan' yang terpandang. Bisa dibilang, Jeno adalah sahabat Eca yang paling kaya dan memiliki wajah yang tampan. Wajah yang rupawan serta harta yang berlimpah itu menjadikannya salah satu siswa yang terbilang famous di sekolah ini dan diam-diam banyak kaum hawa yang menyukainya.
Tapi Jeno adalah lelaki yang sederhana didepan sahabatnya. Selain itu, ia adalah anak Ambivert. Maka jangan heran jika ia diluar berubah menjadi manusia yang pendiam serta irit bicara. Ia hanya hangat dan mampu bercanda pada sahabat serta keluarganya saja.
Sebenarnya nama Jeno bukanlah Jeno, melainkan "Jeyden Nolan" dan entah kenapa malah dipanggil JeNo oleh teman-temannya dulu. Dia pun tak keberatan dipanggil begitu, alhasil sampai sekarang nama itu melekat di dirinya, untuk kalangan teman-temannya saja.
Jeno lah yang mengenalkan Eca pada Panji dulu sewaktu Mos di SMA, lalu ia juga mengenal Ayana karna gadis itu sebangku Eca. Entah kenapa tiba-tiba mereka bisa sedekat sekarang dan menjadi sahabat.
Mungkin karna mereka bisa masuk kelas dan jurusan yang sama.Panji? Dia juga tak kalah famous dari Jeno, sebab ia adalah ketua tim basket SMA 1. Walaupun Panji tidak tampan tapi dia sangat manis jika dilihat dan memiliki kharisma serta aura pemimpin dan daya tarik yang kuat. Dia juga tipe orang yang ramah dan baik ke semua orang. Karna kebaikannya ini, kadang malah disalah artikan oleh sebagian perempuan. Mereka fikir, Panji suka kepada mereka padahal kenyataannya tidak begitu. Jadilah ia sering di cap sebagai lelaki yang 'PHP'.
Mereka bersyukur karna memiliki satu sama lain yang selalu ada saat sedih dan senang. Mereka juga berteman tak pernah memandang materi, dan yang terpenting, mereka bisa merasakan jadi diri sendiri saat bersama.
Eca melihat kelas XI IPS 1, kelasnya sendiri yang sedang padat dipenuhi oleh banyak orang dan sebagian besar kaum perempuan dari kelas-kelas lain.
"Ca apaan tuh rame-rame di kelas?" tanya Jeno bingung
"Gatau Jen"
Eca dan Jeno melangkah ke kelas mereka dan bergegas menerobos kerumunan itu. Sampai di dalam, mereka melihat apa yang menjadi tontonan para murid perempuan itu.
Eca terkejut saat mengetahui ternyata ada anak baru dikelas mereka sedang duduk menyendiri dibelakang dan terlebih lagi, lelaki itu ternyata si pengendara motor songong yang Eca jelas kenal. Kenapa dia harus masuk kelas Eca?
Brakkk
Eca menghampirinya dan menggebrak meja anak baru itu, lalu menatapnya nyalang.
"Ngapain lo dikelas gue?"
Dia tersenyum smirk melihat Eca yang menatapnya tajam. Lalu ia berdiri dan hendak pergi
"It not your bussines" ucapnya tepat disamping Eca saat berpapasan.
Setelahnya ia pergi entah kemana, meninggalkan Eca yang tiba-tiba jadi BadMood. Dia juga tidak tau kenapa bisa BadMood melihat laki-laki itu, padahal lelaki tersebut tidak berbuat apapun pada Eca. Tapi rasanya, melihat mukanya saja sudah bikin hati Eca hareudang.
"Woi Ca, lo kenal sama anak baru itu?"
Seketika Eca tersadar dan menoleh saat mendapati teman-temannya yang melihatnya dengan tatapan menyelidik dan penasaran.

KAMU SEDANG MEMBACA
831 224!
Teen FictionIni tentang dua sejoli yang sedang jatuh cinta. Ini tentang Eca dan Zidan. Dua orang yang tak sempurna namun saling menyempurnakan. Penasaran? Baca langsung aja yuk!