O3

29 5 2
                                    

Sedangkan di tempat lain seorang gadis baru saja tersadar dari pingsannya, gadis itu adalah Jia.

"Eunghh" erangnya yang baru saja tersadar dan merasakan bahwa kepalanya sangat pusing.

"Gue dimana?" Monolognya sambil melihat sekeliling ruangan dan ternyata ini UKS.

Tak lama kemudian ada seseorang gadis yang memasuki ruangan tersebut, lalu Jia bertanya kepada gadis tadi, sepertinya kakak kelasnya.

"Permisi kak, saya kok bisa ada disini ya? Siapa yang bawa saya kesini?" Tanyanya beruntun dan sesopan mungkin.

"Lo tadi pingsan, terus yang bawa Lo kesini tu Jio, Lo kenal Jio? Biasanya dia paling males ngurusin orang dan untuk pertama kalinya dia mau repot gendong Lo ke sini." Jawab kakak kelasnya itu dengan panjang lebar.

"Oo gitu, saya ga kenal kak sama yang namanya Jio, kayanya saya harus berterimakasih banget sama dia, kalo boleh tau dia kelas berapa kak?" Jawab serta tanya Jia yang merasa hutang Budi terhadap orang yang bernama Jio tadi.

"Dia kelas 11 IPA 2, kepala Lo masih pusing? Kenalin gue Salsa, satu kelas sama Jio." Jawab kakak kelas yang bernama salsa itu dengan ramah.

"Saya Delizia kak, panggil aja Jia ,kepala saya udah ga pusing lagi kok." Jawab Jio dan tersenyum ingin beranjak dari brangkar.

"Eh Lo mau kemana?" Tanya Salsa khawatir.

"Mau cari kak Jio." Ujar Jia.

"Kalo Lo nyari dia di kelas ga bakal ketemu, dia biasanya ada di rooftof." Jawab salsa memberi tahu.

"Oh okei kak makasih." Jawab Jia dan berjalan menuju rooftof.
___________
Jia POV.

Gue jalan ke arah rooftof, ah capek banget gue naik tangga dengan kondisi kaki gue yang masih sakit, tapi gapapa demi orang yang udah nolong gue.

Gue udah sampai di rooftof dan yang gue dapetin itu 3 orang cowo ganteng banget, eh tapi ada satu cowo yang kaya pernah ketemu sama gue,tapi di mana ya pikir gue.

"Emm misi kak, saya mau nyari kak Jio yang mana ya?" Tanya gue takut takut ngeliatin 3 cogan ini.

"Gue." Jawab salah satu orang , dan gw inget dia yang nabrak gue tadi, seketika emosi gue naik tapi dia juga yang udah nolongin gue, gue jadi bingung.

Jia POV end.

"Emm anu kak, saya mau bilang makadi udah nolong saya, tapi kakak juga yang tadi nabrak saya kan?" Ucap Jia sambil bertanya.

Yang di ajak bicara pun hanya diam saja tanpa berniat untuk menjawab.

"Hmm." Jawabnya yang hanya sekedar dehaman.

"Kakak ga mau minta maaf sama saya? Kakak tuh songong banget ya, ganteng tapi jahat banget." Tanya Jia menggebu.

"Bukan urusan Lo." Lagi, hanya jawaban singkat dan ketus yang Jia dapat.

Jio berlalu begitu saja, mood nya untuk bersantai di rooftof sudah hilang, kedua temannya yang tidak tau apa apa pun bingung, dan menyusul Jio.

Sekarang tinggal Jia sendiri di rooftof ini, ia kesal dengan kakak kelas nya itu, angkuh ,sombong dan dingin. Ia berharap tidak lagi mau berurusan dengan orang seperti Jio itu.
__________
"Boss tuh cewe cantik juga, terus manis" Celoteh Jordan yang pada dasarnya playboy.

"Tapi tumben ada cewe yang ga suka sama Lo deh Yo, dia malah kaya benci gitu sama Lo." Timpal Arkan .

"Paan sih Lo pada berisik banget." Jawab Jio

Tapi jauh dari semua itu Jio sedang berfikir, sepertinya cewe tadi beda dari yang lain. Ada niatan untuk menjadikan miliknya.

Tapi cepat cepat dia menepis pikiran tersebut. Ternyata Jio menuju kantin karena ia lapar dan kebetulan sudah jam istirahat.

Ketika iya baru memasuki kantin, tiba tiba ada yang bergelayut manja di lengannya, orang itu adalah caramel ,gadis yang terobsesi akan seorang Jio.

"Sayang makan bareng aku yuk." Ajak caramel dengan gaya manjanya tapi diacuhkan oleh Jio.

Jio yang risih pun menyentakan tangan caramel cukup kuat hingga terlepas dari lengannya.

"Ga, dan Lo jangan pernah deket deket gue lagi, gue jijik deket sama jablay kaya Lo." Tegas Jio dengan ucapan pedasnya karena terlalu risih oleh caramel.

"Ih sayang, kamu kok gitu sih sama aku?" Rajuk caramel dengan gaya centilnya yang semakin membuat Jio muak.

Jio yang sudah muak pun meninggalkan caramel dan duduk di pojokan tempat iya biasa bersama kedua sahabatnya.

"Liat aja Lo,gue akan buat Lo suka sama gue." Monolog caramel dengan smirk nya.

Dan ternyata disana Jia yang tidak tau apa apa pun hanya melihat sekilas.

Drama pikir nya, dan dia pun tidak ingin berurusan dengan cinta dulu karena ia mau memfokuskan diri dengan sekolahnya.
_______
Kringggggg...

Bel tanda berakhirnya waktu istirahat pun berbunyi , Jia harus bergegas menuju kelas yang akan ia tempati selama setahun kedepan.

Setelah sampai di kelas ternyata sudah lumayan ramai atau bahkan hampir tidak ada meja dan kursi yang kosong.

Nasib masih berpihak kepada Jia Karena masih ada 1 meja dan kursi kosong , tepatnya d pojok kanan paling belakang, beruntung teman sebangkunya itu perempuan ,jadi Jia bisa nyaman mungkin.

Jia menuju yemat duduknya dan beruntung teman sebangkunya itu sepertinya baik, Jia berkenalan dengan temannya itu.

"Misi, gue boleh duduk di sebelah Lo?" Tanya Jia sopan, takutnya sudah ada yang menempati.

"Duduk aja, kebetulan gue sendiri, kenalin nama gue Starla." Jawab gadis yang bernama Starla itu dengan ramah.

Sepertinya mereka akan menjadi teman yang akrab,ya semoga saja.

Tak lama kemudian , seorang guru berparas cantik memasuki kelas tersebut.

"Assalamu'alaikum, perkenalkan saya Ibu Dewi ,saya yang akan menjadi wali kelas kalian terimakasih, ada pertanyaan?" Jelas dan tanya guru tersebut.

"Sudah menikah belum Bu?"

"Umurnya berapa?"

"Mau ga jadi pacar saya?"

Begitulah kira-kira pertanyaan yang membuat semua orang yang berada di kelas tersebut.

Dan ternyata ibu Dewi belum menikah, serta masih berumur 25 tahun, pantas saja masih sangat muda dan cantik.
___________

Gimana ceritanya?
Jangan lupa voment:)

Semoga suka dengan karya ku:)


JIA JIOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang