Author POV;
Bara mengajak Mizuki mengobrol di tempat lain agar yang lain tidak dapat mendengar ucapan mereka.
" Pah, mah, om, tante. Bara mau pinjem Mizuki nya bentar ya" Bara menarik tangan Mizuki ke dapur.
Bara cuma diem doang ga bicara apa apa, Mizuki akhirnya buka suara karena kesal dengan Bara yang cuma diam seribu bahasa.
" Eh Bara, lo mau ngapain sih nyuruh gue kesini? Emang lo mau ngomongin apa?" Mizuki yang ga tau apa apa, malah yang buka suara duluan.
" Gue mau nanya, Tresno itu siapa" Bara ngomong nya gugup, padahal kan ga ada apa apa.
" Bukan urusan lo, mau dia siapa kek" Mizuki menjawab dengan datar pertanyaan dari Bara.
Aldebaran POV;
Gue bukannya ga suka kalo Mizuki naksir orang. Tapi gue sebagai calon suaminya boleh kan posesif ke dia?
Tapi gue takutnya malah bikin dia sakit hati.
" Itu pacar lo ya? Kok deket banget" kok Mizuki kaget gitu sih, mukanya juga langsung merah, ada apa sih?
" Engga, bu, bu, bukan lah, dia kan terlalu keren buat gue" lah Mizuki malah muji muji Tresno, kan masih kerenan gue ALDEBARAN.
Mizuki malah balik ke ruang tamu, oh iya Mizuki kok bisa se seksi itu sih. Gobs, mikir apa gue ini.
" Bara, kita semua udah memutuskan, pernikahan kamu bakal dilaksanakan setelah lulus sekolah, kalo kamu ga mau buru buru, bisa kok pas kuliah" Mama ngadain nikahan gue kecepetan nih, kenapa ga pas gue kerja aja.
" Iya mah, Bara nurut aja"
Author POV;
Bara dan keluarganya pulang ke rumah, setelah acara makan makan. Mizuki terlihat khawatir karena Bara curiga dia suka dengan Tresno.
" Duh, kenapa sih ngejodohin nya pas SMA, kenapa ga pas gue kerja aja. Gue kan masih berharap sama Tresno" kira kira itu isi hati Mizuki.
Dan setelah memikirkan Tresno, orang yang ia bahas daritadi mengirim pesan.
Mizu, hai
Aku kemaren liat kamu ke kafe loh, ada Bara juga. Dia ngapain?Ah yang bener?
Iya, kamu ga pacaran kan sama Bara?
Ga lah
Mizuki semakin panik saat Tresno mengetahui bahwa dia kemarin Senin bertemu Bara.
" Kok Tresno tau ya? Apa gue ga liat dia?" Mizuki berfikir seperti itu.
Mizuki kesal, amat sangat kesal. Kenapa dia tidak bisa mendapatkan orang yang dia sukai, padahal mereka sudah dekat dari lama. Dan kenapa harus bersama dengan anak baru kurang ajar dan ketinggian itu.
Mizuki POV;
Ah gue gabisa nerima Bara gitu aja, gue butuh waktu. Apalagi tuh anak baru ketemu Senin kemaren.
Gue juga ga bisa ngelupain Tresno gitu aja. Dia udah deket sama gue. Gatau ah gue capek.
Gue mau tidur aja lah, gue gerah ama hari ini, Bara nanyain hubungan gue ama Tresno, Tresno juga sama.
******
Author POV;
Minggu pagi yang cerah, cahaya matahari masuk lewat celah jendela.
Mizuki mendadak bangun pagi, hari itu.Dia masuk ke kamar mandi mencuci muka serta menyikat gigi.
Ia turun dengan piyama, ternyata ia melihat mama nya menyiapkan sarapan.
"Mizuki tumben bangun pagi" kata mama yang sibuk dengan sarapan.
" Iya mah, reflek" Mizuki hanya menunjukkan giginya.
Tiba tiba ada orang yang mengetuk pintu.
" Mizu, tolong buka pintunya ya nak" mama menyuruh Mizuki untuk membuka pintu.
Mizuki pun pasrah, ia akhirnya membuka pintu. Dan saat membuka pintu.
Bara muncul, belum berkata kata, Bara langsung di tarik menjauh dari pintu.
" Heh pagi pagi, lo ngapain kesini? Lo tau ini hari Minggu kan? Mending pulang sana" Mizuki nampak cuek dengan munculnya Bara di depan pintu.
" Mak gue nyuruh gue buat sarapan pagi di rumah lo, lagian mak lo keliatan biasa aja. Kenapa lo marah sih cantik? " Bara menjitak kening Mizuki.
Mama Mizuki yang dari tadi penasaran ada apa, akhirnya keluar menemui dua orang yang lagi ribut.
" Ada apa ini? Oh ada Bara, sini nak masuk, tante udah bikin sarapan loh buat kamu" mama Mizuki nampak antusias dengan Bara, di banding Mizuki.
Mizuki kaget, karena mamanya tidak mengusir Bara.
Bara tinggal duduk, di meja makan. Reaksi papa Mizuki juga tidak berbeda jauh seperti mamanya, yaitu antusias.
Mereka bertiga sibuk bercakap cakap dengan asik. Sedangkan Mizuki disitu duduk dengan datar. Sambil menunggu Bara untuk pulang.
" Mizuki, nanti mama mau arisan di rumah temen mama, papa mau anterin mama. Jadi kamu ama Bara ya dirumah" Mizuki yang kaget tersedak makanan yang ia makan, Bara dengan cepat memberi air minum.
" Apa?! Mizuki ama Bara di rumah? No way, mending Mizuki sendiri di rumah sendiri daripada sama Bara, berduaan lagi" Mizuki sibuk menggerutu, dan marah marah dalam hati.
Aldebaran POV;
Demi apasih ini? Gue ditinggal berduaan ama nenek lampir, bisa berantakan nih perabot rumah. Tapi kenapa gue malah seneng sih. Gue kan ga suka ama nenek lampir.
Mana jantung gue cepet banget lagi, kayak mau loncat ke luar badan. Apa gue jatuh cinta ke Mizuki?. Engga lah, mana ada pangeran jatuh cinta sama penyihir jahat. Tapi ada kan ada putri yang dikutuk jadi penyihir.
Mizuki mana dari tadi ngoceh melulu, mama nya juga udah berangkat lagi.
" Mizuki, lo mondar mandir melulu, udah mondar mandir, ngoceh lagi. Mending lo jalan ama gue" kenapa dia malah melongo? Kan gue baik, ngajak jalan jalan.
" Apa?! Lu gila ngajak gue jalan jalan, kalo ketemu Tresno gimana? Eh?!!?" Hah Mizuki ngapain nyebut nama Tresno? Apa jangan jangan dia? Kok sakit ya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dear New Student
RomanceSeorang anak baru tampan yang bernama Bara, jatuh cinta pada seorang wanita seksi nan galak bernama Mizuki. Banyak sekali rintangan yang harus di lewati oleh Bara, demi mendapat hati Mizuki. Akankah Bara mendapat hati Mizuki? Atau takdir yang menyat...