Chapter 10
.
Junhui datang kerumah sakit, di tangannya terdapat sebuah mainan untuk putranya. Sepanjang jalan ia tak berhenti tersenyum, dan sesekali menyapa beberapa orang atau perawat yang lewat.
"Selamat sore Junhui-ssi~ ingin bertemu Yunho?" tanya seorang perawat wanita yang baru saja keluar dari ruang rawat putranya.
Junhui menyunggingkan senyumannya, "Ya, apa dia tidur?" tanyanya.
Perawat wanita itu menggeleng, "Dia baru saja selesai makan. Tengoklah, dia pasti senang Ayahnya datang."
"Ahh, terimakasih. Saya masuk dulu." ujar Junhui, kemudian masuk ke dalam ruang rawat putra kecilnya tersebut.
Dilihatnya sang putra tengah memainkan robot kecil yang selalu ada untuk menemani si kecil disana. Ia tersenyum lebar menatap putra kecilnya yang tengah bermain sendiri, masih belum menyadari kehadirannya.
"Yunho Anyeong~ ingin bermain dengan ku?" ujarnya sembari menggerakkan robot sedang yang ia pegang dan bersuara seperti anak kecil.
Yunho pun menoleh dan memekik senang, "Appa!"
Junhui tersenyum manis, lalu mengusak surai sang anak. Ia menyerahkan robot tadi kepada Yunho yang langsung disambut bahagia olehnya.
"Anak Appa sudah makan hmm?" tanyanya sembari mengambil tempat duduk di samping ranjang putranya.
Yunho menatap Junhui dengan sebyum manis, lalu menganggukkan kepalanya. "Sudah."
Junhui tersenyum lebar, kembali mengusap rambut sang putra. Ia membiarkan putranya hanyut dalam permainannya. Selagi menatap keadaan sang anak, Junhui tersenyum miris.
Yunho memang bukan putra kandungnya, namun Junhui sangat menyayanginya. Memikirkan itu membuatnya teringat pada Minghao. Selain itu, satu hal lain yang membuat pikirannya terguncang adalah pertemuannya dengan Wonwoo tadi. Wajah teduh serta tatapan memohonnya membuat Junhui bimbang.
"Aku mohon padamu Junhui-ssi, ijinkan mereka melakukannya. Anggap saja ini permintaan ku yang terakhir, aku tidak akan meminta apapun lagi padamu."
Ucapannya itu membuat Junhui tak mampu menjawab. Ia menatap wajah frustrasi Wonwoo saat itu. Hatinya merasa iba, lelaki manis itu terlihat sangat memprihatinkan.
"Aku tidak bisa memberikan anak lagi untuk Mingyu, sedangkan orang tua Mingyu terus mendesakku untuk memiliki keturunan. Jika bisa, aku lebih memilih untuk mundur dan meninggalkan Mingyu saat ini. Namun, janjiku belum terpenuhi. Aku tidak bisa melalaikannya," jelas Wonwoo lirih. Ekspresinya datar, namun Junhui tahu, getar suara yang keluar dari mulut lelaki manis itu menyiratkan luka.
"Janji seperti apa itu? Kenapa kau melakukan semua ini selama bertahun-tahun demi janjimu itu? Kau tidak lelah terus merasakan sakit, Wonwoo-ya?!" tanya Junhui.
Wonwoo menatap Junhui dengan senyum manis yang mengandung luka. "Tidak penting aku mengatakannya padamu. Selain janji itu, aku juga sedang menguji kehidupanku. Apakah aku bisa bahagia atau tidak, hingga waktu itu tiba," jelasnya.
Junhui tak mengatakan apapun, entah mengapa hatinya begitu terenyuh dengan penjelasan tersebut. Seolah ia bisa merasakan bagaimana, sosok yang terlihat kejam diluar itu terlalu rapuh di dalamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Promise [Proses Revisi]
Fiksi PenggemarSebuah pertemuan yang keliru menjeratnya dalam ikatan keluarga yang tak pernah ia dambakan. Demi kebahagiaan yang tak pernah benar-benar menjadi miliknya, ia rela menjadi penjahat dalam kisah hidupnya sendiri. Dibenci, dikutuk, dan ditinggalkan-itul...
![Last Promise [Proses Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/210157295-64-k35568.jpg)