" Iden... ", panggil Frieda dibalik pintu.
Kosong. Frieda melihat ke arah kamar mandi.
" Lagi mandi kayanya tuh ".
Frieda merasa ingin usil dengan anak semata wayangnya itu, dia melihat ke arah ponsel Haiden lalu mendekat dan ponsel itu berada di genggaman nya. Frieda mengetikan sesuatu di ponsel Haiden lalu dia keluar kamar dan tertawa dibalik pintu.
Saking serunya Frieda tertawa, dia lupa membuat sarapan. Frieda segera ke dapur menyiapkan sarapan.
" Huft segaranya, eum... ", Haiden melihat ponselnya dengan bingung.
Kenapa ponsel nya bergetar terus menerus, Haiden segera melihat setiap notif di ponselnya tapi pertama ke notif Calianda dulu ahay.
Haiden
I like you
06.15
Calianda
I like me too🤣
Wajib disebar nih16.25
" Please gue ngeri, gue gak ngerasa ngechat gitu ", Haiden bingung.
Segera dia ingat sesuatu dan alhasil dia melihat chat dari yang lain.
" Gila, hari ini gue harus nyamar kalau enggak bisa malu gue ", Haiden berpikir sejenak.
" Aha gue punya ide ", segera Haiden membuka lemarinya bersiap sekolah dan tak lupa membawa alat penyamaran.
Haiden keluar kamarnya dan berjalan menuju ruang makan. Haiden duduk di samping papa nya.
" Pa, tau gak masa di kamar Haiden ada hantu pa ", ucap Haiden bergidik ngeri.
" Hantu apa emangnya sampai bikin ngeri gitu ", tanya Alfie.
" Nih ya pa, hantu nya itu canggih bisa main hp Haiden, terus ngetikin sesuatu yang bikin Haiden tuh jadi euwh jijik pa ",jawab Haiden.
" Emang hantu itu ngetik apa dan ke siapa? ", tanya Alfie sekali lagi.
" Hantu nya itu ngetik ' I like you ' dan papa tau gak dia ngirim ke siapa pa, ke Calianda dan sekarang dia nyebarin kalau itu iden yang ngetik ", Haiden terlihat kesal sekaligus malu.
Tak tega melihat anaknya seperti itu Frieda merasa kalau... keusilannya berhasil juga akhirnya.
" Ada apa den? ", tanya Frieda pura-pura tak tahu.
" Itu ma, masa tadi___ ", ucap Haiden terpotong.
" Ada hantu ngetik ' I like you ' ke Calianda ihh nyeremin banget... ", ledek Frieda lalu tertawa.
" Jadi mama yang ngirim pesan itu ke Calianda, mama tau gak sekarang iden tuh malu buat ke sekolah dan mama tau gak baru pertama kali iden malu sampai kaya gini ", ucap Haiden dengan raut wajah kesal menatap mama nya.
Alfie sebagai kepala keluarga tak tega melihat istrinya di omeli seperti itu oleh anaknya tapi tak tega juga melihat anaknya malu seperti sekarang.
" Sudah sudah den, kita lagi di ruang makan gak baik berantem begini oke ", ucap Alfie menegahi.
" Iya pa, den maaf ya mama keterlaluan ", ucap Frieda lalu mengecup puncak kepala Haiden.

KAMU SEDANG MEMBACA
Be with you
TeenfikceHobiku hanya satu yaitu mengganggumu, tapi kalau ada yang berani menghancurkan hidupmu bersiaplah berhadapan denganku. •••• Dengan seribu keusilan dan tingkahmu adalah suatu alasanku bisa bersahabat dengan seseorang seperti dirimu. Kisah kami banyak...