Bloody 06 - Daging Domba

222 8 0
                                    

Scene ini bisa dibilang 21++.

Harap yang belum cukup umur jangan baca, ya.

Untuk Jannette usianya memang belia dan belum 17 tahun. Tapi untuk ukuran gadis di jaman dahulu, bukan berarti underage, ya. Karena orang jaman dahulu begitu sudah menstruasi pasti dikawinin sama emaknya. 😂😂

Oke. Lanjut. Karena Pee lagi seneng nulis jadi update tiap waktu. Jika ada typo harap maklum karena penulis nggak edit. Jadi abis nulis langsung di up. Oke, ya. Silakan tandai aja.

Happy reading 😘😍

Aroma domba bakar menyambut Valentine yang telah selesai membersihkan diri. Janet berhasil membuat domba panggang dengan kentang tumbuk. Rupanya Aaron berbaik hati karena menyiapkan keperluan untuk Valentine tinggal.

"Masakanmu sudah matang?"

Valentine tidak bisa menahan diri. Dia terlalu lapar malam ini. Dan jangan lupakan jika pria itu membutuhkan tenaga untuk mengeksekusi Janet.

"Sudah, Tuan."

Janet menaruh daging domba panggang di atas piring Valentine lengkap dengan kentang tumbuk.

"Apa ini daging domba?" tanya Valentine memastikan.

"Benar, Tuan. Kepala desa memberikan banyak daging domba, sayuran serta buah untuk persediaan."

Janet telah menyimpan sisa daging asap untuk lauk di hari-hari berikutnya. Bahan makanan yang dibawakan Aaron tua cukup banyak. Bisa untuk persediaan selama satu Minggu.

Berbeda dengan Janet yang merasa bersyukur lantaran mereka berdua tidak akan kelaparan karena memiliki banyak stok makanan. Valentine justru tidak bisa berkata-kata. Aaron tua sengaja memberikan daging domba untuknya.

Seperti yang Valentine tahu bahwa daging domba atau kambing bisa meningkatkan vitalitas seorang pria. Dari yang Valentine tahu, bahwa daging domba memicu tensi darah hingga membuat tubuh lebih panas.

Efek panas serta gairah dipercaya datang dari senyawa L-arginin dalam daging domba atau kambing. L-arginin adalah asam amino yang berperan melebarkan pembuluh darah.

Pembuluh darah tersebut akan melebar dan melancarkan aliran darah secara tidak langsung hingga meningkatkan libido pria. Peningkatan aliran darah segar dari jantung ke testis memang dapat membantu memicu produksi hormon seks testosteron.

Valentine terpekur dalam diam. Panggilan dari Janet bahkan dia abaikan. Pria itu yakin bahwa saat ini Aaron pasti menertawai dirinya jika menolak daging domba yang terlihat menggiurkan di depannya.

"Tuan, Tuan ...," panggil Jannette.

"Hmm." Valen memandang Janet setelah kembali dari lamunan.

"Anda tidak makan, Tuan? Bukankah tadi Anda mengatakan bahwa Anda sedang lapar?"

Benar. Valentine tengah lapar. Lapar untuk mengisi perut dan lapar untuk menerkam daging segar di hadapannya.

"Makan." Tangan kanan Valentine bergerak mengambil sendok untuk mencicipi kentang tumbuk buatan Janet.

Enak, batin Valen. Tidak sayang memilih Janet lantaran gadis itu bisa memasak. Tanpa perlu ditanya, Janet juga pasti bisa membersihkan pondok.

"Kenapa kau mau mengikuti acara pelelangan?"

Valen mencoba mencairkan kebekuan di antara keduanya. Mendengar bahasa Janet yang terkesan kaku membuat Valen terganggu.

Janet menatap Valen yang duduk berseberangan dengannya. Pria membelinya itu tergolong tampan dan tegas. Perawakan tinggi serta kekar dengan alis tebal membuat gadis kecil seperti Janet merasa terintimidasi.

"A-aku hanya mengikuti apa yang Mom dan Dad inginkan."

"Termasuk menjual diri?"

"Ya. Termasuk menjual diri. Mereka mengatakan bahwa itu caraku untuk menyelamatkan diri."

Valentine terkekeh. Menyelamatkan diri dari kutukan tapi tidak dengan selamat dari Valentine.

"Kau mungkin selamat dari kutukan konyol itu, Gadis Kecil. Tapi, kau belum tentu selamat dariku."

To be continue.

Yaaaahh .... Zonk deh... Wakakaka

Yang nunggu Valentine belah duren. Harap sabarr. 🙊

BLOODY VALENTINETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang