PSIKOPAT WANITA?

77 15 9
                                    

Suasana rumah itu sangat sepi. Ayah dan ibu nya pergi ke luar kota untuk beberapa minggu karena urusan pekerjaan.

Waktu telah menunjukkan pukul 12 malam,tetapi Desri tidak bisa tertidur.

Malam itu semua lampu mati,keadaan rumahnya sangat mengerikan.

Berbekali sebuah lilin dan cahaya bulan,dia hanya menatapi api lilin tersebut.

Di kamar itu,Desri duduk membelakangi jendela kamarnya. Sambil memikirkan sesuatu,tidak tau apa yang sedang dia fikirkan.

Karena jendela kamarnya terbuka,tiba-tiba..

(ttssuuutttttt) 👈 gitu bunyinya? Kek kentut 😩

Suara angin dari jendela kamarnya di sertai sebuah bayangan yang sangat jelas.

Desri tersenyum melihat bayangan itu.

Desri berdiri dan membalikkan badan,melihat horden kamarnya telah bergerak sendiri .

Dengan tatapan yang tajam dan menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum seperti orang jahat. Tidak ada rasa takut sama sekali.

Berjalan perlahan ke luar jendela. Mengambil sebuah pisau yang ada di atas meja dan berhenti tepat di depan jendela itu.

🍁awal yang susah,untuk mengetahui siapa psikopat wanita yang sesungguhnya🍁

....

"keluar lo" ujarnya dengan menatap serius jendela tersebut.

Bayangan itu kembali terlihat,Desri hanya memandangi dengan posisi pisau di belakang pinggang dan tatapan sinis.

"heyy ayo bermain!!" dengan nada melow seakan sedang mengajak bermain. Kepala nya memiring dan tersenyum smirk

(senyuman smirk merupakan ciri khas psikopat)

(ssrrriiikkkk)

suara sayatan jari tangan

Desri sengaja melukai sedikit jari telunjuknya dan tersenyum. Jarinya mengeluarkan darah merah yang sangat segar

"you hear? Pasti kau bisa mengenali suara ini" menjilat darah yang ada di jarinya

Sedikit lagi bayangan itu terlihat sepenuhnya dan seperti ada langkah kaki seseorang.

Dengan nada yang tidak biasa, "ayolah. Aku rindu bermain-main seperti ini"

Tersenyum dan memainkan pisau yang ada di tangannya.

Senyumannya sangat mengerikan. Dia menjilati darah yang ada di permukaan pisau tajam itu.

"huuhhhh" ujarnya setelah menjilati darahnya sendiri. Seakan-akan sedang menikmati sebuah makanan lezat

seketika senyuman itu berubah menjadi tatapan yang sangat tajam dan terlihat seperti orang yang sangat berbeda dari Desri yang seblumnya.

Tiba-tiba....

"kak Des....." teriak Githa dari luar

 OBSESSIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang