Chapter II: His Call

34 7 0
                                        

Kelas itu hanya terdiri dari empat belas orang. Satu diantaranya memutuskan untuk bolos pelajaran itu dan langsung cabut bersama teman-temannya, meninggalkan tiga belas murid yang masih mengaduk-aduk adonan kukis pada jumat sore itu.

Gurunya, Ms. Kiera berkeliling kelas sambil melihat dan mencoba satu persatu adonan muridnya. Ia adalah seorang wanita yang menurut sebagian besar populasi murid laki-laki Buckingham High School, masih terlihat hot di umurnya yang sudah lewat tiga puluh.

Setelah mengompres hidungnya dengan sapu tangan basah, Anastasia Lee langsung berlari menuju kelas home economics ini. Ia sudah yakin dirinya akan terlambat. Namun begitu melihat Ms. Kiera belum datang ke kelas itu, ia mendesah lega.

Hidungnya memang masih merah, namun tidak ada lagi darah yang keluar. Meskipun demikian, Anastasia tidak peduli karena tidak ada orang yang memperhatikan, jadi dia santai saja saat meletakkan tasnya dibelakang kelas, mengenakan celemeknya, kemudian bergegas menuju meja tempat ia selalu masak sendiri.

Meja panjang itu seharusnya bisa ditempati oleh dua orang, bahkan lebih. Namun karena orang-orang lebih memilih untuk berada sejauh mungkin dari Anastasia Lee, gadis itu selalu menghuni meja itu sendirian. Ia tak keberatan memiliki ruang gerak yang luas saat memasak, namun pasti rasanya menyenangkan kalau sekali atau dua kali dia bisa masak bersama seorang teman.

Tugas mereka untuk hari itu adalah membuat kukis-kukis untuk paskah dan menghiasnya seindah mungkin. Menurut Anastasia itu mudah, jika saja Ms. Kiera tidak bilang kukis itu harus selesai hari itu juga.

Agar bisa selesai lebih cepat, Ms. Kiera membagi kelas itu menjadi berpasang-pasangan sesuai dengan tempat duduk mereka. Yang sangat disesalkan oleh Anastasia... karena ia duduk sendirian. Dan beruntung sekali, Ms. Kiera mengelompokkannya dengan murid yang tak jelas keberadaannya sekarang.

Ya. Ia Zayn Malik.

Karena sang partner membolos untuk yang kesekian kalinya, mau tak mau ia harus bergelut untuk menyelesaikan kukis-kukis paskah ini sendirian.

Karena itulah sekarang, lima menit sebelum bel tanda pelajaran terakhir selesai, Anastasia masih mengaduk adonan kukis-nya sambil menunggu kukis lain yang di oven matang. Sementara teman-temannya yang lain sudah menghias kukis-kukis mereka dalam keranjang.

Ms. Kiera sebenarnya tahu bahwa partner Anastasia Lee adalah Zayn Malik yang sama sekali tidak pernah hadir dikelasnya. Awalnya, karena ia pikir Anastasia itu murid terpandai dikelasnya, gadis itu akan baik-baik saja mengerjakan kukis-kukis ini sendirian. Tapi ternyata, memang dibutuhkan dua orang untuk menyelesaikan kukis tersebut lalu menghiasnya.

Begitu bel berbunyi, kelompok-kelompok lain sudah mengumpulkan keranjang kukis mereka di meja Ms. Kiera, sementara Anastasia masih menunggu kukis terakhirnya matang sambil membungkuk di atas kukis yang sudah matang dan menghias mereka.

Ia sangat sadar bahwa teman-temannya yang lain sudah membereskan peralatan mereka dan siap untuk berakhir pekan. Begitu kelas sudah kosong, Anastasia menggit bibir ketika Ms. Kiera berjalan mendekati mejanya.

"Tidak apa-apa Anastasia," katanya lembut. "Kau tidak harus menyelesaikan ini."

Si Lee mendongak dari kukis-kukis berbentuk kelinci paskah yang masih dihiasnya. "T-Tapi.. erm... B-beri saya waktu l-lima menit lagi. Saya p-pasti bisa m-menyelesaikan ini."

"Sudah kubilang tidak apa-apa," wanita berambut hitam itu bersandar pada meja Anastasia, "Kau mengerjakan bagian punya Zayn Malik juga. Dan itu tidak adil untukmu."

Anastasia berhenti mengerjakan hiasannya, dan menegakkan badannya. "S-Saya tidak akan pernah m-menyelesaikan ini jika harus m-menunggu dia." Kiera tertawa kecil mendengarnya.

LAWLESS || Z.MTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang