Chapter V: Cafetaria Disaster

26 3 0
                                        


"Well, well... Anastasia Lee..." Harry bertepuk tangan begitu Zayn meninggalkan ruangan, diikuti oleh Maia yang mengaku ia harus menelepon seseorang.

Si gadis Lee menyipitkan matanya, jijik mendengar Harry memanggil namanya dengan nada manis yang dibuat-buat itu. Meskipun begitu, Anastasia tetap tidak berani membalas tatapan-nya. Ia terlalu malu setelah apa yang cowok itu saksikan di dapur ini.

"Siapa sangka kalau ternyata kau juga bisa jatuh pada pesonanya Zayn?" Ia berjalan mendekati Anastasia. "Seorang Lee Anastasia yang suci membiarkan dirinya digerayangi oleh seorang playboy! Hah!" Anastasia mengabaikannya, berbalik dan berpura-pura mengecek oven yang masih memanggang kukis-nya.

"Nah, sekarang jangan sombong begitu mentang-mentang kau habis bermesraan dengan Zayn," Bahu Anastasia menegang ketika merasakan pria itu berdiri dibelakangnya. "Kau kira hanya kau satu-satunya perempuan yang pernah digerayangi Zayn di dapurnya?" sindirnya tajam.

Wajah Anastasia memerah membayangkan Zayn bermesraan dengan perempuan lain di meja tempat Zayn habis menciumnya tadi. Dadanya sesak memikirkan bahwa dirinya hanya satu dari sekian banyak perempuan yang pernah dicium Zayn.

Harry tertawa kecil melihat bahu Anastasia yang bergidik. "Sebetulnya aku juga tidak tahu apa dia pernah menggerayangi cewek di dapurnya. Ini yang pertama kali aku memergokinya. Tapi aku jamin banyak perempuan yang sudah menghangatkan tempat tidurnya."

Anastasia terbelalak. "A-Apa maumu U-Styles?"

"Apa yang sebenarnya kau lakukan disini?" Harry memutar badan Anastasia agar gadis itu menghadap ke arahnya.

Anastasia yang masih tidak berani melihat Harry, hanya bisa melihat ke bawah menghindari tatapan angkuh cowok itu. "A-Aku... mengerjakan tugas home ec."

"Tanpa celana?" Dia tertawa keras, "Anastasia... Anastasi... Kau seperti baru saja mengakui betapa murahannya kau."

Mendengar kata 'murahan', kepala Anastasia langsung tersentak, "A-Aku tidak murahan!"

Harry tiba-tiba menyeringai padanya, seakan-akan sebuah bola lampu baru saja menyala dalam benaknya. "Benarkah? Seluruh tindakan serta ucapanmu mengatakan sebaliknya. Kau tahu aku bisa melihat tempat dimana Zayn mengisap payudaramu tadi."

"K-Kau terlalu vulgar!" Anastasia menjauh dari Harry menuju bak cuci piring dan berpura-pura mencuci beberapa gelas kotor yang ada di bak itu, meskipun sebuah mesin cuci piring jelas berada disampingnya.

"Akuilah, Lee. Aku mendengar eranganmu saat Zayn menggerayangimu tadi, dan dari suaramu aku tahu kau menyukainya. Kau menyukai Zayn, kau sama saja seperti pacar-pacar Zayn yang lain." Sesuatu yang hangat dan basah tiba-tiba menempel di leher Anastasia, membuat gadis itu terlonjak. Begitu sadar bahwa benda itu adalah lidahnya si Harry, secara otomatis tangan Anastasia langsung melempar sebuah mangkok melanin dari bak cuci piring ke arah pria itu. Anastasia merasa frustasi ketika mangkok itu tidak mengenainya malah jatuh dengan berisik ke lantai, membuat pria itu tertawa.

"A-Aku tidak m-menyukai Zayn."

"Benarkah?" Seringai Harry makin lebar mendengar pernyataan gadis itu. Si Lee baru saja masuk ke dalam perangkapnya. "Kalau begitu buktikan."

Anastasia menatapnya dengan pandangan bingung. Bagian mana dari kata 'tidak' yang tak dimengerti si Styles ini? pikirnya.

"A-Apa maksudmu?" Merasa bahwa Harry akan mengatakan lebih banyak omong kosong, Anastasia berbalik dan menghampiri meja dapur, berusaha membereskan bahan-bahan yang tadi dia dan Zayn gunakan.

"Sederhana. Buat Zayn jatuh cinta padamu, buat dia memohon-mohon padamu agar kau mau jadi pacarnya. Dan saat itu terjadi, kau kabulkan permintaannya, kemudian kau campakkan dia. Campakkan dia seperti kau mencampakkan mangkok melanin tadi."

LAWLESS || Z.MTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang