Menikah dengan Prim2

224 18 0
                                        

Ketika terbangun di pagi harinya; Erwin mendapatkan dirinya tidur sendirian di kamar kostnya sehingga ia mendesah kecewa...tetapi samar-samar ia masih dapat mencium bau jeruk purut bercampur dengan bau cendana...

Dan secara tidak sadar Erwin meraba alat vitalnya...masih agak lengket ...bahkan kemudian ia meraba bokongnya...agak lengket...

"Sisa semalam?" kata Erwin pelan dan langsung tersenyum mengingat akan pengalamannya bersama Prim semalam.

Sekarang ia tidak dapat lagi membedakan apakah ia berada di dalam mimpi atau bukan...

Dan Erwin ingat betul akan janji Prim untuk menjemputnya malam nanti...

Mereka akan menikah...malam nanti...

Seharian Erwin tidak sabaran menantikan malam datang menjemputnya.

Dan waktu sepertinya lambat sekali...sejak sore hari Erwin telah mempersiapkan dirinya sebaik mungkin sebelum dijemput oleh Prim. 

Tak sabar rasanya Erwin menunggu kedatangan Prim sampai akhirnya...

Sama seperti kemarin malam; malam itu Prim langsung datang mengetuk pintu kamarnya...

Seperti kemarin malam, Prim datang dengan senyumnya yang khas...senyum lelaki istimewa yang membuat dirinya merasa bahagia.

Seperti dejavu rasanya, mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya dalam semalam.

"Kita akan menikah secara adat malam ini" bisik Prim.

Tak terasa Erwin mengangguk kemudian ia diajak pergi oleh Prim.

Di depan rumah kostnya telah menanti sebuah mobil berwarna putih.

Masih dalam pelukan Prim, Erwin membiarkan dirinya dibawa masuk ke dalam mobil...semuanya terjadi begitu saja dan Erwin merasa dirinya begitu bahagia apalagi Prim kerap mengecupnya dengan penuh sayang.

Di dalam mobil Erwin membiarkan dirinya terus dipeluk erat-erat oleh Prim.

Ia merasakan dirinya betul-betul dimanja oleh lelaki yang sangat dicintainya itu.

Entah berapa lama mereka berada di dalam mobil; tau-tau mobil yang ditumpanginya berada di depan rumah keluarga Prim.

Sama seperti kejadian yang dialaminya kemaren malam, Erwin melihat rumah yang sama.

Rumah keluarga Prim terlihat megah, kebunnya tertata rapih.

Seorang pembantu rumah tangga menyambut mereka dengan senyuman ramah dan membuka pintu untuk mereka.

Erwin berjalan dibimbing oleh Prim.

"Benar-benar seperti mimpi rasanya" kata Erwin dalam hatinya.

Ingin ia mencubit tangannya untuk membuktikan ia tidak bermimpi...

Erwin mencubit tangannya kuat-kuat...

"Aduh...sakit gila!" Erwin mengaduh kesakitan dan Prim tertawa kecil kemudian menggandeng tangan Erwin untuk terus bersama-sama melangkah masuk ke dalam rumah.

Samar-samar Erwin mendengar suara anjing mengulun ramai sekali sehingga membuat Prim cemberut dan menengok ke arah pembantunya.

Pembantu perempuan itu mengangguk dan tak lama kemudian ia pergi...menghilang begitu saja...

Sesaat kemudian suara anjing tetangga yang tadinya ramai berganti dengan suara terkaing-kaing dan ...kemudian berhenti.

Hal ini membuat Erwin merasa heran, mendadak dadanya terasa sesak dan tubuhnya terasa dingin.

Lelaki IstimewaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang