Keesokan paginya ketika Erwin bangun, ia hampir tidak percaya bahwa ia tidur di ranjang besar di sebuah kamar asing.
Erwin mengucak mata seperti biasa ketika baru bangun dan yang pertama-tama dilihatnya adalah foto besar berwarna dari Prim tergantung di dinding kamar.
"Ah, ternyata aku gak mimpi...kali ini Prim beneran bawa aku ke rumahnya" kata Erwin kepada dirinya sendiri.
Ketika Erwin melongok kamar tidur, dilihatnya ada kamar mandi di dalam...
"Asik...jadi ga repot keluar pas mau mandi" seru Erwin senang.
Dengan segera Erwin masuk ke kamar mandi dan dilihatnya handuk bersih tergantung dan sabun mandi semua sudah tersedia.
Kamar mandi terlihat bersih dan rapi...bau jeruk purut serta cendana menguar di seluruh ruangan sehingga hidung Erwin kembang-kempis hendak terus menghirup bau yang disukainya itu.
Tak sabar Erwin untuk mandi...apalagi ada keran air hangat di kamar mandi itu.
Setelah mandi, dengan terbalut handuk besar Erwin bingung karena ia tidak membawa cd baru.
Iseng-iseng dibukanya lemari pakaian.
Ada setumpuk pakaian serta tulisan di situ...
"Yang, pakai ini ya...muach...muach" begitu isi tulisan itu.
Ternyata Prim telah menyediakan cd baru buat dia begitu juga kaos dan celana pendek untuknya.
"Tetapi Prim dimana ya?" tanya Erwin dalam hatinya.
Ketika Erwin melihat jam di dinding ternyata sudah pukul 8 lewat, hampir setengah sembilan pagi.
Sekarang terpikir oleh Erwin apa kata mertuanya kalau ia bangun kesiangan?
Dengan perasaan agak malu Erwin keluar dari kamarnya yang mewah...
"Pagi Erwin, mama da siapin makan pagi kamu" tiba-tiba terdengar suara mamanya Prim.
Erwin melihat mertua perempuannya telah menantikan berdiri tak jauh dari depan kamar tidurnya bersama Prim.
Mertua perempuannya tersenyum hangat sehingga membuat hati Erwin menjadi besar.
"Ngggg makasih tan....eh ma" jawab Erwin malu-malu.
"Sama orang tua sendiri tidak perlu malu" kata mamanya Prim yang kemudian menghampiri Erwin.
Perempuan tua itu menggandeng tangan Erwin sehingga Erwin pasrah saja diajak ke ruang makan.
Erwin melihat di meja makan tersedia bubur dan roti.
"Kamu mau makan apa nak?" tanya mama Prim.
"Bubur aja ma" jawab Erwin sehingga membuat mama Erwin kaget.
Hal ini membuat Erwin bertanya-tanya..
"Kenapa ma?"
"Ah engga, Prim juga suka makan bubur kalo pagi sama seperti kamu".
"Kamu memang jodohnya Prim" kata mama Prim tersenyum hangat sehingga membuat cuping hidung Erwin kembang-kempis.
"Perut lapar dikasih makanan enak dibarengi rasa bahagia...bener-bener hepi" kata Erwin tersenyum di dalam hatinya sambil memandang mertuanya itu.
Dan perempuan tua itu balas memberikannya senyum keibuan sehingga membuat Erwin merasakan kasih sayang seorang ibu darinya.
Pagi itu Erwin makan ditemani mertua perempuannya.
Ia pengen menanyai Prim dan sepertinya perempuan tua itu maklum.
"Prim kerja sama papanya, tar maleman baru pulang" mertua Erwin menjelaskan sambil tersenyum..
KAMU SEDANG MEMBACA
Lelaki Istimewa
HororErwin yang baru saja patah hati tak sengaja bertemu dengan seorang lelaki yang mengajaknya berteman. Lama kelamaan hubungan mereka semakin intim sampai akhirnya Erwin menemukan kejanggalan dari lelaki istimewa yang menjadi kekasihnya itu. Ini adalah...
