BnHA ©Horikoshi Kouhei
Title - Sick
Pairing - TodoBaku
×××
Pagi itu, Bakugou tidak teriak seperti biasanya. Pagi itu, hari yang sangat diimpikan murid 1-A Yuuei. Bakugou tidak masuk. Dan pastinya, Kelas cukup tenang tanpa kehadiran Si Bom Idup itu.
Begitu juga untuk Todoroki. Dia juga cukup senang Bakugou tidak masuk. Disisi lain, dia mengkhawatirkannya. Dia berniat mengecek kamar Bakugou sepulang sekolah. Karena, tidak ada yang tahu kemana perginya Pemuda Ash Blonde ini.
Sebenarnya jika sedikit jujur, pemuda dengan surai merah putih ini merindukan teriakan Bakugou. Hari tenang ini rasanya hanya ... terlalu tenang.
Selesai kelas, si capricorn itu memutuskan menuju asrama Bakugou, walaupun cukup lama berdebat dengan batinnya. Ia gengsi, tentu saja.
Bahkan ketika dihadapkan dengan pintu kamar Bakugou, lagi-lagi Todoroki harus memutar otak, lanjutkan, atau tidak? Tentunya akhirnya ia mengetuk pintu. Tak ada jawaban. Dan terus begitu sehingga si tamu yang tidak sabar ini membuka kenop pintu. Tidak terkunci.
Matanya menerawang ke seluruh penjuru ruangan. Cukup rapi untuk seorang pembuat keributan. Kemudian menangkap siluet seseorang berbaring dibalik selimut nya, menggigil.
"Oy, Bakugou." Pemuda yang dipanggil Bakugou itu menoleh.
Melangkah masuk, tatapan sengit dilayangkan oleh lawan bicaranya, "Siapa yang menyuruhmu masuk, Hanbun Yaro?!" sedikit berteriak, tapi malah terkesan lucu karena nadanya lemas.
Pemuda bersurai merah dan putih ini terkekeh pelan. Membuat Bakugou lagi-lagi kesal melihat nya.
Menghiraukan pertanyaan yang memang tidak penting itu, Todoroki menatap temannya ini sembari mengeluarkan kotak dari tasnya. "Kau sudah makan?"
Menggeleng pelan, ia membalikkan tubuhnya, enggan menatap Todoroki yang menurutnya mengganggu. Lagipula apa-apaan? Mendadak datang tanpa permisi, kemudian bertanya begitu.
"Makan, kau tidak suka meringkuk terus menerus, 'kan?"
Beberapa detik berpikir keras, ia kemudian duduk. Mungkin tidak ada salahnya menerima pemberian Todoroki, toh, dia juga belum makan sejak malam.
"Buka mulutmu."
Bakugou yang keras kepala ini bersumpah segala yang ia lakukan adalah tidak lain karena ia sakit. Karena ia langsung menerima suapan demi suapan dari Todoroki. Membuat temannya ini menyeringai.
Kotak itu tandas dalam beberapa menit, entahlah, tapi perasaan menyenangkan timbul dan menyebar dari dada cowok ini ketika Bakugou menurut begitu saja. Kemudian ia memasukkan kotak makan itu kembali ke tasnya.
"Aku ingin kau seperti ini terus." Ucapnya pelan.
"Maksudmu, kau ingin aku sakit terus menerus?"
"Apa? Tidak, aku hanya ingin kau diam seperti ini. Lebih manis dari kau biasanya."
Matanya menatap lekat mata Bakugou, membuat Bakugou dengan cepat memalingkan wajahnya. Entahlah, rasanya tak nyaman ditatap intens begitu. Membuatnya mual, tapi sedikit candu. Ia ingin lagi.
"Bakugou, kau ingin sembuh?" Ucapannya hanya dibalas anggukan kecil oleh Bakugou.
"Tatap aku."
Menurut, ia menoleh dan kembali menatap Todoroki. Kemudian terkejut saat merasakan benda kenyal dan lembab menempel di bibirnya, juga hembusan nafas yang ... entahlah, menyenangkan. Mata Todoroki terpejam, sepertinya ia menikmatinya.
Mengikuti permainan itu, ia ikut memejamkan mata, kemudian secara tidak sadar ikut membalas tautannya. Sialan, jantungnya berdebar tidak menentu.
5 menit, mereka kehabisan nafas. Meskipun sedikit kecewa, akhirnya Todoroki melepaskan pangutannya. Saliva yang entah milik siapa menempel dan jatuh ketika wajah mereka saling menjauh. Menandakan mereka benar-benar menikmatinya.
Jika dilihat lagi, wajah mereka begitu merah, terlebih lagi Bakugou. Aneh, tapi sisi lain dari Bakugou ini membuat anak dari hero nomor 1 ini senang.
Otaknya bahkan begitu lambat untuk memproses kejadian mendadak barusan, "Oy! Shouto! Apa yang barusan kau lakukan!?"
"K-kau? Kau memanggilku Shouto?"
"Aku tidak bilang begitu, Kuso Hanbun Yaro!!"
Belum sempat Bakugou menarik kerah Todoroki, pemuda itu sudah berdiri menggenggam tas berisi kotak makannya.
"Oy! Mau kemana kau?!"
"Kau akan sembuh secepatnya, aku turun dulu."
Sungguh? Apa-apaan Tuan Todoroki ini? Menyebalkan. Bakugou kembali berbaring, memiringkan tubuhnya, menghadap dinding. Ia berusaha tidur.
"Tch! Shouto sialan!"
End~
A/N
Sorry, ini buku dulu ditulis anak kelas 2 smp, jadi penulisan dan alurnya masih gak jelas. Dan disini aku cuma betulin alur dan penulisan yang gak jelas itu karena males ulang alur dan muter balik ide.
Sejujurnya feel aku buat ship ini udah berkurang, lagi suka nontonin series netflix. Mungkin sejak attack on titan s4 selesai jadi males nontonin anime.
Mau saran dong, buku ini mending dilanjutin, dilanjut+revisi, atau berhenti dan cari judul lain?
Kalo dilanjut aja, artinya tulisan absurd aku waktu kelas 2 gak akan direvisi, biarin aja kaya gitu. Kalo revisi dan lanjut, mungkin updatenya bakal lama banget, dan kalian juga jangan berharap banyak, soalnya aku sendiri gak akan merubah alur segitu banyak.
Terakhir, lebih suka baca dialog baku, atau non baku? Ini untuk dialog aja, untuk penulisan aku masih pake 3nd POV alias POV saya.
Terimakasih, mohon maaf atas hilang kabar selama hampir 1 tahun.
KAMU SEDANG MEMBACA
TodoBaku
Fanfiction[Drabble Collection] Todoroki Shouto × Bakugou Katsuki BnHA just for ©Horikoshi Kouhei This book is just a fanfiction. Warning! Yaoi/Shounen-ai! Homophobic dilarang mendekat! ×××
