Resah 🥀

287 6 1
                                    

Malam semakin larut, bulan yang tadinya Menerangi malam bak tersenyum menyampaikan pesan bahagia kian tertutup kabut asap entah dari mana. Ribuan bintang yang tadinya bertebar indah pun telah hilang tertelan pekatnya kabut yang semakin lama semakin terlihat mencekam. Hanya suara burung-burung malam yang masih sedikit mengeluarkan kicauan merdu nya, ahh itu bahkan lebih terdengar seperti cicitan dari pada kicauan.

Tapi hal tersebut rupanya tak menyurutkan nyali dari 2 pemuda yang saat ini sedang menatap kedepan menerawang sesuatu yang entah sadar atau tidak malah membuat pikiran mereka semakin tertekan. Di teras dorm yang mereka tempati, Dengan pandangan lurus kedepan keduanya bahkan belum mengucapkan sepatah katapun dari sejam yang lalu ketika pemuda yang lebih muda ikut mendudukkan dirinya di sebelah yang lebih tua.

Helaan nafas keduanya bahkan dapet didengar masing-masing dari mereka, walaupun begitu keduanya belum berniat beranjak dari sana padahal udara semakin mencekik memerintahkan mereka untuk segera meninggalkan pergelutan batin keduanya, sebut saja begitu. Hingga yang lebih muda akhirnya memutuskan untuk setidaknya memecahkan keheningan yang tanpa sengaja mereka ciptakan,

"Hyung, apa yang akan kau lakukan jika seandainya kau pulang besok?" Sunghoon, dengan pandangan masih mengarah ke depan menanyakan sesuatu yang agaknya menjadi penyebab Kecemasannya sejak tadi.

Heeseung, si lawan bicara tak langsung menjawab pertanyaan yang lebih muda, alih-alih menjawab Ia memilih untuk menghembuskan nafasnya kasar lalu menggeleng, tanda bahwa Ia pun tak memiliki jawaban untuk pertanyaan Sunghoon. Namun beberapa detik kemudian Ia menatap Sunghoon dengan pandangan sulit diartikan,

"Mungkin aku akan gila,." satu kalimat yang membuat Sunghoon bahkan Heeseung sendiri menahan nafas. Kalimat yang sebenarnya terucap tanpa pemikiran yang matang, spontan dan terkesan frustasi. Namun hal tersebut tak bertahan lama karena yang lebih tua lalu tersenyum dan menanyakan hal yang sama pada yang lebih muda,

"Bagaimana denganmu? Kau akan kembali ke Arena skating?,"  Sunghoon menatap Heeseung lamat-lamat lalu menggeleng kecil dan tersenyum,

"Aku tak akan kembali ke Arena, karena mungkin aku akan sama gilanya dengan mu Hyung," Ia terkekeh di ujung kalimatnya lalu melanjutkan,

"Aku tak tau reaksi apa yang akan Ibuku berikan jika aku gagal besok, menjadi gila mungkin jawaban satu-satunya saat ini. Benarkan?" Kekehannya membuat Heeseung tau, lawan bicaranya ini sedang mencoba menghibur dirinya sendiri karena kecemasan tiada akhir yang mereka rasakan dari 5 hari yang lalu.

Tanpa berniat menanggapi pertanyaan Sunghoon yang terkesan seperti pernyataan di benaknya itu, ia bangkit lalu menarik nafas cukup dalam dan menghembuskan nya perlahan. Merentangkan tangannya keatas sebagai peregangan untuk ototnya yang seperti mati rasa karena duduk selama 2 jam tanpa melakukan apapun.

"Besok mari lakukan dengan Maksimal, kita harus bertahan agar tidak Gila setelah pengumuman besok,". Ucapnya pada Sunghoon sambil berlalu masuk, tapi sebelum itu Ia sempatkan untuk menepuk bahu Sunghoon sebagai signal bahwa Sunghoon tak sendiri.

"Cepat masuk dan tidur jika kau tak ingin tubuhmu kelelahan sebelum tampil atau kau akan benar-benar gila besok," Tambahnya lagi sambil terkekeh dan benar-benar berlalu dari sana.

Sunghoon hanya menatap kepergian hyungnya dengan pandangan datar. Memilih bangkit dan masuk untuk bersiap tidur.

"Ck, Kurasa memang aku hampir gila karena memikirkan besok" cibirnya pelan.

End.

ONESHOOT I-LANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang