Siang itu Jimin sedang bersandar pada dinding ruang latihan bersama dengan trainee lain, tidak begitu jauh, hanya berjarak beberapa meter dari trainee lain yang sedang berbincang. Tangannya sibuk menyisir poninya kebelakang, panas.
Beberapa kali mendengus kesal karena bosan. Jam sudah menunjukkan pukul 12:49kst ketika matanya tak sengaja melirik kearah jam disudut ruangan.Ia meraih Ponselnya yang sengaja di geletakkan di dekat botol minum disebelahnya setelah makan siang tadi, berniat membuka salah satu aplikasi berlogo burung biru untuk melihat apa yang sedang banyak dibicarakan pada hari ini. Tangannya masih terus menscroll kebawah dan matanya sibuk membaca tiap kalimat yang menurutnya menarik, hingga tanpa sengaja aplikasi tersebut terefresh otomatis dan membawanya kembali pada bagian paling atas.
Dahinya mengkerut membaca tiap kata yang di sampaikan oleh si pengirim, hingga kemudian matanya terbelalak.
"Hyung..hyung.. Hey kalian, cepat kemari! Lihat ini," Ia berteriak panik, matanya tak lepas dari layar ponsel hingga Jaeho menepuk bahunya.
"Apa, ada apa?," Jaeho bertanya bingung, mengenai apa yang membuat Jimin berteriak panik.
"Lihat ini lihat," semua trainee berkumpul, bahkan beberapa staff yang mengawasi mereka juga ikut berkumpul melihat apa yang ada di ponsel Jimin, membaca caption yang di tulis oleh si pengirim dan Jaeho mengklik salah satu video yang di tunjuk oleh Jimin setelah memastikan semuanya telah membaca caption yang ada. Mata mereka terbelalak dan secara bersamaan menutup mulut dengan sebelah tangan, terlalu terkejut dengan isi dari video tersebut.
Divideo itu, terlihat teman-teman mereka yang sedang di kerubungi oleh banyak orang yang membawa kamera dan ponsel yang diangkat tinggi-tinggi, Heeseung yang sedang berjalan merangkul bahu sunoo yang kepalanya terus di tundukkan, ada Jay yang menarik tangan Jake yang juga di gandeng oleh Ni-Ki dan Sunghoon yang berusaha melindungi Jungwon yang hampir terseret oleh kerumunan yang mengerubungi mereka.
Berbeda dengan hyungnya yang berusaha menunduk menutupi wajah, Ni-Ki berusaha terlihat tenang dengan mengangkat kepalanya kedepan, matanya menatap kerumunan nyalang, ada rasa tidak senang ketika melihat orang-orang yang mengerubungi mereka membuat salah satu hyungnya ketakutan. Berbeda dengan Ni-Ki, Jay mendesis sinis ketika mendapati kerumunan semakin padat, badan mereka terhimpit dan terdorong hingga sulit untuk melangkah, matanya menatap nyalang setiap orang yang berusaha memotret mereka, sesekali Ia menunduk untuk memastikan bahwa Jake tetap aman dalam rangkulannya, dan sesekali matanya akan mengawasi hyung dan member yang lain, menjaga mereka semua agar tetap dalam pandangannya.
Melihat itu, mereka semua terdiam dengan wajah khawatir. Seon yang lebih dulu tersadar dari keterkejutannya langsung berlari keluar mencari tasnya dan mengambil Ponsel guna menghubungi salah satu dari teman-temannya. Heeseung menjadi satu-satunya orang yang terlintas di pikirannya untuk Ia hubungi.
Panggilan tersambung, tapi hingga di detik ke sepuluh masih tidak ada jawaban. Sungguh mereka semua mengkhawatirkan teman-temanya disana. Bahkan K sudah menggigiti ibu jari saking khawatirnya. Taki juga sudah mulai menggoyangkan kakinya karena terlalu khawatir.
Panggilan coba di sambungkan lagi oleh Seon, dan di detik ketiga mereka semua bisa mendengar suara Heeseung di ujung sana,
"Hallo.." semua mata menatap kearah Seon, Geonu meremat tangannya ketika suara Heeseung terdengar.
"Hallo, ini aku Seon. Kalian baik-baik saja kan?" Seon bertanya dengan sedikit terburu-buru, kentara sekali bahwa Ia sangat khawatir. Bagaimana tidak, teman-temannya di kerubungi seperti semut yang mengerubungi gula yang berserakan. Ditambah dengan kondisi Seoul yang cukup mengkhawatirkan, bagaimana mungkin Ia bisa tidak khawatir.
"Oh, hyung.. Kau sudah melihatnya?" yang ditanya malah balik bertanya yang membuat K refleks merebut ponsel Seon secara paksa,
"Jawab saja, apa kalian baik-baik saja?" K bertanya dengan nada menuntut. Ia membutuhkan jawaban saat ini, dan bukan hanya dirinya, tapi semua orang disini membutuhkan jawaban Heeseung.
Diujung sana, Heeseung terkekeh ketika mendengar suara K yang sedikit mengintimidasi walau getaran khawatir masih bisa dirasakannya,
"Baik hyung, kami semua baik-baik saja. Apa kau juga sudah melihatnya?" helaan nafas mereka terdengar bersamaan dengan kekehan diujung sana yang mereka tebak itu Jay,
"Bukan hanya aku, kami semua melihatnya. Bahkan beberapa staff juga sudah melihatnya. Apakah kalian sungguh baik-baik saja?" lagi, K kembali menanyakan hal serupa karena dirasanya jawaban Heeseung masih belum cukup membuatnya tenang.
"Ya hyung, kami baik-baik saja. Sunoo dan Jake sedang istirahat sekarang." bukan Heeseung, Jay yang menjawab pertanyaan K, dan helaan nafas K kembali terdengar ketika mendengar bahwa mereka sungguh baik-baik saja.
"Kami semua benar-benar mengkhawatirkan kalian, Geonu hyung bahkan hampir menangis tadi." Taki melirik Geonu, namun sesaat setelahnya Ia pura-pura membuang muka dan kembali menatap ponsel yang dipegang oleh K. Diujung sana, mereka terkekeh mendengar ucapan Taki.
"Maaf, sudah membuat kalian semua khawatir, tapi kami sungguh baik-baik saja, " Sunghoon mencoba meminta maaf dan menegaskan kembali bahwa mereka sungguh baik-baik saja.
"Sampai di dorm nanti, mandilah dengan air hangat. Setelah itu istirahat. Jangan lupa untuk makan malam terlebih dahulu.." Pesan yang disampaikan Hanbin mendapatkan anggukan serempak dari yang lain,
"Iya hyung, jangan khawatir.." diujung sana, Heeseung mencoba memberikan signal bahwa mereka sungguh baik-baik saja dan menyuruh mereka yang berada disini untuk tidak terlalu mengkhawatirkan mereka. Semua akan baik-baik saja, ucapnya.
"Hyung, sampaikan salamku pada Ni-ki yah, katakan padanya bahwa tadi matanya keren sekali. Dan katakan juga pada Jay hyung, untuk mengajarkan ku tatapan seperti tadi suatu saat nanti.." dan pesan Taki langsung disetujui oleh Jay,
"Tentu,"
"Baiklah, aku akan menutup panggilannya. Jangan lupa pesan Hanbin tadi. Dan jangan coba-coba untuk melupakannya.," sebelum menutup panggilan, K kembali mengingatkan mengenai pesan yang disampaikan Hanbin beberapa waktu lalu. Dan setelah mendapatkan jawaban dari si lawan bicara, K menutup panggilannya dan bernafas lega. Setidaknya adik-adiknya disana sudah mengatakan bahwa mereka sungguh baik-baik saja. Hal itu sudah membuatnya cukup tenang, begitupula dengan trainee lain.
END.

KAMU SEDANG MEMBACA
ONESHOOT I-LAND
FanficHanya tentang penggalan-penggalan kisah manis, asam, pahitnya perjuangan mereka dalam meraih Mimpi. Dipertemukan karena tujuan yang sama, mimpi yang sama, dan doa yang sama. Berkembang untuk tetap tinggal atau Jalan di tempat dan berakhir pulang? ...