Marahan sama Bang Jihoon

322 30 1
                                        

Setelah pulang dari acara Birthday party itu, Jihya dan keluarganya pulang ke rumah. Sampai di rumah Jihya marah-marah sama Jihoon.

" Bang, Lo yang udah ngerancang acaranya kan ? "-Jihya

" Iya, emang kenapa ? "- Jihoon

" Lo kira itu acara apaan ? Pake motong kue barengan lagi. Lo kira acara ulang tahun pernikahan ? "-Jihya

" Haha maaf dah, gua sengaja ngerancang kayak gitu biar kalian berdua bisa deket "-Jihoon

" Deket apaan ? Gara-gara acara tadi gua jadi kagak pede tau. "-Jihya

" Yaudah maafin gua "- Jihoon

" Auah kesel gua sama Lo "- Jihya

Jihya pun pergi ke kamarnya.

" Ihh kesel banget gua sama bang Jihoon!!!! Ihhh kesell banget!!! "-Jihya ngomong sendiri

_______________SKIP BESOK___________

Hari ini Jihya bangun seperti biasanya. Dia langsung pergi ke meja makan. Dia melihat Jihoon yang sedang makan.

" Astaga gua masih ngga mood liat mukanya bang Jihoon. Dahlah langsung ke kampus aja "-batin Jihya

Saat Jihya mau pergi, eomma Jihya langsung manggil Jihya

" Jihya, sarapan dulu "-Eomma Jihya

" Ngga ma, ntar aku sarapan di kampus aja "- Jihya

Jihya langsung pergi gitu aja.

______________DI KAMPUS_____________

Jihya lagi duduk di taman.

" Anjerrr gua kesel banget ToT "-Jihya

Tiba-tiba..........

" Woy!!! "

Ada orang yang ngagetin Jihya.

" Ehh anak ayam dimakan ikan "-Ucap Jihya dengan kaget

Ternyata orang yang ngagetin Jihya adalah Haruto.

" Anjir gua kira siapa "- Jihya

" Hehe, Lo kok sendirian disini ? "- Haruto

" Iya, gua lagi badmood "-Jihya

" Badmood ? Karena apa ? "- Haruto

" Karena bang Jihoon "-Jihya

" Hah ? Bang Jihoon?! Emang ada apaan ? "- Ucap Haruto dengan wajah kaget yang berlebihan

" Anjir muka lo kayak sapi beranak wkwk "- Jihya

" Masa sih ? "-Haruto

" Iya. Aduhh perut gua sakit ketawa liat muka Lo "-Jihya

" Gapapa lah kan itu perut Lo bukan perut gua "- Haruto

" Anjir kau tak berperikemanusiaan "- Jihya

" Kau dah macam Upin Ipin "-Haruto

" Kau masih macam sapi beranak wkwkwkwkwk "-Jihya

" Anjer kau kalau menghina orang suka banget yak ? "-Haruto

" Tergantung sih kalo lagi mood "-Jihya

" Hahahahhahahaha "-Haruto

" Napa Lo ketawa Abang Naruto ? "-Jihya

" Ehh Haruto bukan Naruto. Kalo Naruto itu kembaran gua "-Haruto

" Ngga peduli gua, yang pasti muka Lo kayak sapi beranak wkwkwkwkwk"-Jihya

" Anjer kau itu yaa, kau mau ku cium ha ? "-Haruto

" Ehh ngga mau gua soalnya Lo masih bau sapi awokawok 🤣 "-Jihya

" Ehh ini gua udah mandi 2 kali dari tadi pagi, trus pake parfum terharum di dunia "-Haruto

" Iya parfum sapi 🤣🤣🤣 "-Jihya

Tiba-tiba si Junghwan Dateng

" Ehh ini kenapa pada panggil-panggil sapi segala sih ? "-Junghwan

" Ehh sapi benerannya dateng to 🤣"-Jihya

" Iya wehh 🤣🤣"-Haruto

" To, kau mau ku tabok ? "-Junghwan

" Silahkan aja "-Haruto

" Ihh Udah-udah, sapi sama sapi beranak tolong diem "-Jihya

" Ehh namanya Haruto juga isi sapinya ? "-Junghwan

"Iya donk "- Jihya

" Hahahahhahahaha akhirnya yang namanya sapi bukan gua doang🤣 "-Junghwan

Yaa mereka ketawa² ngga jelas. Padahal cuma hal kecil begitu kenapa jadi ngakak banget kelihatannya. Ya mungkin karena mereka merasa kesepian jadi mereka menghilangkannya dengan tertawa

Tiba-tiba Asahi datang..

" Ehh Asahi "-Jihya

" Lagi pada ngapain kok seru banget kayaknya ? "-Asahi

" Lagi ghibahin sapi beranak 🤣 "-Jihya

" Anjer sampe sapi beranak aja dighibahin. Kagak punya kerjaan banget sih "-Asahi

" Maksudnya bukan sapi beranak beneran, tapi sapi beranak yang gua maksud itu si Haruto "-Jihya

" Lagu to, kapan Lo beranak ? "-Tanya Asahi ke Haruto

" Anjerrr gua ngga beranak yaa "-Haruto

" Jadi gini, tadi si Haruto masang muka kaget gegara gua lagi marahan sama bang Jihoon. Trus ekspresinya kayak sapi beranak "-Jihya

" Hah ? "-Asahi

Perjodohan// So JunghwanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang