Huhuu ketemu lagi sama author😂
Jadi ini adalah extra part ke 4 hehe, nah author mohon nih kasih komentar kalian juga di part ini ya😚😭
Happy reading gaesss🎉
Setelah menunaikan sholat maghrib, r
Reynand dan Putri sudah bersiap-siap untuk belanja. Karna Reynand sudah berjanji kemarin malam untuk membeli kebutuhan tiga baby nya.
Reynand begitu semangat menanti sang baby, apalagi setelah mendengar tiga baby kemarin. Reynand memaksa Putri untuk usg. Dan benar, bahwa diperut Putri ada tiga baby mungil yg sebulan lagi akan melihat dunia.
Drrrttt...drrtttt...drttt
Reynand urung membuka pintu mobil, karna ada telpon yg masuk.
Dan ternyata yg menelpon adalah Dion. Reynand hendak mereject tapi Putri menatap tajam Reynand, seolah-olah akan menelan Reynand hidup-hidup.
"Angkat dulu telpon nya, siapa tau penting" ucap Putri.
Reynand mengangguk, lalu menggeser ikon bewarna hijau.
"Hallo Yon?"
"...."
"Ga bisa"
"...."
"Gue mau pergi sama Putri, besok aja atau nanti pas gue pulang abis belanja sama Putri"
"...."
"Ga bisa dipending?"
"...."
"Gue sama Putri udah mau siap-siap"
"...."
"Aelah lo batalin aja yah"
"...."
"Ck, iya iya"
Reynand langsung mematikan telpon nya lalu menatap Putri dengan sendu.
"Ga jadi ya?" tanya Putri santai.
Reynand mengangguk lemas seraya mengelus perut buncit Putri.
Meski begitu, Putri tetap mengembangkan senyum nya.
"Ga papa besok aja, kasian Bang Dion selalu aja urus perusahan sendirian, kan Rey selalu nyerahin semuanya sama Bang Dion. Kali ini jangan bikin repot Bang Dion yah?" pinta Putri dengan lembut.
Hati Reynand seketika menghangat. Jika saja Putri adalah wanita lain pasti sudah ngambek ga jelas. Tapi Putri? Ahhh Reynand jadi tambah sayang dan cintahh.
Putri berbalik menuju rumah, mungkin Putri duduk-duduk santai aja di kamar dengan menonton drakor sembari menunggu Reynand selesai dengan urusan kantornya.
Lagi pula, Reynand sudah begitu sering mengabaikan urusan kantornya karna ingin menjaga Putri 24 jam. Reynand terlalu posesif bukan?
Tiba-tiba lampu di kamar mati. Bahkan Putri melihat ledakan kecil di lampu tersebut karna sebelum nya lampu itu berkedip-kedip.
Putri takut ada arusan listrik yg terbakar. Jadi putri buru-buru mebelpon tukang servis listrik.
"Sabar ya nak, abis diperbaiki lampunya kita nonton drakor abang ganteng" lirih Putri pelan sembari mengelus perut nya.
Tak lama suara bel terdengar. Putri membuka pintu tersebut, lalu disuguhi senyuman yg hampir saja membuat Putri meleleh.
Bagaimana tidak meleleh? Tukang servis nya ganteng amat, mana masih muda lagi.
"Dengan Nona Alvaro wijaya?" tanya pemuda itu.
Putri mengangguk lalu mempersilahkan pemuda itu masuk. Pemuda itu lagi-lagi tersenyum lalu masuk dengan membawa tangga.
KAMU SEDANG MEMBACA
It's Okay Put
Fiksi Remaja(READERS YG BAIK PASTI FOLLOW!!) CERITA INI BELUM DIREVISI, JADI MASIH BERANTAKAN. Bagaimana bisa hanya dalam tiga hari Rey berubah dan kembali ke pelukan mantan kekasih nya? Lalu bagaimana dengan kisah perjodohan mereka? Bukan kah kisah mereka bar...
