Apartemen

22 2 0
                                    

Sepanjang jalan menuju apartemen Anna, tak ada percakapan yang mereka bicarakan, hingga mereka sampai di depan gedung Apartemen Anna. Saat Anna ingin membawa kopernya itu Jeffri langsung mengambil alih koper itu dan mengatakan 

"tangan kamu masih luka, inget ya" ucap Jeffri

"hufttt, iyadeh iyaaa"  

Jeffri yang gemas pun mencubit pipi Anna

"ih kok dicubit si?" ucap Anna sembari mengelus pipinya yang dicubit Jeffri tadi

"gapapa, gemes aja" 

Mereka pun menuju unit apartemen Anna yang berada di lantai 5. Sesampainya di depan aparteme Anna, Jeffri pun meletakkan koper Anna

"hmm makasih banyak loh Jeff" ucap Anna

"jan ngerasa gaenakan gitu, aku emang mau bantu kok" jawab Jeffri sembari tersenyum memperlihatkan dimple di pipinya itu 

'bukan mau lagi, mau bangetttttt' batin Jeffri

'ealahh, pake disenyumin lagi, kan pengen gue pegang tuh pipi' batin Anna

"hehe, yaudah Jeff, eh kamu mau masuk dulu?"  tawar Anna

"emang ga ngerepotin?"

"justru aku yang ngerepotin tau"

"wkwk, yaudah deh boleh" 

Mereka pun memasuki Apartemen Anna yang tidak terlalu mewah dan juga ukurannya minimalis

"bentar ya Jeff, aku ganti baju dulu" ucap Anna yang hanya mendapat anggukan dari Jeffri

Jeffri pun menunggu Anna dan duduk di sofa gadis itu, tak lama Anna keluar dengan baju kasual nya dirumah, hanya menggunakan baju kaos dengan celana treningnya

"mau minum apa Jeff?" tanya Anna

"air putih aja deh na" 

"gamau teh atau apa gitu?" 

"ga na, kasian tangan kamu masih luka"

Memang si, tangan Anna agak susah di gerakkan karena lukanya di siku dan juga pergelangan tangannya 

"yaudah deh bentar ya"

Tak lama Anna pun kembali dengan segelas air putih di tangannya dan meletakkan nya di meja dekat sofa

"makasih na"

"iyaaa sama-sama"

Jeffri pun meminumnya dan meletakkan kembali gelas itu ke meja

"na"

"iya?"

"kamu belom makan kan?" 

"hehe, belum si Jeff"

"yaudah bentar"

"kenapa??"

"bentar, kamu mau apa?, aku delivery aja"

"eh gausah jeff, aku belom laper kok"

"yakin keguncang dalem kokpit ga bikin perut kamu minta diisi lagi?" 

Perkataan Jeffri membuat Anna diam 

"yaudah, aku ikut kamu aja mau pesen apa"

"bubur ya?"

"hmm boleh deh"

Jeffri pun mulai memesan dalam ponselnya itu sesuai dengan keinginan mereka

"sambil nunggu enak nya ngapain ya?" tanya Anna

"hmmm kamu gaada kartu atau apa gitu? yang bisa dimainin?"

"eh iya, aku ada uno, bentar aku ambil dulu" ucap Anna seraya beranjak dari sofa dan pergi ke kamarnya dan mengambil kartu uno yang tersimpan dalam rak di kamarnya itu

To the Sky and YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang