Hari ini adalah hari H keberangkatan mereka ke sebuah pulau yang berada di Thailand, saat ini singto sedang mengatur tempat duduk para mahasiswa dalam busmahasiswanya, dalam bis itu di campur tidak hanya mahasiswanya saja tetapi ada juga kakak tingkat di jurusan yang sama.
Namtan duduk bersama guns, Gun duduk bersama new karena ada sesuatu yang perlu mereka bahas tak adalagi tempat kosong krist masih mencari-cari tempat kosong
"krist kemari, duduklah disini ini masih kosong teman duduk ku membatalkan duduk denganku ia lebih memilih kekasihnya" ajak kay
Krist melirik kearah singto terlihat jelas raut wajah singto yang awalnya ceria berubah 180derajat menjadi cemberut melihat kekasihnya duduk dengan pria lain
Kay menarik lengan krist kebetulan hanya itu satu-satunya kursi yang kosong
Perjalanan pun di mulai, butuh waktu 7jam lamanya untuk sampai di pulau itu, 2 jam berlalu krist merasa kepalanya sedikit pusing dan perutnya terasa mual akibat guncangan kasar dalam bus
"krist apa kau baik-baik saja?" Tanya kay yang terlihat khawatir
"tidak apa phi aku hanya pusing dan sedikit mual" jawab krist
Gun yang duduk tepat bersebelahan dengan krist pun melihat pemandangan yang tidak enak, gun melihat jika kay mencuri kesempatan sepertinya kay akan merangkul krist dengan cepat gun pun bertindak
"krist apa kau baik-baik saja wajahmu terlihat pucat" Tanya gun dengan nada khawatir
"tidak gun aku tidak baik-baik saja aku merasa mual dan pusing aku akan istirahat saja"
"baiklah" ujar gun
Semakin lama gun melihat kay yang mecuri kesempatan semakin membuat gun geram bagaimana tidak sekarang kay sudah berani merangkul pinggang krist sedangkan krist tidak mungkin sadar krist sedang menahan mualnya dan tertidur
Gun langsung dengan cepat mengambil handphone nya dan membawanya ke wc yang berada di bus
"hallo papi, bisa serahkan telfon ini pada phi singto"
"halo gun ada apa?ini aku singto"
"phi aku ingin kau ke pemberhentian ke 1 aku ingin krist pindah ke mobil saja"
"kenapa gun ada apa?apa krist baik-baik saja jangan membuat phi panik"
"krist mual dan pusing phi tapi bukan itu masalahnya tetapi phi kay mencuri kesempatan pada krist"
"baiklah gun tolong jaga krist" ujar singto lalu menutup telfonyaSetelah bertelfon dengan singto gun kembali ke tempat duduknya
"phi bisakah kita bertukar tempat aku ingin menjaga krist, aku sahabatnya dan ada yang perlu aku bicarakan" ujar gun yang mencari alasan agar bisa menjaga krist
"baiklah nong tolong jaga krist"
Gun hanya melirik sinis pada kay
~
"off putar baik mobil mu kita kembali ke pemberhentian pertama"
"hah ada apa sing, apa semua baik-baik saja"
"tidak ada yang baik si brengsek itu menyentuh istriku" ucap singto dengan nada tinggi
"baiklah sekarang tenangkan dirimu jangan terbawa emosi" tenangkan off pada sahabatnya itu
~
Singto lebih dahulu sampai di pemberhentian, singto mondar mandir menunggu kedatangan krist
Tak lama bis yang di naiki krist pun tiba, gun sudah meminta izin pada dosen yang berada di bis itu untuk memindahkan krist ke mobil karena krist sedang dalam keadaan tidak baik dan dosen pun mengizinkannya tetapi gun harus menemani krist yaa sebetulnya ada keuntungan juga untuk gun karena di dalam mobil itu ada kekasihnya jugaSingto sedang menunggu krist turun dari bis, sebetulnya singto lebih menunggu kay karena ia ingin sekali menghajar pria brengsek yang tak tahu malu menyentuh istrinya
Tetapi singto mengurungkan niatnya setelah melihat keadaan istrinya yang terkulai lemah pada saat turun bis yang di gendong oleh guns karena krist terlalu lemas untuk berjalan
"sing lebih baik kau bawa istrimu ke mobil, jangan terlalu terbakar api cemburu coba kau lihat keadaan istrimu saat ini" ujar off
Singto dengan lembut menggendong krist langsung membawa pergi ke mobilnya disusul oleh Off dan gun. Singto menyenderkan krist di bahunya, sekarang singto sedikit lebih tenang karena istirnya sekarang sudah ada di sisinya
Krist terbangun dari tidurnya perjalanan baru setengahnya masih lama untuk sampai di pulau itu
"bagaimana aku bisa disini,dan kenapa aku bisa bersama phi"
"phi tidak akan mengizinkan mu naik bis itu lagi"
"aw kenapa tiba tiba phi begitu, apa aku melahkukan kesalahan?"
"bukan kau, tapi si brengsek kay itu untung saja gun menelfon off dan memberitahu phi"
"phi sing, phi kay tidak melahkukan apapun padaku bahkan ia membantuku saat aku pusing dan mual"
ujar krist yang membuat singto sedikit ingin marah
"dia membantumu saat matamu terbuka, dan saat matamu tertutup ia mencari kesempatan krist"ujar gun
Krist mengerti sekarang kenapa singto bersikap seperti itu
"phiiii maaf kan aku na naa, aku kan tidak tahu apapun phiii"
Singto hanya diam menatap keluar kaca
"phiiiiii" krist merengek sambil bergelayutan manja di tangan singto
"phiiii peluk akuu, aku masih sedikit pusing phi tega sekali pada ku" ujar krist dengan nada memelas
Karena singto tidak bisa marah terlalu lama dan tidak tega saat ini krist dalam keadaan tidak baik singto langsung memeluk krist dan mengecup ujung kepala krist
"Jangan pernah membela pria lain lagi, ingat sayang kau sudah punya suami"
Krist menganggukan kepalanya pertanda krist mengerti
Off dan Gun hanya bisa tersenyum melihat kelakuan pasangan suami istri ituu
⬇️⬇️⬇️
KAMU SEDANG MEMBACA
HELLO, PROFESOR
Teen FictionBagaimana jadinya jika seorang mahasiswa mempunyai hubungan khusus dengan seorang dosen!!!! *saya membuat cerita ini tidak dengan konflik yang rumit karena saya tidak suka membuat konflik untuk kapal saya😁 Maaf jika ada kesamaan cerita dengan yang...