02. Silent Night

663 95 11
                                    

"bisakah aku merasakan kehangatan hatimu yang sedingin antartika?"

song: Simfoni Hitam- Sherina Munaf

Happy reading
.
.
.

Malam yang dingin sayup-sayup angin yang menusuk ulu hati. Malam yang kelabu dengan langit yang penuh bintang dan bulan purnama yang bersinar terang menghiasi malam yang sunyi. Ia tengah sibuk dengan buku gambar dan graphite pensilnya, wanita itu tengah sibuk menggambar sesuatu.

'aku dan kau bisakah kita bersama?' ucapnya dalam hati.

Sesekali kedua netranya berpaling dari buku gambar miliknya kemudian menatap bulan dan bintang-bintang yang bertebaran di langit.

Jendela kamarnya terbuka angin malam menusuk raganya. Pandangan  netranya tetap terjaga dibulan purnama. Malam yang kelam nan sunyi mendukung suasana hatinya malam ini.

Ia terduduk di dekat jendela, menyaksikan bintang yang kelap-kelip.

Ia terduduk di dekat jendela, menyaksikan bintang yang kelap-kelip

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*visualisasi Winnie*

Sesekali wanita itu menoleh hasil gambarannya. Ini baru pukul 21.00 kst, seharusnya sang suami sudah pulang dari kantornya. Mungkin saja Yuta lembur karena berkas yang menumpuk di atas mejanya? pikir positif Winnie.

3 minggu sejak ia menikah dengan Yuta, pria yang kini sudah menjadi suaminya itu hampir tak pernah berkomunikasi dengan Winnie. Kalaupun berbicara itu pun hanya sebentar.

Ia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Wanita tunawicara itu sudah hampir menyelesaikan gambarannya. Dan akan di lukis dengan pensil warna.

Tunggu Ia hampir lupa menyiapkan masakan untuk sang suami. Pasti pria itu lapar setelah pulang dari kerja.

Ia bersiap menuju dapur, tak lupa membereskan hasil gambarannya itu.
Namun, langkahnya terhenti sesaat mengingat ucapan dari suaminya itu.

Ucapan yang akan selalu ia ingat.

"Jangan bertingkah seolah-olah kau ini istriku. Kau tak perlu menyiapkan apapun selayaknya seorang istri, aku bisa sendiri dan aku tak butuh bantuan dari mu. Seharusnya kau sadar diri, aku tak pernah mencintaimu seorang wanita bisu" gerutu kesal itu keluar dari bibir Yuta.

Winnie mengurungkan niatnya untuk menyiapkan makanan, lagi pula tetap saja Yuta tak akan pernah mau memakan masakan buatannya.

Ia menghela napasnya pelan, Winnie ingin menangis. Tapi ia tak bisa melakukan itu, menangis pun juga akan sia-sia. Siapa yang akan peduli jika kau menangis? tak ada. Itu yang dipikirkan oleh Winnie.

Evanescent || YUWIN [✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang