03. Look at me please

582 89 7
                                    

Happy reading
.
.
.


"Kalau bukan dianiaya lalu apa?" paksa Taeyong pada Winnie agar wanita yang lebih muda 2 tahun darinya ini jujur.

Taeyong merotasikan kedua bola matanya. Winnie tetaplah diam tidak memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Jangan berbohong padaku Win!" tegas Taeyong. Winnie masih enggan untuk menulis, kalaupun dia jujur pasti ia akan tau reaksi rekan kerjanya ini.

Tok Tok Tok

Atensi kedua wanita itu beralih pada pintu yang sudah terbuka menampilkan salah satu pegawai yang bekerja di butik Taeyong.

"Ada apa?" tanya Taeyong.

"Ada salah satu klien yang ingin mencoba desain dari Winnie bu" ujar pegawai itu.

"Oke, suruh dia masuk saja" titah Taeyong.

Klien itu masuk dan terduduk pada sofa diruangan private Taeyong. Mareka membahas desain yang dibuat oleh Winnie.

-0-

Yuta sibuk dengan laptop dihadapannya, sesekali ia memijat pelan pelipisnya itu. Ia pusing, penglihatannya buram saat menatap layar led laptopnya.

"Astaga kau sangat pucat!" ucap Johnny sesaat ia masuk keruangan Yuta. "Kau tidak sopan, kenapa tidak mengetuk pintu?" tanya Yuta.

"Yah, kan aku ingin mampir sebentar. Kau belum makan?"  tanya Johnny balik.

Yuta hanya menggeleng, sejak pagi ia belum menyentuh nasi maupun roti. Ia sibuk dengan urusannya, pantas saja ia merasa pusing.

"Istrimu tidak masak untuk sarapan? atau kau yang tidak mau menyentuh masakannya?" tanya Johnny.

"Iya, aku yang tak mau menyentuh masakannya" ujar Yuta tanpa basa-basi.

"Kenapa?"

"Aku tidak suka" jawab Yuta.

Johnny rekan kolega Yuta hanya bisa mendengus pasrah. Yuta itu orang yang keras kepala, tidak bisa diatur.

"Tolong pesankan aku makanan" pinta Yuta pada Johnny. "Kau pikir aku ini karyawanmu?" ucap Johnny.

"Kau ingin aku mati kelaparan?" drama Yuta. Ia memohon pada Johnny, dan pada akhirnya Johnny luluh sesekali merotasikan kedua bola matanya malas.

"Ten bekerja dari pagi hingga sore, ia tak sempat memasak untuk ku" ucap Johnny tiba-tiba.

Yuta menaikan satu alisnya. "Terus?" tanya Yuta.

"Setidaknya kau hargai istrimu ini! dasar bodoh, tidak semua orang mempunyai istri yang lemah lembut seperti Winnie" pungkas Johnny.

Yuta tetap asik dengan makanannya tidak ingin mengubris perkataan Johnny, biarkan ia menikmati makan siangnya ini.

"Dengarkan aku bodoh!" seru Johnny saat Yuta mencoba untuk menulikan pendengarannya.

"Apa? biarkan aku makan dulu"

"Kau sudah selesai makan! sekarang dengarkan aku. kau tidak menyukai Winnie?" tanya Johnny.

Yuta mengangguk tanpa rasa beban, kenyataannya ia memang belum menyukai Winnie dan menganggapnya tidak pernah ada dalam kehidupannya.

Evanescent || YUWIN [✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang