08. I Know

535 86 27
                                    

Happy reading
.
.
.


Derap langkah kakinya begitu kecil agar tak terdengar oleh siapapun.

Winnie membuka lemarinya dan mengambil beberapa map, map berisi hasil rumah sakit yang akan ia bawa.

"Apa itu?" kejut Yuta. Pria itu baru selesai membersihkan dirinya.

Winnie termenung, ia harus pandai berbohong di depan suaminya.

"Gambaran untuk desain baju"

"Boleh ku lihat?"

"Nanti aku akan memberikannya pada mu, kau lapar?"

Yuta menggeleng dan mulai mengambil beberapa baju kaos.

Winnie dengan cepat menyimpan map itu ke dalam tasnya, agar besok tidak perlu bersusah payah lagi.

"Kau lapar Win?" tanya Yuta.

Winnie menatap Yuta dan mengangguk, wanita itu sudah kenyang. Tapi, ia ingin makan sesuatu yang manis.

"Mau buah" pinta Winnie, Yuta hanya tersenyum sumringah melihat tatapan polos istrinya ini. Yuta mengelus surai panjang Winnie dan keluar dari kamar untuk mangambil beberapa buah-buahan.

Winnie sembari menunggu suaminya, ia meminum beberapa pil obat dengan cepat.

"Sayang" panggil Yuta, tumben sekali pria yang berstatus suaminya ini memanggilnya dengan manis.

Winnie melihat Yuta menghampirinya di sisi ranjang, Winnie sedang bersandar pada headboard. Yuta duduk bersila dihadapan Winnie dengan baskom yang penuh akan buah-buahan.

Yuta mengupas kulit buah dan memotong buah apel yang sudah dicuci, kemudian memberikannya pada Winnie.

Pokoknya Yuta harus menjadi suami yang baik sekarang!.

"Bagaimana, apakah manis?" tanyanya lembut.

Winnie mengangguk tak lupa senyum manisnya ikut terlihat. Yuta menatap Winnie dalam-dalam, memperhatikan tubuh Winnie yang semakin kurus.

"Winnie? kita perlu ke rumah sakit" ujar pria itu.

"Untuk apa?"

"Kau sedang sakit, sesekali aku melihat memar ditubuhmu.. aku takut memar itu karena ketidaksengajaan ku" cicit Yuta yang khawatir.

"Aku tidak apa-apa, jujur" bohong Winnie, ia tidak ingin suaminya merasa tersakiti.

"Besok aku akan tetap mengajak mu kerumah sakit!" paksa Yuta.

Winnie menggeleng dan kukuh agar Yuta tidak mengajaknya untuk periksa ke rumah sakit.

"Kenapa kau tetap keras kepala?"

"Daripada kau dingin kepala"

"Hubungannya apa?" ucap Yuta.

"Dulu kau selalu dingin pada ku, sampai entah sesuatu apa yang merubahmu menjadi baik kepada ku"

Yuta mendelik kedua bola matanya, ternyata Winnienya ini seorang yang pencuriga, semoga saja hal negatif dipikiran Winnie itu sudah ditepis.. semoga saja.

"Kau menuduh ku kalau aku ada niatan dibalik melakukan semua ini?"

Winnie mengangguk cepat dengan wajah polosnya. Yuta tertawa terbahak-bahak melihat Winnie dengan tatapan polos wanita itu.

"Sudah-sudah... kau makan saja buahnya dulu" titah Yuta, pria itu memberikan potongan buah apel pada istrinya.

"Yuta... aku tau semuanya, kau berbuat baik pada ku hanya untuk saham perusahaan.. aku mendengar semuanya, namun disisi lain aku bersyukur kau mau melakukan permintaan dari ayah.. dan permintaan terakhir ku yang ku pinta pada bulan dimalam itu" ucap Winnie dalam hati, wanita itu menatap suaminya yang masih setia mengupas kulit buah.

Evanescent || YUWIN [✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang