Hy aku balik...
Ada yang nungguin?
Selamat Membaca
__________________________________
Seorang gadis menatap nyalang kearah Mading sekolah. Mahakarya yang dia buat beberapa waktu lalu ternyata sudah terpampang jelas didalam sebuah kotak bertutup kaca bening.
Surat permohonan maaf dan perjanjian yang dia buat dengan setengah hati, dengan tulisan yang sungguh jika dibaca akan membuat siapapun pembacanya sakit mata.
" Njirrr... liat yang begini bikin gue gak jadi insecure sama tulisan tangan sendiri "
" Wkwkwk, Ada yang lebih parah dari gue ternyata."
" Gila sih, Adek gue yang kelas 5 sd aja tulisannya lebih bagus dari ini "
" Ngeri gue, berasa liat kremy lagi demo."
Dan masih banyak sekali bisikkan laknat yang didengar Naya dari mulut beberapa gadis disekitarnya.
Mereka tentu tidak akan menyadari bahwa orang yang sedang dibicarakan ada disebelah mereka, menyimak setiap hinaan dengan tangan terkepal kuat.Tanpa mau berlama lama dan semakin banyak mendengar cercaan yang dilayangkan pada naya, akhirnya gadis tersebut meninggalkan tempat mading dengan emosi tertahan.
Saat diperjalanan menuju kelasnya naya malah berpapasan dengan Reynand. Seseorang yang jadi penyebab segala kesialan yang menimpa dirinya.
" Tunggu!" Naya menghentikan langkah reynand yang sudah melewatinya.
Gadis itu sedikit berlari menyusul langkah panjang reynand.
" Pelanin dikit jalannya ishh " keluh naya yang masih berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Reynand.
Orang orang yang melihat interaksi mereka berdua hanya bisa memandang takjub. Pasalnya belum ada orang senekat naya yang berani mengusik Reynan, ketos -nya SMA MAJU KENCANA.
Reynand yang sadar telah menjadi bahan tontonan dengan terpaksa menghentikan langkahnya, membiarkan naya menghampirinya.
Naya tersenyum samar. dengan nafas yang sedikit memburu, Ia berjalan cepat kearah reynand yang masih berdiri membelakanginya.
" huft...huft... Lo manusia bukan sih? Cepet banget jalannya ! "
Reynand berbalik kearah naya.
Masih dengan tatapan datarnya. Reynand berdecih seraya memberikan pandangan meremehkan sambil bergumam "dasar siput".Walaupun Reynand mengucapkannya dengan sangat pelan namun Naya bisa menangkap jelas suara tersebut.
" Gue siput? " Ucap Naya dengan menunjuk dirinya sendiri.
Yang ditanya tidak memberikan reaksi apapun, membuat naya menghela nafas berat.
" Abiss lo sendiri jalan kayak gak napak tanah " Jelas naya dengan kesal
Reynand tidak bersuara, tapi matanya terus memandang ke arah bawah lalu atas secara bergantian, melihat tingkah kakak kelasnya itu naya benar benar dibuat bingung.
" Disini lantai asal lo tau " Ucapnya tiba tiba.
" huh, Ya emang apa bedanya?" Naya dengan tidak sabar menjawab ucapan reynand.
" Wujud benda keduanya beda " jawabnya tanpa minat
" Terus?"
Gadis itu cukup senang, setidaknya cowok dingin seperti reynand itu mau merespon ucapannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Reylyn Load...
Jugendliteratur"Siapa bilang yang paling dingin dan beku itu es?" --Nayanika Auralyn "Cuma lo yang bilang gue lebih dingin dan beku dari es!" --Aliandra Reynan " Lo emang es kak!" " lo api nya" " Maksud lo gue panas, bikin gerah, trus bisa ngebakar gitu?" " bikin...