Manusia,
Saat tanamanmu subur,
Engkau gembira,
Akan tetapi,
Saat tanamanmu hancur,
Engkau marah.
Mengapa harus begitu?
Mengapa harus engkau marah pada tanah?
Mengapa tidak pada langit kerana tiada hujan?
Mengapa, manusia?
Sedangkan engkau dicipta dari tanah?
Manusia...
Belajarlah erti bersyukur,
Dari tanah itu juga engkau ada,
Tetapi mengapa masih berperangai seperti langit?
Bersyukurlah,
Jangan berasa seperti dilangit,
Bersyukutlah dengan tanah,
Tatkala engkau sujud kepadaNya,
Engkau sujud di tanah!
Namun didengari di langit.
Subhanallah!
-Fiyaszly-
ANDA SEDANG MEMBACA
PUISI HATI
PoesíaPoetry by a Queen not a poet. "Benarkan hanya hati ini berbicara." "Bacalah, dan hayatinya. Tatkala kau sedih atau gembira. Ini hanya nukilan mahupun coretan dari aku." Sumpah, bosan. [©FiyaSan Creation] Start: 20/4/2020 End: (?)
