[5] Teman Cerita Atau Hidup?

16 3 4
                                    

Caliya menjalani hari seperti biasanya, tak ada yang spesial hari ini. Kanaka tetap saja tidak paham dengan perasaan yang Caliya punya. Karena keadaan ini membuat Caliya murung.

Malam ini Caliya sedang berada di ruang makan bersama keluarganya. Tantenya yang melihat mimik wajah Caliya bertanya,

"Ca, kamu kenapa?" tanya Tantenya dengan lembut.

Pertanyaan tantenya itu membuat om Caliya ikut menoleh ke arah-nya.

"Eh, gak apa-apa Caliya, Te." jawab Caliya sambil menunjukkan senyum yang di paksa.

Melihat itu, Om-nya ikut menimbrung.

"Kamu kenapa, Ca? Cerita dong kalau ada masalah."

"Caliya gak apa-apa Om."

"Mata kamu itu gak bisa bohong. Keliatan kalau lagi sedih."

Caliya membalas obrolan mereka hanya dengan senyuman manis.

"Caliya naik dulu ya." ucap Caliya sembari beranjak dari tempat duduknya.

Om dan Tantenya hanya bisa pasrah melihat tingkah Caliya yang mood-nya sedang tidak baik itu.

Sesampainya Caliya di kamar.

Caliya memutuskan untuk mengambil ponselnya lalu duduk di balkon kamarnya. Di tataplah langit olehnya. Lalu Caliya mengotak-atik ponselnya.

Jari Caliya berhenti di sebuah kontak seseorang, di panggil lah olehnya.

"Halo." sapa seseorang di seberang sana.

"Halo. Lo lagi dimana, Bang?"

"Lagi di kamar. Kenapa, Dek?"

Itu adalah Arka, abang Caliya.

"Gue mau cerita."

"Tumben, ada apa gerandong nih."

"Hahaha, gue lagi suka cowok."

"Wah otw di ghosting lagi nih."

"Dih, doanya mah jelek."

Arka terkekeh mendengar ucapan adiknya.

"Jadi, gimana?"

"Gue suka dia, tapi dia biasa aja kayanya."

"Lo udah bilang ke dia kalau lo suka?"

"Belum."

Arka mengehela nafas mendengar jawaban Caliya.

"Orang lo belum bilang, kok udah bisa nyimpulin. Setiap orang pandai nyembunyiin luka, dan sebaliknya orang juga pandai menyembunyikan rasa."

"Terus gue harus gimana?"

"Ya jujur lah ke dia."

"Masalahnya begini, gue belum lama kenal dia."

"Lah orang lo belum lama kenal dia, kok bisa udah nge-claim kalau lo suka dia?"

"Ya, orang gue deg-deg an."

Arka tertawa terbahak-bahak mendengarnya.

"Si goblok, emang kalau deg-deg an suka ya?"

"Ih, Arka. Gak gitu doang. Gue gak suka kalau dia bales lama, gue ngerasa takut kalau dia deket cewek lain. Itu suka kan?"

"Bisa jadi."

"Terus?"

"Jujur, Ca. Gak ada salahnya kok cewek bilang duluan."

"Tapi gue takut kalau jawaban dia gak sesuai sama yang gue harapin."

"Bukannya setiap hal ada resiko? Jujur atau kehilangan dia lebih cepat?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 15, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

YOJANATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang