[08.00 AM KST - SMA (Sekolah di Korea)]
Di kelas XII IPA 1, Jisoo menatap bangku kosong di sebelahnya dengan wajah murung. Sudah dua hari bangku itu tak berpenghuni.
"Udah dua hari Rose gak masuk, chat kita di grup juga gak dibalas sama sekali," keluh Jisoo sambil meletakkan dagunya di atas meja.
"Iya, sepi banget rasanya gak ada tuh anak," sahut Lisa yang duduk di bangku depannya, ikut memelas.
Jennie yang baru datang membawa susu kotak ikut nimbrung, "Gue juga khawatir nih. Jangan-jangan dia sakit parah atau diculik alien?"
"Hush! Sembarangan!" Jisoo melempar penghapus ke arah Jennie. "Gimana kalau nanti pulang sekolah kita ke rumahnya aja? Sekalian jenguk."
"Ide bagus! Siapp, laksanakan!" seru JenLis kompak.
[Sore Hari - Komplek Perumahan Rose]
Tiga gadis cantik itu berdiri di depan gerbang rumah mewah yang tertutup rapat.
Ting tong... Ting tong...
Jennie sudah menekan bel berkali-kali, tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan. Rumah itu gelap dan sunyi.
"Kayaknya gak ada orang deh," ucap Jennie mulai putus asa.
"Bener banget, sepi kayak kuburan," timpal Lisa.
"Terus gimana dong? Gue kangen banget sama Rose, masa kita pulang tanpa hasil?" Jisoo menggigit bibir bawahnya cemas.
"Ya udah, besok coba kita cari info lagi di sekolah. Siapa tau—"
Belum sempat Jennie menyelesaikan kalimatnya, seorang satpam komplek yang sedang patroli menghampiri mereka dengan sepeda.
"Sore, Non. Ada keperluan apa ya berdiri di depan rumah kosong?" tanya Pak Satpam ramah.
"Eh, Pak. Gini, Pak, kami lagi nyari teman kami yang tinggal di sini," jelas Lisa sopan.
"Siapa namanya?"
"Roseanne Park, Pak. Anaknya cantik, rambutnya pirang, suaranya cempreng," jelas Jisoo detail.
Pak Satpam mengangguk paham. "Oalah, Non Rose. Waduh, Non Rose sama keluarganya sudah pindah dua hari yang lalu, Non. Mereka balik ke rumah aslinya di New Zealand."
JDER!
Kabar itu bagaikan petir di siang bolong. Tiga gadis itu mematung di tempat.
"Pindah?! Ke New Zealand?!" pekik mereka bertiga barengan.
"Iya, Non. Rumah ini sekarang kosong."
"Be... begitu ya, Pak. Makasih infonya," ucap Jennie dengan suara bergetar.
"Sama-sama, Non. Hati-hati pulangnya." Pak Satpam pun berlalu.
Sepeninggal satpam, Lisa memegang dadanya dramatis. "Sumpah, gue hampir kena serangan jantung. New Zealand?! Itu kan jauh banget!"
"Sama, Lis... Gue masih syok," gumam Jisoo lemas.
"Pantesan dia gak ada kabar. Ya udah, yuk kita pulang dulu. Nanti kita coba hubungi lagi," ajak Jennie menenangkan sahabat-sahabatnya, meski hatinya sendiri gundah.
[Auckland, New Zealand]
Sementara itu, di belahan bumi lain, suasana justru sedang chaos karena pertengkaran kakak-adik.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEALING WITH YOU [END]
Teen Fiction"Takdirku bukan untuk memilikimu. Tapi untuk mencintaimu dengan bahagia" Start : 28 Oct 2020 End : 8 Dec 2020 Revisi : 2025
![HEALING WITH YOU [END]](https://img.wattpad.com/cover/243090635-64-k836825.jpg)