Bantet yang Asing

938 187 0
                                        

Berita kepulangan Jimin mengguncang Seoul. Park Jimin, tunangan CEO Park Roseanne, yang dianggap hilang setahun lalu, ditemukan hidup.

​Vernon POV
​Vernon sedang rapat bisnis ketika ponselnya bergetar liar. Ia mengabaikannya, tetapi ketika salah satu rekan kerjanya menunjukkan berita utama, Vernon terkejut—bukan karena rencana jahatnya gagal, tetapi karena ia terkejut dengan keajaiban itu.
​"Dia kembali..." gumam Vernon.
​Vernon selalu mencintai Rose dan melihat amnesia Jimin sebagai ironi takdir. Ini bukan kesempatan untuk menyabotase Jimin, tetapi kesempatan untuk berjuang secara adil. Jika Jimin tidak mengingat Rose, Vernon merasa ia memiliki kesempatan sekali lagi untuk menunjukkan pada Rose bahwa dialah yang Rose butuhkan di saat sulit.
​Vernon memutuskan untuk menunggu. Ia akan menawarkan dukungan murni kepada Rose, dengan harapan Rose akan melihat betapa berbedanya ia dibandingkan Jimin yang sekarang rapuh.

​Somi POV
​Somi, yang baru saja menerima kabar gembira tentang kehamilan Wendy, terkejut mendengar berita Jimin. Ia segera menelepon Rose, dipenuhi rasa lega dan haru.
​"Rose! Syukurlah! Ini benar-benar keajaiban!" seru Somi.
​Namun, di balik kegembiraannya, Somi adalah wanita ambisius. Ia tahu Rose akan teralihkan sepenuhnya merawat Jimin.

​"Rose tidak akan bisa mengurus perusahaan sekarang. Ini adalah kesempatanku untuk membuktikan pada Rose betapa berharganya aku, tidak hanya sebagai teman, tetapi juga sebagai orang yang bisa dia andalkan dalam bisnis," pikir Somi, penuh tekad.
​Somi segera mengatur jadwalnya. Ia akan mendekati Rose bukan dengan gosip, melainkan dengan tawaran bantuan praktis: mengurus media yang histeris, mengendalikan krisis di Company P, dan memastikan Rose bisa fokus pada Jimin tanpa khawatir kehilangan bisnisnya.

🌷

​Rose memindahkan Jimin ke kamar tamu di rumahnya, memastikan ruangan itu nyaman dan tenang. Ia mengganti pakaian Jimin dengan piyama lembut dan menyelimutinya. Jimin terlihat begitu rentan, jauh dari kesan CEO sombong atau 'Ikan Mesum' yang menyebalkan.

​Setelah memastikan Jimin tertidur karena efek obat penenang, Rose kembali keesokan harinya, membawa semangkuk bubur dan segelas air.
​Jimin sudah terbangun. Ia duduk bersandar di bantal, menatap Rose dengan mata kosong. Tak ada tatapan nakal, tak ada senyum playboy, tak ada tatapan penuh cinta yang Rose kenal. Ia hanyalah orang asing.

​"Pagi," sapa Rose lembut, meletakkan bubur di meja samping. "Aku buatkan bubur. Kau harus makan."
​Jimin menatap Rose, lalu menatap mangkuk itu. "Anda... siapa?" tanyanya, suaranya pelan dan formal.
​Rose merasakan sakit menusuk di dadanya, tetapi ia sudah bersiap untuk ini. Ia memaksakan senyum ceria.

​"Aku? Aku... Roseanne. Rose. Kami baru saja... bertunangan." Rose menunjukkan cincin di jarinya. "Kau ingat?"
​Jimin menggeleng perlahan, ekspresinya meminta maaf. "Maaf. Saya tidak ingat. Apakah saya... menyakiti Anda?"
​"Tidak, Jim. Tentu saja tidak," Rose duduk di tepi tempat tidur, mencoba terlihat santai. "Kau tidak menyakiti siapa pun. Kau hanya... terlalu lama liburan."

Rose mengambil sesendok bubur dan menyuapkannya pada Jimin. Jimin menerimanya dengan patuh, seperti anak kecil. Rose mencoba memancing ingatan yang paling kuat.
​"Kau ingat nama panggilan kamu?" Rose berbisik. "Aku 'Ikan MesumDan juga... 'Bantet'?"
​Jimin memiringkan kepala, bingung. "Bantet? Itu terdengar kasar."

​Rose tertawa kecil yang terdengar getir di telinganya. "Ya, memang kasar. Tapi kau suka. Kau ingat saat kau menciumku pertama kali karena aku tidak mau bangun?"
​Jimin hanya menatapnya. "Saya... pernah mencium Anda?"
​Rose merasakan air matanya mendesak keluar. Ini bukan Bantet-ku. Jimin yang ia kenal akan merona dan langsung memintanya untuk memanggilnya 'Ayang-ayangan' lagi. Jimin yang sekarang hanyalah orang asing yang baik hati.

​Rose segera bangkit, berjalan ke jendela.
​"Kau tidak ingat apa-apa tentang Company P? Atau tentang teman-temanmu, Bangtan? Namjoon? Taehyung?"
​"Maaf," jawab Jimin pelan. "Hanya... kekosongan."

Rose menarik napas dalam-dalam. Air mata sudah tumpah, tetapi ia segera menyekanya. Roseanne Park tidak akan menangis karena ini.
​Ia berbalik, matanya kini kembali tajam, penuh tekad—aura CEO yang sama saat ia memimpin rapat darurat.

​"Oke, Park Jimin," kata Rose, suaranya tegas. "Kau tidak ingat siapa aku? Tidak masalah."
​Rose berjalan mendekat, mengambil tempat duduk di sampingnya lagi. Ia meraih tangan Jimin—tangan yang sama yang memeluknya posesif di pantai Busan.

​"Dengar baik-baik," kata Rose, matanya menatap langsung ke mata Jimin yang polos. "Nama saya Roseanne Park. Saya tunanganmu. Kami akan segera menikah."
​"Anda seorang CEO yang baik. Saya adalah CEO yang garang, tetapi jauh lebih baik dari Anda," Rose melanjutkan, mengulang banter lama mereka. "Dan, meskipun kau sekarang lupa ingatan, kau adalah orang paling mesum dan paling posesif yang pernah kutemui, dan aku mencintaimu."

​Rose mendekat dan mengecup kening Jimin. "Aku tidak akan memaksamu untuk mengingat. Tapi aku akan membuatmu jatuh cinta padaku lagi. Dari awal. Kau dengar itu, Park Jimin?"
​Jimin menatapnya. Ia mungkin tidak mengerti apa-apa, tetapi ia merasakan kekuatan dan ketulusan dalam tatapan Rose. Ia mengangguk samar.

[Company P]
Sementara itu, di Company P, Somi telah mengambil alih peran acting CEO dengan efisiensi yang mengejutkan. Ia memastikan Rose tidak perlu khawatir tentang pekerjaan, memberikan Rose ruang untuk merawat tunangannya. Ini adalah kesempatannya untuk bersinar.

Di sisi lain, Vernon mengirimkan buket bunga mawar merah yang sangat besar ke rumah Rose, ditujukan pada Jimin.

​Kartu ucapannya berbunyi:
​Selamat datang kembali di Seoul, Jim.
Semoga pemulihanmu cepat.
Roseanne terlihat sangat lelah.
Jika kau butuh waktu sendiri untuk memulihkan diri, aku akan dengan senang hati menjadi teman ngobrolnya.
​— Vernon

Rose menatap kartu itu. Itu adalah deklarasi perang yang sopan. Rose tersenyum tipis. Ia sudah mendapatkan kembali Ikan Mesum-nya, meskipun ia datang tanpa memori. Rose siap menghadapi Vernon yang ambisius ini.

HEALING WITH YOU | JIROSÉ [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang