Tae vee menghela napas panjang. Berharap semua beban hidupnya sedikit berkurang. Padahal kenyataannya beban itu telah berubah wujud menjadi seorang balita yang bersemayam dalam tubuh remaja wanita yang duduk menyandarkan pipi bulatnya ke kaca-hingga terlihat seperti mochi penyet-di sampingnya.
"Kamu mau apa?"
Tak menunggu satu detik setelah Tae vee bicara sampai mulut mungil itu menyemburkan kata-kata yang mungkin sejak tadi dia tahan yang bergandengan dan panjang bak gerbong kereta.
"Ahjussi mau membawa Jisuu kemana? Ahjussi sudah membawa seorang anak dibawah umur secara paksa tau tidak! Ahjussi bisa dipenjara dengan tuduhan penculikan anak."
Tae vee tampak mengurut pelipisnya sejenak sambil memejamkan mata.
"Ahjussi kan sudah dewasa. Kenapa tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah?"
"Ahjussi benar benar tidak berperikemanusiaan! Kenapa boneka panda Jisuu tidak boleh dibawa? Jisuu tidak bisa tidur tanpa boneka itu!"
Tae vee melirik gadis yang masih mengenakan dress putih panjang di sampingnya. Dimatanya Jisuu adalah balita perempuan yang sedang merajuk karena mainannya diambil.
Tae vee menghela nafas berat sekali lagi namun lebih singkat. Sepertinya menghadapi Jisuu membutuhkan banyak kesabaran.
"Kenapa kamu mengomel hanya karena boneka panda jelek itu? Aku bisa belikan kamu lebih banyak boneka panda. Kamu mau berapa? Lima? Sepuluh? Lagi pula boneka pandamu itu sudah bau liur dan ingus karena kamu pasti jarang mencucinya."
Hening. Tidak terdengar lagi suara Jisuu yang mirip petasan banting. Tae vee jadi khawatir.
Benar saja saat Tae vee menoleh, pipi tembam sehalus moci itu sudah kebanjiran air mata.
"Ahjussi jahat! Boneka itu pemberian mendiang Eomma Jisuu!" katanya sebelum berbalik lagi memeluk bagian samping mobil membelakangi Tae vee.
Tae vee sesekali menoleh karena dia harus fokus ke jalan jika tidak mau mereka celaka.
Tae vee bingung harus bagaimana. Dia tidak berpengalaman menghadapi anak kecil. Apalagi yang modelnya seperti Jisuu.
Maklum saja, Tyuzu bukan gadis yang manja. Dia mandiri dan dewasa. Selama bersama Tae vee, Tyuzu tidak banyak menuntut mengingat mereka adalah seorang idol. Tyuzu sangat pengertian.
Ah, sadar Tae vee! Dia bukan siapa siapa kamu lagi!
Tae vee menoleh sempurna pada Jisuu. "Aku minta maaf. Besok aku ambilkan boneka pandanya. Sudah berhenti menangis." Tae vee mengusap kepala Jisuu tapi Jisuu tak bergeming dan tetap menangis.
Tae mengacak rambutnya sendiri frustasi. "Kamu mau apa?"
"Aku mau pipis!"
Mulut Tae vee langsung terbuka lebar seperti goa.
******
"Sudah sana, tunggu apa lagi?"
"Ahjussi mau mengawasi aku seperti itu? Kenapa tidak ikut masuk saja ke toilet?"
Jisuu tak habis pikir dengan lelaki tua yang berdiri menyender di tembok.melipat kedua tangan di hadapannya saat ini. Tepat di depan pintu toilet.
Dia pikir Jisuu akan kabur apa. Lagi pula Jisuu terlalu malas untuk melarikan diri karena dia tidak punya apa-apa.
"Memangnya kenapa? Kamu tidak takut? Nanti kalau ada ahjussi jahat yang mau mengganggu kamu bagaimana?"
"Aku sudah bertemu dengan Ahjussi itu. Dia tepat di depanku...."
Tae vee melotot. Apa? Seenaknya wajah tampannya ini disamakan dengan om om diluaran sana. Hey, ingat ya dia ini mantan idol ternama.
"Dari pada Ahjussi berdiri tidak jelas di sini lebih baik belikan aku es krim. Aku mau es krim Ahjussi ..."
"Es krimnya nanti saja."
"Aaa.... Jisuu maunya sekarang Ahjussi..." katanya dengan mata bulat berkaca kaca.
Tae vee dengan berat hati menuruti permintaan Jisuu. Lebih baik dari pada gadis itu menangis lagi lebih membuatnya frustrasi.
Tae vee pergi ke toko terdekat membeli es krim.
"Berapa semua, Ahjumma?" tanya Tae vee setelah mengambil beberapa bungkus es krim.
Setelah membayarnya Tae vee kembali ke toilet umum. Sesampainya Tae Vee tidak langsung masuk karena segerombolan gadis yang masuk menatapnya seperti seorang penjahat. Tae vee memutuskan untuk menunggu di luar.
Lima belas menit berlalu dan Jisuu belum juga keluar. Bahkan sampai gerombolan gadis tadi sudah keluar dan Jisuu belum menunjukan batang hidungnya.
Tae vee langsung masuk ke dalam dan memeriksa satu persatu bilik kamar mandi.
Tidak perduli beberapa gadis berteriak padanya.
Jisuu tidak ada. Dia tidak ada dibilik mana pun. Tanpa pikir panjang Tae vee menjatuhkan es krim dalam plastik di tangannya dan berlari ke luar secepat yang dia bisa.
Bersambung

KAMU SEDANG MEMBACA
Stranger Wife #Vsoo
FanfictionKim Tae Vee harus menikahi Kim Jisuu, gadis yang sama sekali tidak ia kenal untuk menyelamatkan agensi. (Follow sebelum membaca) **** Bang Jinhyuk, CEO JinHit Entertainment jatuh sakit dan harus segera mencari pengganti. Sayangnya dia tidak memilik...