2 - Makan malam dan kopi pagi

879 111 5
                                        

Tangan Nada yang kecil sedikit kesusahan saat membawa dua kantong kresek besar belanjaan. Untungnya grocery store tempat ia berbelanja berada tepat di bawah gedung apartment tempatnya bekerja.

Sepulang kuliah tadi, Nada memutuskan untuk langsung berbelanja tanpa naik dulu keatas sekedar menyimpan tasnya yang lumayan berat. Hanya untuk mengefisienkan waktu saja. Jam dipergelangan tangannya sudah menunjukan pukul lima tepat dan sudah jam pulang kantor, kemungkinan besar majikannya juga sedang dalam perjalanan pulang.

Edward tidak memberitahu pukul berapa biasanya pulang kerja. Nada pun tidak bertanya, tapi yang pasti ia  tidak mau jika hari pertamanya kerja malah sang majikan lah yang tiba di rumah terlebih dulu.

Belanja kali ini, Nada sudah merinci apa saja yang harus dibeli. Pertama adalah bahan masakan dan buah, tak lupa bumbu dapur karena sadar jika Ia hidup dengan seorang bujang jadi tak ayal kitchen set pria itu minim sekali bumbu dapur. Beruntung tadi pagi masih ada garlic powder dan garam, sehingga bisa membuat sarapan untuk majikannya walau jamur yang digunakan sudah tak segar lagi tapi masih layak untuk dikonsumsi.

Barang lain yang Nada beli adalah bahan pembersih untuk pakaian, peralatan makan, lantai dan jendela. Ia sampai riset terlebih dahulu bahan-bahan tersebut karena sadar pakaian dan peralatan majikannya sudah pasti bukan barang biasa. Treatmentnya berbeda dan harus menggunakan bahan-bahan khusus juga. Ia tidak mau gegabah dan malah merusak barang majikannya. Tidak lucu jika nanti harus ganti rugi , uang dari mana.

Barang terakhir yang gadis itu beli adalah kebutuhan pribadinya. Tak banyak yang dibeli karena hanya kebutuhan primer saja. Tak ada budget untuk sekedar membeli lip tint ataupun loose powder. Padalah diumurnya saat ini adalah masa dimana sedang centil-centilnya mencoba berbagai brand make up yang sedang hype. Seharusnya. Tapi kembali lagi, realita sedang tidak berpihak padanya saat ini.

Kebutuhan pribadi gadis itu sudah pasti dibeli dengan uangnya sendiri. Tidak berani jika harus membeli kebutuhan pribadinya menggunakan uang Edward karena itu bukan haknya. Sedari awal pria itu berkata bahwa uang bulanan untuk kebutuhan rumah dan bahan masakan.

Diberi tempat tinggal dan makan gratis saja tentu membuat Nada bersyukur. Ia akan selalu berhati-hati dalam bertindak karena sangat membutuhkan pekerjaan ini. Bekerja dengan majikannya yang sekarang adalah opsi terbaik. Jika bisa, ia akan bekerja dengan Edward sampai kuliahnya selesai. Jadi, tak perlu pusing biaya kos dan makan sampai lulus nanti.

Harap Nada begitu dan semoga saja sang majikan puas dengan hasil kerjanya dan berkenan untuk terus menggunakan jasanya.

EHH?! Nada kaget saat seseorang mengambil alih kantong belanjaan di tangannya tanpa permisi.

"Minta satpam untuk membawakannya jika kesusahan."

"Tidak usah, Pak. Biar saya saja." Tolak Nada saat Edward mengulurkan tangannya meminta satu lagi kantong belanjaan. Dengan sungkan gadis itu menyerahkan kantong tersebut.

"Terimakasih, Pak." Nada menunggu Edward untuk jalan lebih dulu. Tidak sopan rasanya berjalan di depan majikan.

Edward berlalu tanpa repot membalas ucapan Nada. Langkahnya mantap dengan backpack kecil dipunggung yang hanya berisikan ipad, handphone dan dompet. Kantong belanjaan yang terlihat besar saat Nada membawanya, sangat kontras di kedua tangan pria itu yang terlihat ringan. Mungkin karena pengaruh postur tubuh juga sehingga majikannya tak kesusahan sama sekali.

Postur tubuh Edward ini tinggi gagah, layaknya peranakan campuran Indo-bule pada umumnya. Wajahnya bisa dikatakan bule tulen hanya rambutnya yang hitam legam layaknya pribumi. Awal bertemu saat interview, Nada mengakui jika sang calon majikan memiliki  visual diatas rata-rata, yang tidak ia duga adalah logat pria itu. Edward sangat amat fasih berbicara bahasa Indonesia, tak sekalipun pria itu berbicara campuran antara Indonesia dan Inggris. Sedikit amaze tapi bukan kepentingannya juga untuk penasaran, disini tugasnya hanya bekerja dengan baik.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 14 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Pra-NadaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang