03; Terjebak

650 83 104
                                    

🪐🤍•••••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🪐🤍




"Cie, ada yang ditungguin pacarnya tuh." Christy menyenggol pelan pundak sahabatnya yang kini tersenyum malu. Bel pulang sekolah memang sudah berbunyi sejak beberapa saat lalu, kelas mereka lambat keluar sebab di jam terakhir sempat ada ujian dadakan.

"Yah kalau gini sih bakal jarang deh kita main bareng sama dia nih, Chris," ucap Dela.

"Ih apa sih? Emangnya aku gak bakal ada waktu buat kalian?"

"Ya gak tau, sekarang sih belum keliatan."

Christy menatap Mouzee dengan sebelah kedipan mata. "Udah sana samperin dulu pacarnya, nanti diambil Dela loh."

"Astaga Christy," ucap Dela.

"Bercanda Vadela hahahaha," sahutnya dengan tawa. Dela hanya menatapnya sedikit kesal, manusia satu itu memang ada saja celetukan anehnya.

"Udah ayo, pacarku udah nunggu!" kata Mouzee.

Dela dan Christy saling tatap. "Ih alay."

"Biarin wlee," sahut Mouzee dengan uluran lidahnya yang terkesan mengesalkan itu.

Mouzee menarik tangan kedua sahabatnya untuk segera keluar kelas, menemui seorang Sabilu yang sudah berada di luar sana dengan senyum manis miliknya.

"Hai, Zee!"

"Hai," balasnya pelan. Terlihat sekali, Mouzee masih sangat canggung, berbeda dengan Sabilu.

"Kita pulang bareng ya," ucap Sabilu.

Mouzee mengangguk cepat. "Boleh."

Dengan cepat gadis cantik berlesung pipi itu menatap kedua sahabat nya. "Kalian duluan aja, aku sama Bilu."

"Hm, iya deh. Hati-hati ya."

"Iya, kalian juga. Bye!"

"Bye, Zee!"

Dalam sekejap Christy dan Dela menghilang dari pandangan. Meninggalkan dua anak manusia yang lagi bahagia-bahagianya ini. Sabilu terlihat tengah memandangi gadis di hadapannya yang terdiam, entahlah apa yang ada di pikiran Mouzee.

"Kamu kenapa sih Zee, dari tadi diem terus? Gak nyaman kah?" kata Sabilu.

"Ah? Nggak, bukan. Aku... aku, bingung aja harus apa."

Kukira Sederhana.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang