↙↘

6 1 0
                                        

Jujur, aku tidak mengerti bagaimana agamamu mengajarkanmu
beribadah—selain rosario yang kau kalungkan atau kau pegang erat, juga rutinitasmu di hari minggu yang tak pernah libur itu. Kau pun sama halnya, sekedar tahu aku sholat lima waktu, membaca alqur'an, puasa dan beberapa kebiasaan yang wajib kulakukan di agamaku.

Jadi, bagaimana mungkin aku dan kamu sama-sama berteriak meminta memahami—mengikuti agama masing-masing?!  Bagaimana mungkin cinta bisa mengalahkan Tuhan? ,

Ah, mungkin...

Kita bersalah kepada Tuhan. Kita terlalu hanyut dalam rayuan romansa. Sungguh, pada akhirnya, aku dan kamu akan mati penuh tangis—meninggalkan kenangan yang hanya sebatas usai.

7 November 2020

Kopikopait

POTRETTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang