Sebelumnya, aku sering merasakan diriku penuh ketidakcukupan
Jujurnya, emosiku sering kujadikan rahsia terbesar dalam hidupku
Tapi hari ini, pantai ini telah menjadi saksi catatan sejarah
Untuk pertama kalinya sebagai seorang remaja, aku begitu mudah mengekspresikan emosiku
Air mataku tumpah deras laksana Sungai Kongo
Atas kesedihan seorang anak kecil yang belum pernah aku kenal sebelumnya
Sepemerhatianku, dia adalah seorang anak kecil yang usianya baru separuh dekad
Yang masih mencari identiti diri
Masih banyak bermimpi indah
Tapi entah kenapa, mimpinya harus punah oleh kata sakit
Saat ini, kehidupan terlihat terlalu kejam memisahkan buah dengan induknya
Di usia semuda ini, dia harus merasakan sakitnya kehilangan
Dikala kanak-kanak seusianya masih belajar terbang
Dia harus kehilangan sebelah sayapnya yang selama ini membantunya terbang menggapai mimpi mimpi
Dia masih belum benar benar puas melepas tangisnya di bahu itu
Pelepas tangisnya perlu direnggut secara paksa
Hingga dia bertanya-tanya
Kemana penguatnya selama ini?
Tulang belakangnya, kenapa hilang?
Bahagia buatnya, kenapa diganti?
Andai saja aku dapat mengukir ceria buatnya
Pasti sudah ku binakan sebuah arca bahagia untuknya
Semoga kamu kuat ya menjalani ujian hidup?
Doaku aku akan selalu mengiringi langkahmu
Bunga Zuhri
