04

7 9 4
                                    

Hai!!
Gimana kabarnya? Baik-baik saja?
Maaf jika saya mulai jarang update, tetap support cerita ini. Terimakasih kalian yang udah meluangkan buat baca ceritaku.

Jangan lupa Vote dan komentarnya.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

"Woy lu pada mau ke kantin kan?" Tanya Nara yang melihat dua gadis di depannya bangkit dari tempat duduknya. Jam istirahat sudah bel beberapa menit yang lalu, hanya saja guru di kelas kita terlambat datang pelajaran membuat jam istirahat kami di mundurkan untuk beberapa menit. Menyebalkan? Jelas itu sangat menyebalkan bagi gue.

Selama di perjalanan. Ketiga gadis ini dari awal keluar kelas sudah di tatap intens oleh murid disana, bagi Nara ini hal yang wajar. Karena bukan hanya Nara yang tersorot di sekolah sebagai sekretaris OSIS. Namun Acha juga yang tersorot dalam bidang dance dan musiknya, sedangkan Anya yang juga tersorot dalam bidang pelajarannya dan juga sangat sering bagi Anya mengikuti olimpiade untuk mewakili sekolahnya.

"Gue mau ke kamar mandi dulu, lu berdua tunggu disini. Jangan kemana-mana!" Ucap Anya dengan tatapannya yang mengancam.

"Iye bawel lu, Sono masuk." Usir Nara

Menunggu Anya kembali, Nara dan Acha mengobrol kan hal yang random disana. Tapi ucapan Nara berhenti ketika dua gadis yang keluar dari kamar mandi mengobrolkan seseorang yang ia kenal.

"Lu tau Karin?"

"Alan ngajak gue jalan malam ini!!!"

Alan?! -batin Nara
Nara melihat sudut mata Acha, Acha faham maksud tatapan Nara. Gadis itu mencoba menenangkan Nara yang mulai berfikir bahwa alan yang ia maksud itu pacarnya.

"Serius?! Jalan kemana?" Jawab teman gadis itu.

"Gatau gue, nih coba lu liat chatingan gue sama dia. Liat nih!!" Jawabnya antusias dengan memberikan bukti chatingannya dengan alan.

"Omg!! Dia serius ngomong gini?!!"

"Iya!!! Aaaaa gue seneng banget, lu liat deh chat dia yang ini."

"Iya Michelle say-"

"Yang!!"

Acha melihat perubahan muka Nara yang berubah ketika mendengar ucapan terakhir kedua gadis itu.

"Ayo gue udah selese." Ucap Anya sembari membenarkan bajunya. Melihat Anya sudah kembali, Nara meninggalkan kedua temannya disana

"Lama banget." Ucap Acha yang meninggalkan Anya sendiri disana. Anya heran kenapa kedua temannya itu meninggalkan dirinya, ketika hendak mengejar, langkahnya berhenti.

"Alan ngajakin gue ke apart nya malam ini Karin!!!!"

"Serius lu?! Serius itu alan?"

"Iyaa!! Andra Mahesa!!"

Damn.
Anya yang mendengar obrolan mereka sekarang tahu mengapa Nara berubah. Anya yakin dia sedari tadi menguping ucapan dua jalang ini. Anya segera mengejar kedua temannya yang telah hilang dari pandangannya.

"Tanpa gua kasih tau juga lu udah tau dengan sendirinya."

Saat di perjalanan Nara bertemu dengan Andra, namun Nara tidak menghiraukan Andra yang berdiri disana dia melewatinya membuat Andra dibuat bingung oleh sikapnya.

"Nara kamu kenapa?" Ucapnya dengan wajah yang kebingungan, Nara hanya melihatnya sekilas dan segera pergi dengan kedua temannya. Acha dan Anya tidak bisa membantu hubungan mereka untuk kali ini, mereka mempercayakan keputusan kedepannya di tangan Nara.

"Kalian mau pesen apa?" Tanya Acha yang sedang melihat menu-menu makanan di kantinnya.

"Eum.. gue nasi goreng sama minumnya air putih." Ucap Anya

"Gue samain aja sama Anya." Jawab Nara malas

"Oke samain aja."

"Mas Joko!!!" Teriak Acha, Anya dan Nara yang sedang memainkan ponselnya dibuat terkejut dengan teriakan Acha yang cukup menggelegar di seluruh kantin.

"Lu gila? Tinggal samperin mas Joko nya. Kenapa harus teriak? Malu-maluin sumpah." Ucap Anya kesal, masalahnya gara-gara teriakan Acha yang cukup keras tadi, kita bertiga jadi sorotan tatapan para murid yang sedang istirahat disana.

"Lu tau mager kan?" Jawabnya sekilas

"Mas!! Acha mau nasi goreng pedesnya 3 ya mas!!! GPL pokoknya!!!" Teriak Acha

Tanpa disadari ada tiga lelaki yang duduk di pojok kantin memperhatikan gerak-gerik para perempuan itu.

"Gue kasian sama Nara." Gumam Devano tiba-tiba, membuat regga dan Adam dibuat heran oleh ucapannya. Seorang Devano yang terkenal dingin kesemua orang punya rasa kasihan sama seorang perempuan? Impresif

Adam menaruh tangannya di dahi Devano, mengecek suhu tubuhnya untuk membuktikan dia sakit atau tidak. Devano yang sadar dengan gerak-gerik kedua temannya menautkan alis heran seakan bertanya kenapa?

"Lu yang kenapa dongo?!" Ucap regga kesal, Devano semakin heran. Salahnya dimana?

"Lu sakit hah?" Ucap Adam menatap Devano intens. Lelaki itu di buat risih dengan kedua sikap temannya ini.

"Serius lu pada aneh banget." Gumam Devano sambil meminum es jeruk yang berada di depannya.

"LU YANG ANEH GOBLOK!" Teriak Adam dan regga secara bersamaan.

"LOH KOK NGAMOK?!" Teriak Devano yang tidak mau kalah dengannya.

Teriakan ketiga lelaki itu membuat Acha penasaran dan melihat kebelakang melihat apa yang terjadi.

"Tuh bocah kenapa sih?" Ucap Anya heran melihat tingkah para lelaki random itu.

"Obatnya abis kali." Jawab Nara yang sedang fokus dengan makanannya.

"Ohiya nar, malem jadi nonton kan?" Tanya Acha. Nara menatap kedua temannya dengan menganggukan kepalanya.

"Sama Aldi juga." Jawab Nara.

"APA?!" Jawab Acha dan Anya bersamaan

"Iya aldi. Aldi Pratama, lu pada masih kenal?"

"Lah katanya tuh bocah sekolah di Jepang?" Jawab Anya

"Dia dah balik dong!!" Balas gue antusias. Nara melihat bukan hanya dia yang antusias dengan kedatangan Aldi ke Indonesia. Namun, Acha dan Anya juga sangat bahagia mendengar kabar sahabatnya yang kembali ke negaranya.

"Keynara Lu balik sekolah sama gue. Tanpa penolakan sama sekali!"

"Hah?!"
















Gimana? Next?
Maaf ya kalau bahasanya kurang jelas atau ga tepat, ini first time nya banget aku buat cerita. Semoga kalian sukaa

Forever And A DayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang