- Tak ada yang berubah -

27 3 1
                                        

Pagi hari telah tiba. Ayam pun tak lelah untuk berkokok hingga sang fajar menyinari bumi. Tepat pukul 6 pagi, Kaila bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.

"buku sudah, kotak pensil sudah, semuanya sudah, apalagi ya yang belum?" bisik Kaila "oke sudah semua"

Tak lama gerak-gerik Kaila terhenti dan berniat untuk melamun. Entah apa yang dipikirkannya sepagi itu.

"KAILA, TURUUNN SINII, SARAPAN DULU" teriak Ibunya yang membuat Kaila tersadar dari lamunannya itu.

Ia pun segera mengenakan jam yang ada di meja riasnya itu dan menggendong tas yang ada di depannya lalu bersiap untuk turun. Tak lupa untuk menguncir rambutnya agar tidak terbang saat mengendarai motor.

"IYAA BU TUNGGU SEBENTAR," balasnya dengan sedikit teriak agar Ibunya bisa mendengar apa yang diucapkannya karena ia lagi di atas. "aduh ternyata udah jam segini, pantas aja Ibu suruh gue turun" "kira-kira ada yang ketinggalan ga ya" "audah deh"

Ia pun langsung keluar dan menuruni anak tangga secepat mungkin. Namun jalannya terhenti karena ia teringat sesuatu "ehh kaos kaki gue mana anjir, ahh pake naik lagii" dengus Kaila "nah dapat lo kan"

Ia pun kembali turun dan segera duduk di sebelah kakaknya itu lalu menikmati sarapan yang sudah disiapin Ibunya.

Sambil tersenyum. "Kai nih uang sakumu" "di jaga ya jangan sampai hilang" sambil menodorkan tangan yang sedang memegang uang.

"wahh makasih Bu" "ya udah ya Bu, sarapan Kaila sudah habis, Kaila langsung berangkat aja takut telat"

Kaila berdiri dan segera menyalimi kedua orang tuanya. Ia duduk sebentar di depan teras dan memakai kaos kaki dengan sedikit terburu-buru.

"KAII... cepettt dong, udah siang nihh" omel kakaknya

"iyaa iyaa... sabar dikit napa," "pakai sepatu dulu nih" sambungnya

"yaudahh cepeett.."

Setelah selesai menggunakan sepatu, Kaila pun langsung lari menghampiri kakaknya. Ia pun naik ke motor dengan perlahan. Dan saat itu juga mereka segera meninggalkan rumahnya.

Sesampainya di sekolah, Kaila langsung turun dari motor dan berpamitan dengan kakaknya. "yaudah ya gue langsung masuk aja, bye kak"

"iya". Kaila pun masuk menyusuri koridor demi koridor.

Tiba di depan kelas dan Kaila masuk menuju bangkunya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tiba di depan kelas dan Kaila masuk menuju bangkunya. Ia meletakkan tasnya di kursi lalu duduk. Ia pun terhanyut dalam lamunannya. Memikirkan siapa orang yang semalam ia temui itu.

"WOII KAILA, MELAMUN AJA, KESAMBET RASAIN LO," teriak Ellora membuat Kaila terkejut. Ia pun reflek memukul lengan Ellora.

"IHH ANJIR, SAKIITT KAII" Ellora pun merintih kesakitan.

"Ooopss sorry El, habisnya lo kagetin gue sih" balas Kaila.

"emang apa yang lo pikirkan sih Kai, cerita ke gue kek"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 02, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Authentic StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang