Semuanya akan indah ketika kita menyelesaikan satu persatu dan semuanya juga akan terasa indah ketika kita berdamai dengan musuh
Blood menuju pemakan untuk belasungkawa mereka menaburkan bunga di pemakan itu Yonna menangis sedari tadi dan Blood semuanya melawan ia tidak percaya bahwa di meninggal
Jika dulu mereka "musuh tetap musuh," tapi sekarang "Tidak selamanya musuh menjadi musuh," penyesalan memang selalu datang terlambat tanpa kita duga-duga bukan.
"Hiks... Hiks... Kenapa dia meninggal," ucap Yonna yang sambil menangis
"Karena dia udah gak bernafas lagi," celetuk Nyok yang tidak tahu kondisi
"Sih beruk mulai lagi gak tahu kondisi dan situasi," gumam Putu
"Maafkan kita Bro semoga lu tenang di sana," kata Saka
"Semoga lu gak tenang bro di sana," ucap Nyok yang langsung kepalanya di pukuli oleh Putu "Njir kenapa gw kesel sama lu terus," Mulut Nyok seperti perempuan terlalu banyak bicara dan sering sambar omongan orang lain.
"Udah ayok kita pergi," ajak Jojo sambil menggandeng tangan kekasihnya
Sebelum Jojo benar-benar pergi "Terimakasih bro untuk matanya semoga lu di terima di sisi Tuhan gw akan selalu doain lu, maafkan semua kesalahan kita yang tidak punya akhlak ini,"
Semuanya sudah selesai mereka hidup berdamai tapi bukan berarti tidak ada masalah setiap hari mereka sering cekcok karena gara-gara mulut Nyok dan Putu. Mereka tidak bisa terus berduka cita
"Udah nggak apa-apa Yonna harus tenang," ujar Jeje
"Udah ayok kita ke mobil," titah Saka sambil menggendong Yonna karena Yonna tidak ingin beranjak pergi dari sana
"Kalau kaya gini terus Saka marah loh sama Yonna," ancam Saka
"Yonna mau Saka marah ia? Atau Yonna mau Saka kurung," ucap Saka sambil berjalan melewati pemakaman
"Kenapa Yonna baru tahu bahwa dia kakak Yonna," ucap Yonna tersedu-sedu
Flashback
"Math adalah kakak Yonna," bagaikan petir di siang bolong
"Maafkan papah yang baru kasih tahu sekarang," Yonna langsung menangis tersedu-sedu bahkan Yonna hampir pingsan
"Kenapa baru kali ini Ayah bilang?"
"Maafkan ayah karena kesibukan ayah dan sekarang Math sudah meninggal dunia,"
"Apa? Gak mungkin gak mungkin pasti bohong kan," teriak Yonna sambil mengguncangkan bahu Ayahnya dia tidak terima pengakuan dari Ayahnya.
"Yonna gak boleh gitu sama ayah, nanti besok kita ke pemakaman Math,"
Akhirnya mereka hari ini ke pemakaman Math
"Yonna mau es krim?" Mendengar kata es krim Yonna langsung mengangguk dan mengiyakan
"Tapi lima," sambil menunjuk angka lima
"Iya lima,"
"Si anjir mentang-mentang pacarnya udah sembuh lengket terus," sindir Jeje
"CEMBURU BILANG BAWAHAN,"
Sudah segini dulu aja ceritanya. Besok-besok Pila akan bawakan cerita yang menarik dan insyaallah bakalan sering-sering update karena kemalasan Pila membuat cerita ini berlumuran darah hahahaha
Pila ada tebak-tebakan
"Ada anak kecil yang nangis karena di kasih bola kenapa anak kecil itu nangis?" Jawab yah ...
Jangan lupa baca cerita Pila di Novelme bakalan update setiap hari

Akhirnya tamat yey
KAMU SEDANG MEMBACA
Psychopath Boyfriend (PP)
AdventureFollow sebelum membaca!!! Jangan pernah mengusik ketenangan kekasih dan sahabat, jika anda berani mengusik saya jamin anda akan mendapatkan hal yang lebih kejam! Blood adalah sebuah kelompok yang tidak akan jatuh ke tangan siapapun, jika berani mena...
