hola-hola hai readers...
kalo ada typo atau yang ambigu tolong ditandai ya...
jangan lupa klik bintangnya
selamat membaca.....
Ale
.....
"Aku mau kamu jadi pacar aku!" kevin memegang kedua pundak Andien
"Kevin berapa kali aku bilang aku gak cinta sama kamu! aku gak mau nyakitin kamu nanti, please" kata Andien sambil melepaskan tangan Kevin yang ada di pundaknya
tadi mereka habis meeting dengan klien karena merasa bosan dikantor Andien mengajak kevin untuk jalan jalan di taman kota karena sekarang sudah jam 4 sore, kini mereka sedang duduk bibangku taman dibawah pohon yang rindang.
" kasih aku kesempatan, apa yang kurang dari aku kasih tahu, biar aku bisa perbaiki"
"nggak ada yang kurang dari kamu Vin, tapi cinta gak bisa dipaksakkan aku udah anggep kamu seperti kak Justin, kakak aku sendiri Vin" Andien tetap bersiukuh dengan jawabnya
"Andien kamu ingat saat aku mengungkapkan perasaanku padamu, butuh banyak keberanian untuk mengatakan bahwa aku jatuh cinta padamu, kamu tahu aku bahkan tersenyum sepanjang malam hanya karena mengingat dirimu, sekali dua kali tiga kali aku mendengar penolakan yang sama darimu, it's ok sekarang aku paham memang tidak kesempatan bagiku untuk singgah dihatimu" Kevin menarik nafas panjang untuk menyelesaikan perkataanya.
Andien menggigit bibirnya mendengar perkataan Kevin, sebenarnya Andien tak tega terus menerus menolak permintaan Kevin tapi entah kenapa setiap kevin mengatakan hal itu, diotaknya hanya memutar kembali kejadian malam "sialan" itu hal itu selalu berhasil membuat moodnya turun apalagi akhir-akhir ini moodnya seakan menjadi rooler coaster.
cukup lama mereka berdua terdiam sejak perkataan panjang Kevin, Andien berusaha mencairkan suasana dengan mengajak Kevin berjalan kearah tengah taman, disana terdapat kolam ikan dengan air pancur ditengahnya, ada beberapa anak kecil bermain disekitaran kolam ikan.
Andien duduk ditepian kolam renang, sedangkan Kevin dia masih berdiri desebalah Andien sambil melihat anak kecil yang sedang berlarian, Kevin tersenyum melihat anak-anak yang begitu bahagia, tawa lepas anak-anak disekitarnya bagikan alunan musik yang merdu.
"Andien andai saja kita bisa kembali ke masa anak-anak pasti akan sangat menyenangkan bukan? tertawa lepas tanpa beban kapan terakhir kali kita merasakanya? saat dewasa terlalu banyak hal yang tidak kita harapkan justru terjadi dalam hidup kita" Kevin mengatakanya sambil erus menatap anak-anak yang sedang bermain
"iya benar sekali, kamu mau ice cream?" Andien melihat penjual Ice cream di ujung taman.
" Mau"
" mau rasa apa?"
belum sempat menjawab pertanyaan Andien terdengar alunan merdu lagu thousand years dari hp milik andien.
" kamu angkat aja, biar aku yang beli mau rasa apa?"
"samain aja vin" Andien mengangkat panggilan dari kakaknya.
kevin sudah berjalan meninggalkn Andien
" Halo kak"
" halo Ndien kamu dimana?"
" lagi di taman bareng kevin, kenapa kak?"
" ouh.. ditaman, enggak cuma mama ajak kita ke restorannya temen mama yang baru buka, tapi kalo kamu nggak mau juga gak papa"
"emh.. aku gak ikut ah kak, aku masih mau ditaman, oh iya kak nanti aku gak pulang ya aku mau nginep ya dirumah Mira bilangin sama ayah bunda ok?"
YOU ARE READING
FAIR PERFECT { ON GOING}
RomanceFAIR PERFECT BACA DULU!!! Kamu yang nolak anak ini bukan? kenapa sekarang kamu seakan-akan lupa? Sikembar dan kedua kakaknya yang berusaha mencari tahu papa "mereka" rutin upload 3 x seminggu jam 12.00 am - rabu -jum'at -Minggu dont copy my story i...
