Hujan deras mendera kota sauville, prancis. orang-orang pejalan kaki tampak berhenti untuk mencari tempat berteduh.
Hal itupun dilakukan juga oleh seorang gadis berperawakan mungil ,menghindari hujan yang sangat deras ini.
Ini adalah hujan pertama yang turun, dia lupa jika bulan ini memasuki waktu musim hujan.
Tampak asap keluar dari mulut mungilnya, menandakan bahwa udara sangat dingin saat ini. dia pun semakin mengeratkan pelukannya pada jaketnya. Untung saja hari ini dia mengenakan jaket yang lumayan tebal. Cukup untuk menghalau udara dingin.
"huhh... Kayaknya gue harus ngehubungin orang cafe kalau bakal telat hari ini" ucapnya pada diri sendiri.
Pagi ini seharusnya dia sudah bekerja di sebuah cafe yang terletak di tengah kota. Sayangnya, hujan turun begitu deras. membuatnya mau tak mau harus berteduh karena kurangnya persiapan akan hujan.
Pada akhirnya dia pun mendial nomor seseorang dan tak lama tersambung.
"halo" terdengar sapaan dari benda pipih yang menempel apik di telinga nya.
"halo kak Amber, ini gue cecile" ucapnya.
"ahh.. Kenapa cil?" tanya seseorang disebrang sana.
"maaf kak, kayaknya gue bakal sedikit terlambat. Gue kejebak hujan" ucapnya berusaha membuat sosok yang dipanggil Amber mengerti.
"yauda gapapa, emang pagi ini ujan deras. Lo tenang aja, gue bakal nyampein kebos"
Ditempat nya, cecile tersenyum. Sungguh dia bersyukur punya teman yang pengertian seperti amber.
"makasih kak"
Tutt
Setelah mengakhiri panggilannya, cecile segera memasukkan kembali ponselnya kedalam tas slempangnya.
saat pandangannya fokus pada jalanan, tanpa sengaja manik nya melihat sosok yang tengah menatap nya lekat dari arah sebrangnya tepatnya didalam sebuah restoran mahal yang bersebrangan dengan tempatnya berteduh saat ini.
dahinya mengernyit, dia berusaha melihat jelas siapa sosok itu. apa dia mengenalnya?
tapi nihil, matanya tidak begitu jelas menangkap gambaran wajah sosok itu karna memang jaraknya yang lumayan, belum lagi terhalang oleh mobil yang berlalu lalang dijalanan.
'ah biarin aja' monolognya dalam hati.
Dia berusaha berpikiran positif, tidak menganggap serius dan memilih bermain ponselnya, menunggu hujan sedikit reda.
⚜️⚜️⚜️
Kringg~
Lonceng yang menggantung di pintu cafe berbunyi, menandakan bahwa ada seseorang yang datang.
dengan sigap pegawai wanita yang berpenampilan tomboy ber name tag -Amber Liu bersiap ingin menyambut, tapi niatnya pun diurungkan melihat ternyata yang datang bukan pelanggan melainkan sosok gadis yang tadi menelfonnya.
"ah, hai kak amber" sapa cecile dengan senyuman manisnya.
Melihatnya membuat amber ikutan tersenyum, sepertinya gadis ini sedikit kehujanan melihat jaket tebal yang dikenakannya sedikit basah.
"ganti baju sana, lo pasti kedinginan. Bos udah nungguin, dia khawatir banget pas dengar lo tadi kejebak hujan" kekehnya pelan.
"yaudah, kak. gue mau ganti baju terus langsung nemuin boss" balas cecile dan segera berlalu dari hadapan amber.
Setelah beres dengan seragamnya, dia berjalan menuju sebuah ruangan dimana bosnya berada. yah, pria itu memanggil nya menurut kata amber.
tok tok
"permisi bos, ini aku cecile" ucap nya diselingi dengan ketukan pada pintu coklat di depannya.
"masuk aja"
Setelan mendengarkan suara bariton pria didalam, cecile dengan perlahan membuka pintu itu. Dan terlihat lah sosok pria jangkung yang memakai pakaian casual duduk bersandar di kursi kebesarannya. Tampak tangannya sibuk mengetikkan sesuatu di laptopnya.
"permisi, apa bos memanggil saya?" tanya cecile dengan sopan.
"ah ya-" ucap pria itu kini pandangan nya sudah beralih menatap cecile.
"-amber tadi bilang kalo kamu kejebak hujan dijalan. kamu baik-baik aja?" lanjut nya dengan alis yang terangkat keatas. Berusaha memperlihatkan bahwa dia peduli pada cecile.
"ahh.. Saya baik-baik aja bos" ucap nya berusaha menahan tawa.
Bosnya ini berlebihan, dia hanya terjebak hujan Bukannya terjebak oleh preman.
melihat cecile yang menahan tawa membuatnya terkekeh pelan. apa dia terlihat konyol dimata gadis itu?
"well, bagus kalau begitu" ucapnya dengan pandangan sendu.
"kalau gitu saya pamit undur diri, mau gabung sama yang lain" senyuman tulus terukir di bibir cecile.
Setelah pamit, cecile segera berlalu dari hadapan pria blasteran Amerika itu. Membuatnya sedikit berdecak kecewa karena cecile meninggalkan nya.
Hey gadis itu harus bekerja bukan. Setelahnya, Johnny -si bos menghela nafas dan kembali berkutat pada laptopnya.
To be Continue
. .
Kenalin
Bos Tamvan
Johnny Suh
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
mba tomboy, kawan seperjuangan cecile
Amber Josephine Liu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.