...Happy Reading...
Hufzz... Sungguh hari yang sangat melelahkan. Seorang gadis sudah hampir tiga jam duduk di depan ruangan dosen pembimbing untuk memberikan Proposal penelitian skripsi yang telah dibuatnya. Lalu lalang orang yang lewat sesekali memperhatikannya, tapi tak ia hiraukan sama sekali.
Berulang kali gadis itu tampak mengecek ponselnya, barangkali ada pesan yang masuk dari dosen pembimbingnya, tapi setelah lelah menunggu ternyata tak satu pun pesan yang dikirimnya mendapat balasan.
Oh ya, perkenalkan, dia Adalah Hani, nama lengkapnya adalah Hani Pratiwi. Hani adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang berusaha menyelesaikan skripsinya. Hari ini sebenarnya Hani ada jadwal bimbingan, tapi ya begitulah, terkadang dosen suka seenaknya sendiri menghilang tanpa kabar. Dan itu yang sedang Hani rasakan sekarang, menunggu tanpa kepastian.
Tring.. Tring..
Ponsel Hani berbunyi, dengan cepat ia mengangkat telpon siapa tahu itu dari pembimbingnya. Tapi saat melihat nama panggilan yang masuk, gadis itu membuang napas panjang.
"Halo" Sapanya
"Lu di mana? Masih bimbingan? Gue sama yang lain pada mau cabut ini, lu ikut kita nggak?" Terdengar suara Putri di seberang sana.
"Hmm.. Gue dari tadi nunggu dospem nih, katanya hari ini bimbingan tapi kagak muncul-muncul juga wujudnya. Sampai jamuran nih gue nunggu, mana pada diliatin orang-orang lagi" Curhat Hani.
"Udah ayo cabut aja, kagak bakalan datang tuh Bapak tercinta lu itu, beliau kan orang paling sibuk sedunia" Sindir Putri
Iyaa sih, Pak Arif memang terkenal sibuk dan susah untuk ditemui, selain sebagai dosen, beliau juga menjabat sebagai ketua Yayasan di Universitas tempat Hani berkuliah sekarang.
"Yaudah deh, lu jemput gue di ruangan pak Arif ya, gue udah nggak mood banget buat jalan ke parkiran" Ujar Hani pada Putri
"Okedeh, gue otw nih ke sana, tungguin ya" Tedengar Putri segera bergegas menjemput Hani.
"Sipp, makasih ya" Hani menutup panggilan telpon dan menunggu Putri datang menjemput.
🍃🍃🍃
"Woii han kesambet lu lama-lama ngelamun" Silvi menegur ku yang melamun sedari tadi tiba dikantin.
Aku menarik nafas pelan
"Gue stress banget sumpah. Gue udah begadang hampir tiap malam buat nyelesain nih proposal malah dospem gue payah buat ditemui. Buntu banget gue rasanya"
Aku membagi apa yang sedang ku pikirkan sekarang.
"Yaelah santai aja kali han, gue aja pekara judul kagak kelar-kelar sampai sekarang" Ujar Wanda Sambil menatapku
Aku hanya diam, ku biarkan teman-teman ku sibuk dengan kegiatan mereka. ku sembunyikan wajah ku di atas tas yang ku letak di meja. Rasanya benar-benar kesal setelah berjam-jam menunggu tapi hasilnya nihil.
Tring.. Tring..
Tiba-tiba suara ponsel dari dalam tas ku terdengar berdering, seketika mengangetkan lamunanku.
Pak Arif...📞
Aku terburu-buru mengangkat panggilan masuk ketika menyadari ternyata dari dosen pembimbing ku.
"Hh.halo i iya Pak? " Suaraku terdengar gugup
KAMU SEDANG MEMBACA
My Hani (END)
General FictionNasril Khairi, seorang pemuda yang cukup populer dikalangan wanita, tapi sikap dinginnya tak jarang membuat para wanita menganggapnya pria yang sombong. Sedangkan Hani Pratiwi adalah gadis yang baik, ceria, dan periang, banyak lelaki yang menyukainy...
