Bab 27 - Budak Corporate

2K 64 0
                                        

Huaaaa... Aku lagi-lagi menutup mulut ku yang sedari tadi tak henti-henti menguap. Setelah subuh aku tidak tidur lagi, padahal aku baru tidur dua jam. Ini semua gara-gara aku menyelesaikan pekerjaan ku yang tidak selesai kemarin. Aku baru bisa tidur pukul 3 dini hari.

"Lu baik-baik aja kan?" Pia menghampiri ku yang sedang membuat sarapan di dapur.

"Gue okey, tapi gue ngantuk banget"

Aku mengambil selembar roti dan mengoles selai coklat diatas nya.

"Tumben lu pagi-pagi ngantuk, begadang lu semalam" Pia mencomot selembar Roti yang ada di atas piring.

"Gue ngecek laporan sampai tengah malam, soalnya entar mau dikasih lagi ke atasan gue" Jelasku.

Pia mengangguk paham

"Eh, lu berangkat kerja gimana? Motor lu kan tinggal di kantor" Pia menatap ku bertanya

"Pakai gojek"

Aku menyeruput kopi yang sudah ku buat tadi, mana tau ngantuk ku bisa hilang.

"Lu nebeng gue aja, entar gue anter ke kantor lu, gue juga enggak lagi buru-buru" Tawar Pia

"Yaudah kalau lu maksa, makasih" Aku menampilkan senyuman ku

"Sipp, kalau gitu gue mandi dulu" Pia bangkit dari duduknya

"Ihhh jorok banget lu makan enggak mandi dulu" Aku menatap Pia geli

"Biarin" Setelah itu Pia sudah hilang di balik pintu kamarnya.

Aku geleng-geleng kepala melihat tingkat nya..

Pukul 6.50...

"Cepetan dong Pia, lu lelet bener deh entar telat ni gue" Aku berdecak melihat jam yang melingkar di tangan ku

"Sabarrrr, enggak liat ni gue pakai sepatu" Pia terburu-buru memasukkan kakinya kedalam sepatu

"Lu mandi juga lama bener, heran gue. Lu mandi atau buat sumur sih" Aku mengomeli kebiasaan Pia yang suka mandi lama.

"Diam deh lu, udah siap ni gue. Udah mirip kayak emak gue aja lu suka bener ngomel pagi-pagi " Pia mengunci pintu kontrakan

Aku mendengus kesal.

"Awas kalau gue telat" Ancam ku

"Udah buru naik, tenang gue ngebut" Pia menyuruh ku menaiki motor bebeknya.

Ilustrasi outfit Hani

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ilustrasi outfit Hani


Pia tak main-main dengan ucapannya. Sepanjang perjalanan aku tak henti-henti komat kamit merapalkan doa agar selamat sampai ke kantor ku. Bayangkan saja perjalanan kekantor yang menghabiskan waktu lebih 20 menit di pangkas Pia menjadi sepuluh menit. Bisa kalian bayangkan bagaimana kencang nya Pia membawa motor.

My Hani (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang