Happy reading guys
"Na, mau pulang bareng nggak?" Tanya Vero.
"Sorry, Ver. Gw ada janji sama Daniel, nggak papa kan?" Tanya Ana.
"Iya nggak papa, lo hati-hati ya. Kalau sampe Daniel nyakitin lo, bilang sama gw," ucap Vero.
"Oke, gw duluan ya, Ver. Bye," ucap Ana melambaikan tangannya pada Vero dan keluar dari kelas.
Daniel sudah menunggu Ana di depan gerbang sekolah, banyak siswi-siswi yang berbisik melihat Daniel. Daniel memang memiliki wajah yang tampan dan keren.
"Mau jalan kemana?" Tanya Daniel.
"Bukannya lo mau ke toko buku?" Tanya Ana.
"Toko bukunya tutup hari ini, jadi kita jalan aja," ucap Daniel.
"Makan bakso aja gimana?" Tanya Ana.
"Dimana?" Tanya Daniel.
"Deket taman kota," ucap Ana.
"Yaudah deh, naik," ucap Daniel. Lalu Ana naik ke motor Daniel. Daniel mengendarai motornya dengan kecepatan rata-rata menuju taman kota.
"Lo turun duluan ya, gw mau parkir motor dulu," ucap Daniel.
"Gw langsung ke tukang baksonya aja ya," ucap Ana. Daniel mengacungkan jempolnya.
"Bang, baksonya 2 sama teh es nya 2," ucap Ana memesan. Lalu ia duduk dikursi yang kosong sambil menunggu Daniel. Ana melambaikan tangannya saat Daniel datang.
"Udah pesen?" Tanya Daniel.
"Udah," ucap Ana. Tak lama kemudian bakso pesanan mereka datang.
"Habis ini lo mau kemana?" Tanya Daniel.
"Pulang, mau nonton drakor. Lo? Mau ngumpul sama Rich Devil?" Tanya Ana.
"Mau pulang juga deh, Rich Devil ada party malam ini," ucap Daniel.
"Kenapa nggak ikut? Lo kan anggota inti," ucap Ana.
"Gw mau ngurangin mabuk," ucap Daniel.
"Lo sering mabuk?" Tanya Ana pelan.
"Kadang kalau banyak masalah," ucap Daniel.
"Padahal ada banyak cara lain buat pelarian dari masalah, nggak harus dengan cara yang nggak berguna. Tapi kalau itu cara yang buat lo nyaman, nggak ada yang bisa ngelarang lo," ucap Ana lalu meminum tehnya.
Ia sedikit sensitif dengan orang yang suka mabuk, dulu Ayahnya juga sering mabuk. Ana takut saat melihat Ayahnya pulang dengan keadaan mabuk. Ayahnya sering bersikap kasar, tapi Daniel tidak seperti itu saat mabuk di markas Rich Devil.
"Dan sekarang gw udah ada cara yang buat gw nyaman. Saat gw deket lo kayak gini aja gw ngerasa lebih tenang dan nyaman," ucap Daniel.
"Gw seneng kalau lo bisa nyaman sama gw, tapi gw berharap lo juga bisa bikin gw nyaman. Lo bisa cerita sama gw kalau lo ada masalah," ucap Ana.
"Na, lo mau nggak jadi pacar gw?" Ucap Daniel. Ana diam sejenak.
"Kayaknya kecepatan kalau lo nembak sekarang, lo belum ada rasa cinta sama gw. Gw takut lo cuma jadiin gw pelarian," ucap Ana menatap mata Daniel tulus.
"Iya nggak papa, gw ngerti," ucap Daniel.
"Kita temenan aja dulu," ucap Ana. Daniel menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Daniel mengantarkan Ana pulang, mereka jadi sedikit canggung. Ana sudah tau ini akan terjadi jika ia menolak Daniel.
'Gw tau lo pasti akan ngejauh dari gw mulai sekarang, lo cuma ngerasa nyaman bukan cinta. Setelah lo nggak nyaman lo bakalan cari yang bikin lo lebih nyaman. Lo nggak akan semudah itu ngubah kebiasaan lo cuma demi cewek,' batin Ana.
***
Ana terbangun karena ada yang menekan bel nya, ia melihat jam menunjukkan pukul 2 pagi. Ia membuka pintu kost annya sambil berdecak kesal.
"Daniel?" Ana terkejut sekali saat melihat Daniel berdiri didepan pintunya dalam keadaan mabuk. Daniel mendorong Ana masuk ke dalam kost'an Ana.
"Daniel, lo mau apa?" ucap Ana panik. Apa yang akan orang pikirkan jika ada yang melihat Daniel masuk ke kost nya tengah malam begini.
"Kenapa gue harus nurutin perintah mereka? Gw hidup bukan untuk nurutin perintah mereka aja, gw juga pengen bebas dan punya kebahagiaan sendiri. Tapi mereka selalu ngehancurin kebahagiaan gw karena gw nggak mau nurutin perintah mereka," ucap Daniel sambil tergeletak diatas kasur Ana.
Ana hanya diam dipojok kamarnya sambil melihat dan mendengarkan Daniel yang terus mengatakan hal-hal yang tidak ia mengerti, mungkin saja Daniel sedang punya masalah dengan keluarganya. Ana juga tidak terlalu memikirkannya karena ia tidak berhak tau tentang Daniel.
Yang sekarang ia pikirkan adalah bagaimana malam ini ia akan tidur karena Daniel sudah tergeletak di atas kasurnya, jika menelpon anggota Rich Devil mungkin saja mereka akan menimbulkan keributan dan mengganggu orang-orang disekitar kost nya.
Ia memutuskan untuk tidur dalam posisi duduk, lebih baik seperti itu dibandingkan harus membangunkan singa yang tidur. Malam ini harus mengorbankan kasurnya hanya karena Daniel.
Ana membuka matanya perlahan, sinar matahari masuk ke dalam kamarnya melalui celah jendela yang sedikit terbuka. Ana masih belum ingat dengan kedatangan Daniel tadi malam yang membuatnya harus tidur dengan posisi duduk.
Ana menemukan segelas susu dan surat diatas meja belajarnya, ia membuka surat itu dan langsung membacanya.
"Na, gw balik duluan ya. Sorry udah bikin lo takut tadi malam, gw juga nggak tau kenapa gw malah ada dirumah lo,"
Karena Ana tidak suka susu, jadi ia langsung membuang susu itu. Ana mengambil handuk dan pakaiannya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Hari ini ia tidak akan pergi kemana-mana, ia ingin mengistirahatkan tubuh dan otaknya yang sudah sangat bekerja keras untuk bertahan sampai saat ini.
Thank you for reading...

KAMU SEDANG MEMBACA
ONLY THE ANTAGONIST IN YOUR STORY
Ficção AdolescenteJangan hanya menilai orang dari satu sisi, ada banyak sisi lain yang harus kau lihat.