Hepi riding 😘😉✔🤨🤣😃💅🐾😊📍✔🤭😘🤭
Telah habis syudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia karna tlh ku habiskan sisa cintaku hanya untukmu, JANGAN MAEN MAEN LU Y 🐍-audythor
..........
M
asih ingatkah kalian cerita sebelumnya ?
Yaps, jimin sedang mengukur jalan alias jalan jalan dengan nayeon dan twins
Di perjalanan twins menangis kencang. Mereka merasa tidak nyaman dengan posisi mereka
"Nayeon coba kau tenangi anak anak"-jimin
"itu kan anak kamu. Ya kamu lah yg nenangin. Aku mah ga bisa"-nayeon sambil memalingkan pandangannya ke jendela
"Ck kau ini. Memang tak bisa di handalkan"-jimin.
Mereka masih melanjutkan perjalanan mereka ke sebuah mall
Lu ga ada beban apaan gt setelah perbuatan lu ke nara!-audythor
Diem thor!-nayeon
Sebenarnya di otak jimin masih mengkhawatirkan nara. Ia ingin menelfon nara tetapi ia sedang mengemudi
Nara maafkan aku, ku harap kau tidak melakukan hal yg tdk tdk. Arkkkk apa yg ku lakukan. Seharusnya aku tak melakukannya dengan nayeon-jimin
Jimin sedang bergelut dengan pikirannya yg kacau memikirkan keberadaan nara saat ini ditambah lagi nayeon yg sejak tadi mengabsen belanjaan yg akan ia beli
"Jimin aku akan membeli tas karung beras limited edition ini ya jim"-kata nayeon sambil menunjukan gambar tas tsb
"Hmm" jwb jimin
"Harganya tdk mahal, cuma 12jeti"-nayeon
"OmG baby, liat ini cantik banget kan sepatu kulit ular buatan istaka yg merknya jangan maen maen. Aku mau beli ini"-kata nayeon hebohOoeeeee oeee oee
"Yak! Bisakah kalian diam?,tidakkah kalian capek terus bernyanyi seperti itu"- ucap nayeon yg tak tahan mendengar twins yg terus menangis
"Jangan membentak mereka!"-jimin
"Knp kau membentakku"-nayeon
KOK NGAMOKKK-audythor(berhubung nama gw audy jadinya AUDYTHOR)
"tdk sadarkah kau, drtd kau hanya mengatakan belanjaanmu?"
"Tap--"-ucap nayeon terputus
TIN tin
BRAKKK
BRANG
TINNNNNNNNNNNN
Nara pov
Setelah melihat kejadian memalukan itu di rumahku sendiri aku memutuskan untuk kembali ke kantor untuk menenangkan diri. Karna ku pikir club adalah bukan tmpt yg tepat
"Apa apaan ini!, apakah kerja kalian tidak becus hah!?,apa gaji yg ku berikan kurang hingga kerja kalian tak bernilai sama sekali?"-bentakku pada karyawan kantor
Pasalnya aku sudah menyuruh mereka untuk merevisi kembali prosedur pembangunan hotel. Tetapi malah semakin tdk karuan
"Maafkan kami. Kami akan merevisi ulang kembali nona"-karyawan1
"Cepat!!!"
Tilulilulit
Dering telfon nara membuyarkan semuanya. Tangan nara mengisyaratkan untuk kembali bekerja. Semua karyawan keluar dari ruang rapat
